Punya Spot Traveling Keren, Sudah Pernah Main ke Subang?

Wuri Anggarini | Selasa, 22 Oktober 2019 10:17 WIB
Punya Spot Traveling Keren, Sudah Pernah Main ke Subang?

Kapanlagi.com - Penat dengan rutinitas dan kesibukan harian di Jakarta? Weekend jadi momen yang pas untuk refreshing nih. Tapi, berkeliling di sekitar Jakarta sudah terasa membosankan. Sementara momen akhir pekan juga nggak panjang-panjang amat. Nggak perlu dibuat galau dulu, coba deh main-main ke Subang karena daerah tersebut ternyata punya spot traveling yang nggak kalah keren!

Jaraknya dari Jakarta juga cukup dekat, hanya 3 jam perjalanan. Subang punya sederet wisata alam dan budaya yang nggak kalah saing. Mulai dari Gunung Tangkuban Parahu sampai Sari Ater. Jangan lupa bawa oleh-oleh Nanas Si Madu yang populer.

Punya potensi wisata yang luar biasa, Subang juga terus mengembangkan dirinya nih. Misalnya dengan mengumpulkan berbagai gagasan kreatif lewat diskusi santai bertajuk Ngadu Bako yang berlangsung di Saung Wayang Ajen, Sukamelang, Minggu (20/10/2019).

Hadir dalam diskusi tersebut praktisi budaya Jawa Barat Abah Nanu dan Dr. Endang AS, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud M Khadar Hendarsah, Kasie Sejarah dan Nilai Tradisi Disdikbud Yayan Suryanata, Kabid Destinasi Wisata Disparpora Subang Euis Hartini, Kabid Pemasaran Disparpora Subang Ina Marlina dan Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Regional II, Deputi Bidang pengembangan Pariwisata Kementerian Pariwisata RI, Dr. H. Wawan Gunawan, S.Sn., MM atau dikenal ki Dalang Wawan Ajen.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman, egiatan Ngadu Bako sesuai dengan Undang-undang Pemajuan Kebudayaan no 5 tahun 2017. Isinya, kebudayaan perlu dipandang sebagai investasi dalam pembangunan bangsa.

Untuk itu tata kelola pemajuan kebudayaan perlu diperkuat melalui strategi terarah dan berkelanjutan. Terkait hal itu, Undang-Undang nomor 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, memberi amanat kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun masa depan dan peradaban bangsa. Caranya, melalui budaya dalam mendukung pariwisata khususnya di daerah Kabupaten Subang, tutur Dadang.

Sementara Asdep Pengembangan Destinasi Pariwisata Regional II Kemenpar, Wawan Gunawan, mengatakan agar Kabupaten Subang lebih dikenal lagi, 3 kunci pengembangan wisata harus dilakukan. Yaitu atraksi, amenitas dan aksesibilitas.

Untuk menarik lebih banyak wisatawan, Kabupaten Subang perlu menggali lagi potensi wisata yang dapat dikembangkan termasuk wisata budaya, papar Wawan.

Dalam paparannya, strategi pengembangan pariwisata berbasis budaya dan masyarakat, Dr. Wawan Gunawan mengatakan perlu adanya data yang lengkap terlebih dahulu mengenai budaya di Kabupaten Subang. Dari sana kemudian dilakukan kurasi seni budaya mana yang akan diunggulkan untuk kemudian diangkat dalam event wisata.

Dirinya mengatakan unsur pertama yang harus ada dalam membuat sebuah event wisata adalah CEO Commitment yaitu komitmen yang kuat dari kepala daerahnya baik itu Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris daerah kemudian Kepala Dinas terkait untuk mengembangkan pariwisata daerahnya.

Selain CEO Commitment unsur penting lainnya dalam penyelenggaraan sebuah event pariwisata adalah Creative value, Commercial value, Communication Value, dan Konsitensi penyelenggaraan event tersebut, katanya.

Selain itu, katanya, agar penyelenggaraan event tersebut dilirik wisatawan maka penyelenggaraan event tersebut harus mempunyai standar nasional dan internasional dalam kemasannya, baik dari segi koreografi, arrangement music, maupun penataan kostum atau busana.

Sementara itu,Mas Nanu Muda alias Abah Nanu berharap bahwa setiap aktivitas dalam pemajuan budaya pariwisata harus juga mempertimbangkan berbagai aspek. Terutama pentingnya melibatkan masyarakat. Sehingga ketika sebuah destinasi dibuat berdampak signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud M Khadar Hendarsah menyambut baik digelarnya acara Ngadu Bako tersebut.

Kegiatan ini membuka ruang, karena di sini berkumpul praktisi-praktisi budaya maupun pariwisata. Bukan hanya ngobrol, tapi menjadi bahan evaluasi dalam mengelola kebudayaan dan pariwisata Kabupaten Subang, katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mengapresiasi kegiatan ini, budaya harus dilestarikan. Karena, Budaya semakin dilestarikan semakin menghasilkan.

"Dan ini akan bagus impactnya buat masyarakat. Sebab 60 persen wisatawan datang ke Indonesia itu karena culture-nya" kata Mempar Arief Yahya.

(*/wri)

Editor :  

Wuri Anggarini

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com