Raih Penjualan Ratusan Juta dalam 2 Hari, Festival Sandalwood 2019 Sukses Digelar!

Ayu Miranti | Senin, 15 Juli 2019 11:22 WIB
Raih Penjualan Ratusan Juta dalam 2 Hari, Festival Sandalwood 2019 Sukses Digelar!

Kapanlagi.com - Festival Sandalwood 2019 berhasil mendapatkan antusiasme dari para wisatawan, baik dalam negeri hingga mancanegara. Hal ini dibuktikan dengan nominal penjualan kain tenun yang diluar ekspektasi. Bahkan, kabarnya festival yang ditutup Jumat (12/7), telah mampu berkontribusi buat perekonomian Sumba Timur karena berhasil meraup uang ratusan juta dalam event ini.

Menurut Staf Khusus Menpar Bidang Media dan Komunikasi Don Kardono, semua sektor di Sumba Timur menikmati impact dari festival yang masuk dalam Calendar of Event 2019 Kementerian Pariwisata.

Festival Sandalwood 2019 mampu menggerakkan perekonomian Sumba Timur. Hal ini tentu bagus bagi masyarakat dan pelaku bisnis di sana. Artinya, mereka mendapatkan manfaat secara ekonomi melalui agenda tersebut. Pergerakannya tentu akan terus berlanjut. Event tersebut mampu mengangkat Sumba Timur dan Pulau Sumba, ungkap Don Kordono, Minggu (14/7).

Salah satu pemasukan berasal dari Expo Tenun Ikat Sumba. Expo menyediakan 40 stand bagi para pengrajin tenun. Hasilnya, transaksi Rp250 Juta hingga Rp300 Juta dihasilkan dari 2 hari penyelenggaraan Expo.

Kadispar Sumba Timur Umbu Maramba Meha mengatakan, wisatawan tertarik dengan beragam keunikan yang ditawarkan Festival Sandalwood.

Wisatawan sangat tertarik dengan konten-konten yang ditampilkan Festival Sandalwood. Seperti expo tenun yang menampilkan seluruh motif yang dimiliki Sumba Timur. Selain motifnya yang eksotis, proses pembuatannya juga dilakukan secara tradisional. Kami gembira. Apalagi, Expo Tenun Ikat Sumba menghasilkan transaksi mendekati Rp300 Juta, kata Umbu Maramba.

Corak tenun yang ditampilkan dalam expo antara lain Kambera, Kanantang, Kaliuda, Rindi, dan Umalulu. Motif Kambera sendiri memiliki 18 corak, dan Rindi memiliki 11 motif. Umalulu memiliki 8 corak dan 3 motif masing-masing dimiliki Kaliuda juga Kanatang.

Optimalisasi ekonomi dari Festival Sandalwood 2019 bagus. Kami tawarkan banyak experience kepada wisatawan. Selain alam, kami dorong budayanya melalui tenun dan pesona Kuda Sandel. Secara umum, transaksi maksimal didapatkan dari tenun. Pendapatan mereka maksimal, sekaligus promosi, papar Bupati Sumba Timur Gidion Mbiliyora.

Transaksi maksimal dibukukan oleh tenun Kanantang yang dibandedrol Rp50 Juta per lembar. Kain tenun dengan warna dasar biru tersebut memiliki usia 50 tahun. Ukurannya sekitar 1,5 X 3,5 Meter. Secara umum harga tenun beragam mulai Rp3,5 Juta hingga Rp5 Juta, meski ada juga yang dibanderol Rp300 Ribu.

Ada impact positif yang optimal dari Festival Sandalwood 2019. Semua lini industri memperoleh income maksimal. Industri kreatif tenun memang besar. Namun, wisatawan juga menikmati beragam wisata belanja. Selain tenun, ada kuliner dan ini jumlahnya pasti maksimal. Apalagi, Sumba Timur juga terkenal dengan kuliner nikmatnya, terang Ketua Tim Pelaksana CoE Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Menikmati wisata belanja, wisman memiliki kemampuan spending USD1.240,22. Adapun spending dari wisnus ada di angka Rp800 Ribu. Pelaku industri hotel juga ikut menikmati income optimal. Sepanjang Festival Sandalwood 2019, okupansi hotel mencapai 90%. Jumlah ini naik 30% dari okupansi rata-rata pada hari normal atau tanpa event.

Semua lini industri pariwisata di Sumba Timur, bahkan mungkin Pulau Sumba, ikut mendapat berkah ekonomi. Dengan potensi bisnis dan kontennya yang eksotis, Festival Sandalwood bisa dimaksimalkan. Dengan begitu, masa tinggal wisatawan menjadi lebih lama di Sumba Timur, tegas Asisten Depduti Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenar Muh. Ricky Fauziyani.

TA/TO juga mendapatkan pemasukan positif. Gambarannya mengacu pada Escape to Sumba yang menawarkan beragam paket wisata menarik. Melalui paket wisata Escape to Sumba 4D3N dan 7D6N, mereka meraup pendapatan sekitar Rp27,1 Juta.

Lebih detail, Escape to Sumba juga menawarkan paket lain seperti 3D2N dengan banderol Rp2,65 Juta per 2 pax. Namun, untuk 1 paxnya dihargai Rp1,9 Juta. Ada juga paket 5D4N dengan harga Rp4,2 Juta per pax. Selain TA/TO, pelaku bisnis transportasi juga mendapat keuntungan ekonomi. Apalagi, harga rental mobilnya sekitar Rp800 Ribu hingga Rp1 Juta per hari.

Inilah makanya event harus digelar. Sebab, event itu menjadi pemantik arus wisatawan yang optimal. Lebih penting lagi adalah jangka panjangnya. Sebab, potensi transaksi atau keuntungan ekonomi jangka panjang akan lebih besar. Untuk itu, aliran wisatawan harus dijaga agar optimal sepanjang tahun, tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

(*/ayu)

Editor :  

Ayu Miranti

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com