ADVERTORIAL

Ramai Soal NeoBank di Indonesia, Seberapa Update Sih Kamu Tentang Hal Satu Ini?

Iwan Tantomi | Selasa, 30 Maret 2021 20:30 WIB
Ramai Soal NeoBank di Indonesia, Seberapa Update Sih Kamu Tentang Hal Satu Ini?

Kapanlagi.com - Belakangan ini media sosial diramaikan tentang serba-serbi soal keuangan, termasuk investasi. Semakin berkembangnya fintech, bahkan turut meningkatkan juga minat milenial untuk mempelajarinya lebih serius. Paling baru, industri keuangan Indonesia diramaikan dengan kehadiran NeoBank.

Nah, NeoBank ini sendiri cukup mendapatkan perhatian serius dari pelaku industri keuangan Indonesia. Sebagian pihak mengatakan NeoBank bisa menjadi ancaman perbankan konvensional, sebagian lagi bilang dapat menjadi ancaman bagi industri fintech. Lantas, sejauh apa sih kamu update tentang hal satu ini?

Peluang NeoBank di Indonesia

credit via shutterstockcredit via shutterstock

Sebenarnya peluang Neobank di Indonesia dapat dikatakan cukup besar. Apalagi melihat penetrasi pemanfaatan layanan digital oleh masyarakat telah bertumbuh secara pesat, terlebih dengan adanya kondisi pandemi sejak 2020 lalu. Menanggapi hal ini Frecy Ferry Daswaty selaku VP of Marketing KoinWorks menjelaskan, "Pada dasarnya kehadiran NeoBank di Indonesia memiliki potensi yang besar terutama untuk mendukung peningkatan tingkat literasi dan inklusi keuangan di Indonesia termasuk ke para pelaku UKM."

Selain itu, dibandingkan menjadikannya sebagai ancaman atau saingan, sama seperti dengan bank konvensional, Frecy mengungkapkan jika pihaknya melihat potensi kolaborasi antara fintech, maupun industri keuangan digital lainnya. "Dengan NeoBank tentunya amat sangat memungkinkan untuk terjadi, melihat ranahnya yang sama-sama bergerak dibidang finansial. Apalagi saat ini bisa dibilang adalah era kolaborasi, sehingga daripada berdiri sendiri, akan lebih baik jika kita dapat bergandeng tangan," imbuhnya.

Sikap Pemerintah tentang NeoBank

credit via shutterstock.com/Farzand01credit via shutterstock.com/Farzand01

Di sisi lain, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan turut memberikan tanggapan tentang kehadiran NeoBank ini. Tony selaku Plt. Deputi Direktur Arsitektur Perbankan Indonesia, Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan, Otoritas Jasa Keuangan pun menjelaskan, "Perubahan dari perilaku konsumsi masyarakat akan produk layanan jasa keuangan dimana pandemi telah mempengaruhi mereka untuk semakin memanfaatkan layanan digital memang secara khusus harus dapat disikapi oleh industri perbankan, agar dapat menghadirkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhannya melalui transformasi digital."

Tony melanjutkan pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan juga berusaha untuk mendukung dan melakukan evaluasi terhadap peraturan-peraturan yang bisa menghambat. Pemerintah juga akan melakukan revisit untuk memperbaiki kembali, sehingga lebih dapat mendukung kondisi yang ada pada saat ini, yaitu ekonomi digital.

Regulasi Terkait NeoBank di Indonesia

credit via shutterstock.com/mezariocredit via shutterstock.com/mezario

Sementara itu, melihat regulasi terkait NeoBank saat ini masih dalam proses rancangan pemerintah, Nailul Huda, peneliti dari INDEF (Institute for Development of Economics and Finance) memberikan masukan atau rekomendasi terkait regulasi yang dibutuhkan untuk mendukung kehadiran NeoBank di Indonesia.

"Kami melihat kedepannya regulasi-regulasi yang diterapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan memang harus mengakomodasi inovasi-inovasi baik dari sisi pendanaan, teknologi, dsb, yang saat ini masih dapat berkembang cepat," ungkap Nailul Huda.

INDEF mencatat salah satu tantangan NeoBank adalah percepatan teknologi yang bergerak cepat, tetapi seringkali tak diimbangi dengan peraturannya yang masih tertinggal di belakang. Hal tersebut yang seringkali dikeluhkan oleh berbagai pemain inovasi keuangan digital di Indonesia, sehingga kerap terhambat melakukan inovasi karena regulasi yang strict pada pengembangan inovasi.

Selain itu, secara umum infrastruktur masih menjadi tantangan bagi perkembangan inovasi keuangan digital termasuk untuk mendukung para pemain di industri ini. Padahal keberadaan infrastruktur dapat memberikan akses layanan keuangan ke lebih banyak masyarakat Indonesia hingga ke pelosok wilayah. Pembangunan yang dilakukan pemerintah terkait infrastruktur teknologi seperti internet pun dilihat sangat dibutuhkan, sehingga dapat mendukung literasi juga penetrasi masyarakat akan keberadaan NeoBank, fintech maupun berbagai layanan digital lainnya.

Bukan itu saja, isu keamanan juga perlu dipertimbangkan, karena NeoBank dimungkinkan hadir tanpa memiliki kantor cabang operasional (branchless) dan memberikan layanan digital secara penuh. Dengan begitu, tak sampai dapat menghadirkan trust issue dari masyarakat.

Menyikapi hal tersebut baik Otoritas Jasa Keuangan, KoinWorks juga INDEF sama-sama setuju bahwa isu terkait keamanan baik keamanan data maupun dana dari para calon nasabah NeoBank juga inovasi keuangan digital lain, harus menjadi perhatian baik oleh para pemain, pengguna, pemerintah juga stakeholder lain. Dengan begitu, kehadiran inovasi ini dapat tumbuh di ekosistem yang sehat dan memberikan manfaat untuk peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

(kly/tmi)

Editor :   Iwan Tantomi

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com