Ramai Syahrini Dianggap Tidak Hormati Holocaust, Apa Itu?

Rahmi Safitri | Senin, 26 Maret 2018 12:50 WIB
Ramai Syahrini Dianggap Tidak Hormati Holocaust, Apa Itu?

Kapanlagi.com - Syahrini selama ini boleh dibilang sebagai salah satu selebriti Indonesia yang punya impact luar biasa di kalangan masyarakat Indonesia. Apapun yang dilakukan oleh mantan rekan duet Anang Hermansyah ini hampir selalu menjadi 'sesuatu'. Mulai jargon 'sesuatu', 'cetar membahana badai', sampai gayanya selalu jadi bahas.

Sayangnya tak semua yang dilakukan oleh Syahrini begitu saja boleh ditiru. Setelah dibahas gara-gara selfie di jalan tol, penyanyi lagu Kau Yang Memilih Aku ini kembali pembicaraan netizens gara-gara memposting video dirinya saat berada di Holocaust Memorial, Jerman. Bukan cuma berfoto, Syahrini menyebut Holocaust sebagai 'tempat Hitler bunuh-bunuhan'.

Tak sedikit yang mengkritik Syahrini. Holocaust Memorial adalah tempat yang dibangun untuk mengenang korban Holocaust yang dibunuh dengan keji. Tak sedikit yang masih merasa terluka dengan peristiwa tersebut.

Dari kejadian Syahrini di Holocaust Memorial ini ada satu hal yang bisa dibilang positif. Banyak netizens yang penasaran dengan apa itu 'holocaust'. Serta kenapa sih peristiwa ini begitu dikenang dan meninggalkan banyak luka di hati banyak orang.

IG story Syahrini yang membuat netizens mengkritiknya soal Holocaust © instagram.com/princessyahriniIG story Syahrini yang membuat netizens mengkritiknya soal Holocaust © instagram.com/princessyahrini

Holocaust berasal dari bahasa Yunani, holocaustos. Holo artinya keseluruhan, kaustos berarti api. Secara makna bahasanya, holocaust berarti 'pengorbanan dari api'. Dari sini saja sudah terasa kalau holocaust itu sesuatu yang sangat tidak menyenangkan.

Sedangkan holocaust yang akan kita bahas di sini adalah sebuah genosida (pembantaian atas suatu kelompok agar musnah) terhadap enam juta kaum Yahudi oleh Jerman Nazi dan sekutu mereka, yang tinggal di seluruh wilayah yang dikuasai oleh pihak Nazi, pada masa Perang Dunia II (1939 - 1945). Dalam peristiwa ini 6 dari total 9 juta Yahudi yang tinggal di wilayah Eropa dibunuh secara keji.

Peristiwa Holocaust ini dipimpin oleh Adolf Hitler yang saat itu berkedudukan sebagai kanselir atau kepala pemerintahan Jerman, sejak 1933. Hitler dan Nazi, punya paham kalau bangsa Jerman adalah 'ras unggul'. Sedangkan bangsa Yahudi bagi mereka adalah 'ras rendah' dan dianggap akan mengancam apa yang dinamakan dengan masyarakat rasial Jerman. Hitler ingin membentuk Orde Baru bagi Jerman Nazi yang absolut di Eropa dengan tujuan mencapai lebensraum (ruang hidup) bagi kaumnya.

Bukan cuma bangsa Yahudi saja yang dianggap 'ras rendah' oleh Nazi Jerman. Mereka juga membidik orang Rom (gipsi), orang cacat, sebagian bangsa Slavia (Polandia, Rusia, dan lainnya), kaum komunis, sosialis, hingga kaum homoseksual. Para korban ini disebut-sebut tak tahu dengan apa yang mereka alami. Bukti sejarah signifikan menunjukkan gagasan bahwa sebagian besar korban Holocaust, sebelum dikirim ke kamp konsentrasi, tidak mengetahui nasib yang menanti mereka. Mereka meyakini bahwa akan diberikan tempat tinggal baru.

Cara pembunuhan yang dilakukan oleh Nazi adalah dengan menempatkan mengirim kaum Yahudi dan 'ras rendah' lainnya di kamp-kamp konsentrasi yang awalnya menjadi tempat penahanan yang pada akhirnya menjadi tempat pemusnahan. Penghuni kamp akan dipekerjakan secara paksa sampai mati, atau bekerja sampai kelelahan lalu dijebloskan ke dalam kamar gas atau ditembak mati. Mereka dikirim ke kamp menggunakan kereta barang yang dalam perjalanannya sangat mengerikan bahkan banyak yang mati sebelum tiba.

Selain itu, Nazi juga membangun ghetto, rumah penahanan untuk kaum Yahudi dan Romani sebelum dikirim ke kamp pemusnahan. Ghetto bisa menampung ratusan ribu orang. Pada akhirnya banyak yang meninggal karena sakit karena memang kondisi ghetto yang sangat mengerikan. Selain kamp pembunuhan, Nazi juga membentuk regu pembunuh yang dibentuk setelah mereka menguasai negara Lithuania, yang 80% warganya adalah Yahudi.

Untuk memberikan penghormatan kepada 6 juta kaum Yahudi (termasuk sejuta di antaranya adalah anak-anak), dibangunlah Memorial to the Murdered Jews of Europe atau yang lebih sering disebut dengan Holocaust Memorial. Monumen ini dibangun di bekas lokasi Tembok Berlin, yang pernah memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur. Bangunan ini didesain oleh Peter Eisenmann dan diresmikan pada 10 Mei 2005, tepat 60 tahun setelah berakhirnya Perang Dunia II.

Melihat betapa dalam makna pembangunan Holocaust Memorial, tempat ini bukanlah untuk main-main atau bersenang-senang. Maka tak heran kalau video Syahrini yang menyebut Holocaust Memorial sebagai 'tempat Hitler bunuh-bunuhan' mendapat kritik dari banyak orang. Salah satu tujuan Holocaust Memorial dibangun adalah agar para pengunjungnya memahami tentang sejarah kelam di Perang Dunia II sehingga bisa menghindari hal tersebut terjadi lagi di masa depan.

(kpl/pit)

Editor :  

Rahmi Safitri

Join Kapanlagi.com