Romantis, Pasangan 54 Tahun Nikah Meninggal Bersama Saat Lebaran

Agista Rully | Kamis, 06 Juli 2017 13:18 WIB
Romantis, Pasangan 54 Tahun Nikah Meninggal Bersama Saat Lebaran

Kapanlagi.com - Banyak pasangan muda yang sering menggunakan tagar relationship goals untuk hubungan mereka yang baru seumur jagung. Namun tagar tersebut nampaknya tidak berarti apapun dengan kisah cinta sejati para generasi terdahulu, seperti pasangan suami istri yang telah menikah selama 54 tahun ini.

Adalah Atang Djumnan dan Tini Surtini, pasangan yang menikah selama 54 tahun namun dipisahkan oleh kematian. Keduanya berbeda usia 5 tahun, kematian mereka berjarak 12 jam di hari yang sama. Magis sekaligus romantis bukan?

Atang menghembuskan napas terakhir di usia ke-78 pada Senin (26/06) atau hari kedua Lebaran 2017 sekitar pukul 11.30 WIB. Berselang 12 jam berikutnya, sang istri Tini Surtini meninggal di usia 73 tahun. "Ya mungkin ini namanya cinta sejati, cinta sehidup semati," ujar anak pertama Yeyet Suswati dikutip dari merdeka.com.

Atang dan Tini, suami istri yang menikah sejak 1963 dan meninggal hampir bersamaan saat Lebaran © merdeka.comAtang dan Tini, suami istri yang menikah sejak 1963 dan meninggal hampir bersamaan saat Lebaran © merdeka.com

Sebelum tutup usia, sang Ibu sempat mengalami sakit pasca terjatuh di jalan sekitar rumahnya pada bulan April lalu. Kondisi tersebut membuat Tini mengalami penjepitan urat saraf hingga membuat keadaannya melemah dan jadi bunga ranjang.

"Saat itu mamah jadi repot, kejadiannya dua bulan ke belakang lah," terang Yeyet. Sejak saat itu Tini harus mondar-mandir Rumah Sakit untuk menjalani rawat jalan. Namun pada bulan Puasa, Tini sudah mulai bisa berjalan kaki kembali. Sayang, kondisi baik ini tak lama. Pada pertengahan bulan puasa, kondisi Tini kembali memburuk dan berdampak psikologis pada sang suami Atang.

Sejak saat itu, Atang juga mengalami pelemahan saraf, demam tinggi, dan terbaring tak berdaya layaknya sang istri. Kondisi tersebut semakin parah empat hari sebelum meninggal hingga akhirnya keduanya meninggal berselang 12 jam. Kisah Atang dan Tini ini membuktikan bahwa cinta sehidup semati itu nyata adanya dan cinta sejati hanya bisa dipisahkan oleh maut. Tragis juga ya?

(mdk/agt)

Editor :  

Agista Rully

Join Kapanlagi.com