Semua Rasul Membawa Ajaran Tauhid, Apa Arti Tauhid Jelaskan

Rabu, 24 November 2021 20:33 WIB
Semua Rasul Membawa Ajaran Tauhid, Apa Arti Tauhid Jelaskan

Kapanlagi.com - Tauhid merupakan ajaran yang dibawa oleh rasul dan harus diikuti oleh setiap umatnya. Sebagai umat Islam, mungkin kalian penasaran mengenai apa arti tauhid. Ilmu yang disebut sebagai akidah bawaan manusia yang diciptakan Allah dengan fitrah beriman kepada-Nya.

Pertanyaan mengenai apa arti tauhid penting untuk kalian cari jawabannya. Sebagai awalan, kalian bisa memahami tauhid sebagai suatu hal yang berkaitan dengan sifat keesaan Allah SWT. Dengan begitu, kalian punya kesadaran untuk mengimani Allah SWT sebagai dzat yang memiliki segala kesempurnaan dan tak ada yang bisa menggantikannya.

Bagi umat Islam, mempelajari tauhid berarti berusaha membuka wawasan mengenai cara meningkatkan keimanan. Oleh karena itu, penting bagi kalian untuk menyimak penjelasan mengenai apa arti tauhid beserta aspek yang wajib dipenuhi oleh manusia berikut ini.

1. Apa Arti Tauhid?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, pertanyaan apa arti tauhid bisa dijawab dengan keesaan Allah SWT. Secara etimologi, arti tauhid adalah menyatukan, menjadikan satu, atau menyifati dengan kesatuan.

Sebagai umat Islam, tentu kalian perlu menyadari bahwa tauhid merupakan dasar agama yang penting. Tauhid adalah hakikat Islam yang paling besar dan syarat diterimanya amal perbuatan baik yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah.

Artinya, umat Islam wajib mempercayai bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, Sang Pencipta alam semesta dan segala isinya, Pemilik semua sifat sempurna. Dengan ilmu tauhid, umat Islam mempunyai bekal untuk menerapkan akidah atau kepercayaan dasar keagamaan dari dalil atau aturan yang sah.

2. Jenis-Jenis Tauhid

Untuk menambah pemahaman mengenai apa arti tauhid, kalian perlu mempelajari jenis-jenisnya. Melansir dari Liputan6, berikut ini terdapat tiga bagian tauhid yang perlu kalian ketahui.

- Rububiyah

Rububiyah berarti Beriman bahwa hanya Allah satu-satunya Rabb yang memiliki, merencanakan, menciptakan, mengatur, memelihara, memberi rezeki, memberikan manfaat, menolak mudharat serta menjaga seluruh Alam Semesta. Sebagaimana terdapat dalam Al-Qur'an yang berbunyi:

"Allah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu." (Az-Zumar 39:62).

Hal ini harus diakui oleh seluruh manusia dan tak ada seorang pun yang mengingkarinya. Pengakuan orang terhadap Rububiyah ini tak menjadikannya beragama Islam, karena orang-orang musyrik Quraisy yang diperangi rasulullah mengakui dan meyakini jenis tauhid ini.

- Uluhiyah

Uluhiyah bisa diartikan sebagai mentauhidkan atau mengesakan Allah dari segala bentuk peribadahan baik yang terlihat maupun batin. Artinya, seseorang beriman bahwa hanya Allah SWT semata yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya.

"Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."('Al 'Imran 3:18)

Beriman terhadap uluhiyah Allah merupakan konsekuensi dari keimanan terhadap rububiyah-Nya. Hal ini berarti mengesakan Allah SWT dalam segala macam ibadah yang dilakukan, seperti sholat, doa, nazar, menyembelih, tawakkal, taubat, harap, cinta, takut ,dan berbagai macam ibadah lainnya.

Seluruh umat manusia harus memaksudkan tujuan dari semua ibadah tersebut hanya kepada Allah SWT semata.

- Asma Wa Sifat

Beriman bahwa Allah SWT memiliki nama dan sifat baik (asmaul husna) yang sesuai dengan keagungan-Nya yang telah Allah SWT tetapkan di Al-Qur'an dan As-sunah. Dalam bertauhid kepada asma wa sifat ini jangan dilakukan dengan adanya tahrif (penyelewengan), ta'thil (penolakan) dan takyif (penggambaran), dan tasybih (penyerupaan).

Umat Islam sendiri, mengenal 99 asma'ul husna yang merupakan nama sekaligus sifat Allah SWT yang wajib diimani. Imam Syafi'i meletakkan kaidah dasar ketika berbicara tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagai berikut:

"Aku beriman kepada Allah dan apa-apa yang datang dari Allah dan sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Allah. Aku beriman kepada Rasulullah dan apa-apa yang datang dari Rasulullah sesuai dengan apa yang dimaukan oleh Rasulullah."

3. Aspek yang Wajib Dipenuhi

Setelah mengetahui apa arti tauhid dan jenis-jenisnya, kini kalian juga perlu mengetahui aspek apa saja yang wajib kalian penuhi sebagai umat muslim. Aspek tersebut antara lain:

- Yakin pada keberadaan Allah sebagai Sang Maha Pencipta, agar terlepas dari sikap ateisme atau peniadaan Tuhan.

- Percaya pada keesaan Allah, agar terhindar dari perilaku syirik.

- Menetapkan bahwa Allah bukan jauhar (substansi atau materi) atau 'aradh (atribut materi), supaya terhindar dari sikap penyerupaan Allah dengan makhluk lain.

- Yakin bahwa segala sesuatu tidak ada, sebelum Allah menciptakan dan membuatnya ada. Hal ini agar terhindar dari sikap atau pendapat yang mempercayai hukum sebab akibat dalam penciptaan alam semesta dan isinya atau yang lainnya

- Yakin bahwa Allah Maha Pengatur, bahwa apapun yang terjadi sudah sesuai kehendak Allah. Hal ini supaya terhindar dari pendapat yang menyatakan adanya thaba'i (hukum alam yang berlaku dengan sendirinya).

Nah, KLovers, itulah penjelasan mengenai apa arti tauhid beserta jenis, dan aspek-aspek yang wajib kalian penuhi sebagai umat Islam yang mempercayai keesaan Allah SWT.

(kpl/gen/ans)

 

Topik Terkait

Join Kapanlagi.com