Tak Sadar Terserang Penyakit Paru-Paru, Pria Perokok Ini Meninggal

Agista Rully | Jum'at, 25 Agustus 2017 15:18 WIB
Tak Sadar Terserang Penyakit Paru-Paru, Pria Perokok Ini Meninggal

Kapanlagi.com - Belum lama ini seorang pemuda berusia 24 tahun dari negeri jiran, Malaysia, dikabarkan terjangkit kanker mulut. Penyakit yang perlahan menggerogoti nyawanya ini disebabkan oleh kebiasaan merokok 5 batang per hari. Mirisnya, lagi-lagi jatuh korban dari konsumsi rokok.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh National Health and Morbidity pada tahun 2015, warga negara Malaysia yang merokok jumlahnya tidak sedikit. Ada sekitar 22.8% dari populasi Malaysia merupakan perokok aktif di kisaran usia 25 hingga 44 tahun. Rata-rata memulai kebiasaan merokok ini sejak usia 17 tahun.

Dokter yang menangani pasien Empyema Paru © Facebook.com/Mohd Syamirulah RahimDokter yang menangani pasien Empyema Paru © Facebook.com/Mohd Syamirulah Rahim

Seorang dokter asal Malaysia, Mohd Syamirulah Rahim, melalui akun Facebooknya membagikan satu kisah tragis seorang pasien perokok yang dia tangani. "Kita namakan saja dia sebagai Ali, tentu bukan nama sebenarnya," tulis dokter tersebut pada Rabu (23/08) lalu.

"Hampir dua minggu demam Ali tidak kunjung sembuh. Selera makannya jadi berkurang dan dia kelihatan letih, megap-megap saat bernapas. Batuknya semakin hebat hingga dia tak bisa tidur tenang di malam hari," lanjut dokter yang tinggal di Alor Setar, Malaysia ini.

Contoh Empyema Paru-Paru yang diderita Ali, pemuda berusia 24 tahun asal Malaysia © Facebook.com/Mohd Syamirulah RahimContoh Empyema Paru-Paru yang diderita Ali, pemuda berusia 24 tahun asal Malaysia © Facebook.com/Mohd Syamirulah Rahim

Begitu masuk rumah sakit dan menjalani serangkaian pemeriksaan, Ali tidaklah terjangkit Tuberkulosis atau asma seperti dugaan dokter sebelumnya. Dari hasil rontgen diketahui bahwa ternyata paru-paru Ali telah berisi cairan, pemuda berusia 24 tahun yang bekerja sebagai kuli ini terjangkit Empyema Paru-Paru. Kondisi yang dialami Ali menyebabkan penumpukan cairan berupa nanah di pleura karena banyaknya bakteri yang tertimbun di sana.

"Dokter segera mengambil tindakan untuk mengeringkan paru-paru Ali dengan mengeluarkan cairan tersebut. Apabila jarum ditusuk ke rongga pleura Ali, cairan berwarna putih kekuningan keluar. Nanah, ya nanah," lanjut dokter Syamirulah.

Cairan nanah yang dikeluarkan dari paru-paru Ali © Facebook.com/Mohd Syamirulah RahimCairan nanah yang dikeluarkan dari paru-paru Ali © Facebook.com/Mohd Syamirulah Rahim

Untuk mengeluarkan nanah dari dalam paru-paru Ali, selang dimasukkan ke tubuh pemuda tersebut. Didapatkan 1 liter nanah yang disedot dari paru-paru Ali. "Tiga hari dirawat di dalam kamar, demam Ali masih tak kunjung sembuh. Ali masih batuk kuat meski pusingnya berkurang. Pada hari ketiga, Ali batuk sangat hebat. Paru-parunya bagai hendak keluar dari mulut," tulis dokter yang menangani pasien yang merokok sejak usia 17 tahun tersebut.

"Ali mengalami komplikasi yang dinamakan bronchopleural fistula. Penyakit yang ada memeras paru-paru Ali hingga ke bronkus. Dalam beberapa menit, Ali pingsan. Beberapa jam, Ali disahkan meninggal dunia. Ada pendarahan di saluran arteri pulmonari yang cidera ketika Ali batuk kuat untuk terakhir kali tersebut," pungkas sang dokter.

(kpl/agt)

Editor :  

Agista Rully

Join Kapanlagi.com