Teror Gelombang Panas Pakistan Sudah Bunuh 800 Jiwa

Lusi Vita | Kamis, 25 Juni 2015 11:18 WIB
Teror Gelombang Panas Pakistan Sudah Bunuh 800 Jiwa
Kapanlagi.com - Saat umat muslim di negara kita sedang menjalankan ibadah puasa ramadan dengan khusyuk tanpa kekurangan sesuatu apapun. Justru di negara lain yang masih satu benua ini mengalami bencana mengerikan yang benar-benar menguji ketabahan umat muslim di sana yang sedang berpuasa.

Setelah bulan lalu negara tetangganya India mengalami bencana gelombang panas yang tewaskan sekitar 2000an jiwa. Saat ini, justru bencana tersebut berhembus menuju Pakistan dimana kurang lebih 178 juta umat muslim sedang menjalankan ibadah puasa ramadan.

Hingga kini, telah tercatat 800 orang meninggal dunia dalam kurun waktu 4 hari saja. Kematian beruntun yang disebabkan bencana perluasan pola musim panas ini membuat masyarakat panik. Pemerintah di negara inipun telah didorong untuk mempercepat status darurat, seperti dilansir melalui Mirror.

Kondisi Pakistan saat gelombang panas meneror ©MirrorKondisi Pakistan saat gelombang panas meneror ©Mirror

Mayoritas penduduk saat ini membantu 20 juta penduduk yang tinggal di Kota Karachi. Hal ini disebabkan, kota tersebut mengalami suhu udara paling panas yang mencapai 45 derajat celcius. Dalam hal ini Perdana Menteri Pakistan, Nawaz Sharif telah memberikan instruksi khusus pada 'the National Disaster Management Authority' (NDMA) untuk segera menindaklanjuti penanganan korban di situasi tersebut.

Bencana yang datang di Pakistan ini seolah melengkapi penderitaan seluruh masyarakatnya. Bagaimana tidak, sebagian besar penduduknya masih di bawah garis kemiskinan. Ditambah lagi dengan minimnya sumber daya layanan kesehatan yang memadai. Adapun, kerugian negara sampai saat ini sudah mencapai 0,5% dari nilai pajak keseluruhan penduduk.

Total korban meninggal yang paling banyak saat ini adalah penduduk di Kota Karachi ditambah lagi dengan 3000 pasien yang saat ini sedang dirawat secara intensif. Namun positifnya, meski sama-sama dalam keadaan yang serba kurang seluruh masyarakat bersama-sama membantu penduduk di kota tersebut dengan menyalurkan bantuan pangan, air serta es balok seadanya. Sungguh pilu mendengar bencana ini terjadi di Pakistan saat bulan ramadan. Semoga bencana gelombang panas di negara tersebut cepat berlalu. Bagaimana menurutmu? (mir/vit)

Editor :  

Lusi Vita

Join Kapanlagi.com