Terungkap Hubungan Audrey Korban Pengeroyokan dengan 12 Pelaku Terduga

Gogor Subyakto | Rabu, 10 April 2019 11:48 WIB
Gogor Subyakto | Rabu, 10 April 2019 11:48

Kapanlagi.com - Nama Audrey seorang siswi SMP di Pontianak baru-baru ini ramai jadi perbincangan hangat. Kejadian malang yang menimpa gadis tersebut mendapatkan simpati dari publik di tanah air.

Dari penjelasan yang tersebar, Audrey merupakan korban pengeroyokan yang dilakukan oleh 12 orang. Karena hal tersebut, kini ia harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami trauma fisik dan mental.

Kasus yang terjadi itu langsung saja menjadi trending topic di sosial media. Merasa terketuk hatinya, banyak netizen yang memberikan dukungan untuk Audrey. Bahkan muncul petisi keadilan yang sudah mendapatkan 2,1 juta suara.

1 Dari 3 Halaman

1. Tindakan Pengeroyokan

Tindakan pengeroyokan yang dialami oleh Audrey dilaporkan terjadi pada tanggal 29 Maret 2019. Awalnya, gadis tersebut dijemput oleh 12 siswi SMA yang merupakan terduga dalam kasus ini.

Sebenarnya, Audrey merupakan korban yang tak ada hubungan-nya dengan akar masalah dari kejadian tersebut. Kakak sepupu dari Audrey-lah yang sebenarnya merupakan target utama dari pelaku terduga.

2 dari 3 halaman

2. Hubungan Audrey dengan Pelaku Terduga

Pengeroyokan ini terjadi dilandasi dengan masalah cinta. Dilaporkan bahwa kakak sepupu Audrey merupakan mantan kekasih dari salah satu terduga kejadian tersebut.

Jadi dalam kasus ini Audrey dipakai sebagai umpan oleh para terduga pengeroyokan agar kakak sepupu-nya mau keluar. Sayangnya, siswi yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama itu harus mengalami berbagai tindakan kekerasan.

3 dari 3 halaman

3. Awal Petisi Online

Awal Petisi Online Credit: Shutterstock
Hal tragis yang dialami oleh Audrey mendadak viral karena kemarahan netizen terhadap 12 orang terduga pelaku. Sang pembuat petisi pun mempertanyakan, mengapa korban kekerasan harus damai. "Pelaku harus diadili dan kalau bersalah, kirim ke penjara anak," tulisnya.

"Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPAD) berharap ini berakhir damai demi masa depan para pelaku. Kenapa korban kekerasan seperti ini harus damai?" ujar pembuat petisi, Fachira Anindy, dalam petisi tersebut seperti dikutip dari Change.org.

(kpl/ssm)


Editor:  

Gogor Subyakto

Join Kapanlagi.com