Torehkan Prestasi, Desainer Ini Kenalkan Songket Koto Gadang di Rusia

Dhimas Nugraha | Selasa, 03 September 2019 11:01 WIB
Dhimas Nugraha | Selasa, 03 September 2019 11:01

Kapanlagi.com - Banyak cara dilakukan untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional. Salah satunya yang dilakukan oleh desainer Elga Naldy. Bersama dengan beberapa desainer lain, ia mewakili Indonesia di ajang Collection Premiere Moscow (CPM) Internasional Fashion Trade Show di Rusia yang digelar pada tanggal 3-6 September 2019.

Dalam desainnya kali ini, Elga membawa Songket Koto Gadang untuk dikenalkan di Rusia. Ia mengaku bangga karena bisa mengenalkan salah satu budaya Indonesia ke ajang international.

"Senang diberi kesempatan untuk menunjukan warisan budaya Indonesia salah satunya Songket Koto Gadang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Saya ingin mengenalkan pada dunia, apa yang dimiliki leluhur saya," tutur Elga saat ditemui di kediamannya di kawasan Kemang, belum lama ini.

1 Dari 2 Halaman

1. Sedang Lakukan Riset Songket Koto Gadang

Sedang Lakukan Riset Songket Koto Gadang Elga Naldy ©KapanLagi.com/Mathias Purwanto
Ditambahkan Elga, keikutsertaannya di Collection Premiere Moscow (CPM) Internasional Fashion Trade Show berawal dari tawaran seorang sahabatnya Wawan Soeharto. Kebetulan saat itu dirinya juga sedang melalukan riset tentang Songket Koto Gadang.

"Sekitar lima bulan lalu saat research bahan kain khas Minang yaitu Songket Koto Gadang, saya mendapat tawaran. Katanya ada event fashion di Rusia yang mengenalkan warisan budaya Indonesia," ungkap Elga.

2 dari 2 halaman

2. Bakal Gunakan Teknologi dari India

Di tengah kesibukannya menyiapkan show untuk Jakarta Fashion Food Festival 2019 dan juga menyiapkan busana-busana untuk konser Nicky Astria, Elga juga menyiapkan diri untuk ke Rusia. Karena bahan dari Songket Koto Gadang ini kaku, nantinya Elga akan menggunakan teknologi yang digunakan orang India agar kain ini bisa dipakai sehari-hari. Meski akan memadukan teknologi, ciri khas Songket Koto Gadang ini tak akan hilang.

"Detail benang emasnya yang berbentuk bunga-bunga dipadukan warna cerah jadi semarak dilihatnya. Itulah yang membuat saya tertarik ingin mengangkat warisan budaya leluhur saya ke mata dunia. Saya nggak mau malu-maluin nama Indonesia, karenanya saya total berkonsentrasi menyiapkannya," tutur Elga

(kpl/pur/dim)


Reporter:  

Mathias Purwanto.

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com