Viral Pasien Covid-19 Berusaha Kabur, Begini Penjelasan RSSA Malang

Wulan Noviarina Anggraini| Rabu, 15 Juli 2020 14:48 WIB
Wulan Noviarina Anggraini | Rabu, 15 Juli 2020 14:48

Kapanlagi.com - Seorang pasien Covid-19 berusaha kabur dari Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Pasien berjenis kelamin perempuan itu terekam dalam CCTV sebelum kemudian pihak kemanan dan tim medis berusaha menenangkannya.

Video petugas keamanan berusaha menenangkan pasien yang keluar dari ruang isolasi Covid-19 itu viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan pasien perempuan keluar dari ruang isolasi pasien Covid-19.

Direktur RSUD Dr Saiful Anwar Malang, Kohar Hari Santoso dalam keterangannya membenarkan kejadian tersebut. Insiden berlangsung Selasa (14/7) sore.

"Saat ini pasien yang bersangkutan sudah menjalani isolasi mandiri," tegas Kohar Hari Santoso, Rabu (15/7).

1 Dari 3 Halaman

1. Takut Tak Mampu Bayar

Perempuan tersebut merupakan pasien isolasi dengan status confirm Covid-19 pasca persalinan, Minggu (12/7) melalui operasi caesar. Pasien menempati Ruang Isolasi RSSA (ex paviliun/ VIP) sehingga tipe kamar dengan standart VIP.

"Dengan fasilitas yang ada pasien merasa hal ini di luar kemampuannya jika nantinya akan ada tagihan atau billing dari RSSA," tegasnya.

Selain itu keadaan psikis pasien yang mengkhawatirkan putra-putrinya di rumah, selain bayi yang saat ini masih dirawat di RSSA. Karena memang pasien di ruang isolasi tidak bisa ditemui siapapun.

2 dari 3 halaman

2. Sudah Stabil

Selasa (14/7) sekitar pukul 14.00 WIB, kondisi umum pasien tersebut dinyatakan perbaikan secara klinis. Sehingga direkomendasikan isolasi mandiri dengan pengawasan dari Dinas Kesehatan setempat.

Saat itu, RSSA langsung menghubungi Dinkes setempat untuk penjemputan pasien bersangkutan. Tapi setelah mendapat keputusan diperbolehkan pulang dari dokter, pasien tidak sabar.

Perempuan tersebut berusaha untuk keluar dari ruang isolasi dengan mencuri-curi kesempatan dari pengawasan petugas. Saat itu perawat sedang di ruangan lain untuk merawat pasien lain.

Namun usaha pasien untuk keluar dari ruang isolasi terdeteksi oleh petugas via kamera CCTV. Sehingga petugas berusaha menghentikannya.

"Namun karena tidak memakai APD lengkap sehingga petugas keamanan hanya bisa memperingatkan dengan peringatan verbal dengan terus mengikuti pasien," ungkapnya.

Tidak berselang lama petugas dengan APD lengkap akhirnya datang dan menghampiri pasien yang sempat mendekati driver ojek online. Sehingga dalam situasi tersebut sempat terjadi keramaian.

"Namun akhirnya pasien bisa dibujuk dan dievakuasi ke ruang isolasi RSSA. Proses evakuasinya sekitar 20 menit," jelasnya.

3 dari 3 halaman

3. Isolasi Mandiri di Rumah

Sekitar pukul 17.00 WIB petugas dari Dinas Kesehatan setempat datang dan menjemput pasien. Selanjutnya pasien yang disembunyikan identitasnya tersebut akan melaksanakan isolasi mandiri yang akan diawasi Dinkes.

Kohar juga menyampaikan bahwa Ruang Isolasi RSSA (ex Paviliun/VIP) baru beroperasi seminggu. Pihak rumah sakit terus berusaha menstandartkan fasilitas baik dari sisi pelayanan dan keamanan sebagai ruang isolasi.

Selanjutnya pengawasan keluar masuk akan diperketat, apalagi pintu keluar masuk antara pasien dan tenaga kesehatan sudah dibedakan. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali.

Rumah sakit berusaha meningkatkan komunikasi efektif kepada pasien dan keluarga di Ruang Isolasi. Sehingga pasien dan keluarga memahami hak dan kewajiban pasien saat berada di Ruang Isolasi terkait Covid-19.

(kpl/phi)

Reporter:  

Darmadi Sasongko

Join Kapanlagi.com