Wali Kota Malang Akan Minta Mahasiswa Tandatangani Pakta Integritas Cinta Damai NKRI

Rezka Aulia | Jum'at, 16 Agustus 2019 10:58 WIB
Rezka Aulia | Jum'at, 16 Agustus 2019 10:58

Kapanlagi.com - Wali Kota Malang akan menggumpulkan para Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan swasta (PTS) menyusul bentrok warga dengan aksi demontrasi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia for West Papua (FRI-WP). Kampus diminta mengumpulkan mahasiswanya guna menandatangani pakta integritas cinta damai dan menjaga keutuhan NKRI.

"Seluruh mahasiswa harus berjanji untuk cinta damai dan menjaga keutuhan NKRI," tegas Sutiaji di Balai Kota Malang, Kamis (15/8).

Pemerintah Kota (Pemkot) Malang akan melibatkan perguruan tinggi guna menjaga Kota Malang yang selama ini penuh toleransi dan damai. Lewat langkah tersebut diharapkan mahasiswa yang kuliah di Kota Malang tidak membuat kericuhan serupa. Wali Kota Malang sudang menggelar pertemuan untuk mencegah kejadian serupa.

1 Dari 3 Halaman

1. Penyebab Kerusuhan

Penyebab Kerusuhan © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Sutiaji juga menegaskan, setiap aksi damai untuk menyampaikan aspirasi tidak pernah dilarang di wilayahnya. Namun harus sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku.

"Undang-undangnya sangat jelas, menyampaikan aspirasi itu boleh, tapi sampaikan aspirasi itu dengan cara elok dan tidak menggunakan jalan umum," kataya.

Kamis (15/8) sekitar pukul 09.00 WIB, terjadi bentrok Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Front Rakyat Indonesia for West Papua (FRI-WP) dengan masyarakat. Puluhan massa menyuarakan Kemerdekaan Papua dengan melakukan long march.

Massa dan warga pun terlibat saling serang hingga menyebabkan kemacetan di Jalan Basuki Rahmad. Aksi saling serang tersebut juga menyebabkan sejumlah massa mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan.

2 dari 3 halaman

2. Warga Indonesia Berhak Tinggal di Mana Saja

Sutiaji juga menegaskan bahwa Pemkot Malang sendiri tidak punya kewenangan memulangkan para mahasiswa pelaku kerusuhan di kawasan Kayutangan. Karena para mahasiswa tersebut merupakan salah satu bagian dari Indonesia.

"Mereka warga negara Indonesia yang berhak untuk tinggal di mana saja, termasuk Kota Malang," tandasya.

 

3 dari 3 halaman

3. Kobarkan Semangat Persatuan

Kobarkan Semangat Persatuan © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Sementara saat memberi kuliah Pengenalan Budaya Akademik dan Mahasiswa Fakultas Syariah di UIN Maliki Malang, Sutiaji mengimbau para mahasiswa tetap menjaga persatuan dan kesatuan serta cinta tanah air. Semangat tersebut sebagai salah satu cara agar konflik antar kedaerahan tidak terjadi di Kota Malang.

"Cinta tanah air adalah kunci persatuan dan kesatuan kita. Indonesia memiliki Pancasila dan bendera merah putih yang mampu menyatukan kita,” katanya, Kamis (15/8).

Semangat yang tertuang dalam Pancasila sebagai dasar negara adalah semangat persatuan agar bangsa tidak mudah dipecah belah oleh berbagai kepentingan.

(kpl/dar/rna)


Reporter:  

Darmadi Sasongko

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com