Wali Kota Malang Klarifikasi Kabar Pemulangan Mahasiswa Papua dari Malang

Rezka Aulia | Senin, 19 Agustus 2019 15:27 WIB
Rezka Aulia | Senin, 19 Agustus 2019 15:27

Kapanlagi.com - Wali Kota Malang Sutiaji langsung menggelar jumpa pers menyikapi pernyataan Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang dituding menjadi akar persoalan ricuh demo di Manokwari dan Jayapura. Dalam pernyataannya, Wakil Wali Kota Malang sempat menyinggung soal pemulangan mahasiswa Papua.

Sutiaji menegaskan, pemerintah Kota Malang tidak pernah terpikir mengeluarkan kebijakan untuk melarang termasuk memulangkan mahasiswa asal Papua. Dia sekaligus meminta maaf atas insiden kericuhan yang terjadi saat aksi demo yang dilakukan Aliansi Mahasiswa Papua dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP).

"Pemerintah Kota sampai saat ini tidak pernah buat kebijakan berkaitan pemulangan dan sebagainya. Jangankan WNI, orang di seluruh dunia saja boleh mencari ilmu di kita. Tidak akan pernah ada larangan atau pemulangan," ujar Sutiaji kepada wartawan di kantornya, Senin (19/8).

1 Dari 2 Halaman

1. Bakal Lindungi

Bakal Lindungi © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Dia mengatakan, setiap individu yang tinggal di Malang harus dilindungi. Termasuk mahasiswa Papua yang tengah menimba ilmu di Kota Apel.

"Malang tidak bisa dipisahkan dari Indonesia. Siapapun boleh berada di sini. Utamanya saudara-saudara kita dari Papua. Mereka warga kita juga, harus kita perlakukan yang seharusnya, kita harus menaungi dan melindungi bersama," tegasnya.

Dia mengaku baru mengetahui adanya pernyataan dari Wakil Wali Kota yang menyinggung soal pemulangan. Sutiaji tidak mengetahui persis kapasitas Sofyan Edi Jarwoko saat mengeluarkan pernyataan itu.

2 dari 2 halaman

2. Tak Ada Pemulangan

"Saya tegaskan, saya wali kota tegaskan tidak ada. Mungkin itu atas nama masyarakat atau FKPPI, saya tidak tahu. Keputusan kota tidak ada pemulangan."

Sutiaji melanjutkan, Malang tidak inklusif. Artinya, semua orang boleh tinggal di Malang tanpa ada larangan dalam bentuk apapun.

"Jangankan Papua, orang luar negeri kuliah di Malang banyak. Misalnya Timor Leste juga banyak," ucapnya.

 

(kpl/dar/rna)


Reporter:  

Darmadi Sasongko

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com