Warga Batu Temukan Susunan Bata Kuno Saat Tanam Alpukat di Pekarangan

Wulan Noviarina Anggraini | Jum'at, 13 Desember 2019 17:38 WIB
Wulan Noviarina Anggraini | Jum'at, 13 Desember 2019 17:38

Kapanlagi.com - Awalnya Anton Adi Wibowo (40) warga Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu berniat menanam alpukat di pekarangan keluarga. Niatnya sekadar memanfaatkan tanah kosong milik keluarga yang kosong dan kurang terurus.

Namun saat membuat lubang untuk pohon alpukat, cangkul Anton mengenai bata merah kuno berstruktur. Bata tersebut berjajar dan bertumpuk beberapa lapisan.

"Inginnya kan nanam 6 sampai 10 pohon alpukat di sini. Daripada kosong kurang bermanfaat, terus ditanami alpukat biar bermanfaat," kata Anton Adi Wibowo di lokasi, Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jumat (13/12).

1 Dari 3 Halaman

1. Lapor ke Desa

Lapor ke Desa © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Kejadian sekitar dua minggu lalu itu kemudian dilaporkan ke Pemerintah Desa setempat, sebelum kemudian dilanjutkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu. "Awal kali pertama ketemu, selanjutnya koordinasi dengan pihak desa dan ditindaklanjuti sekarang ini," kata Anton yang juga Ketua RT 01 RW 01 itu.

Bata kuno yang ditemukan di lokasi berukuran lebar 25 Cm, panjang 35 Cm dan tebal 10 Cm. Bata tersebut bertumpuk dan berjajar memanjang dan sementara yang terlihat lebih dari 5 Meter.

Lokasi tersebut berada di samping kiri makam keluarga Anton, begitupun tanah di sekitarnya masih milik keluarga dekatnya. Selain itu juga, di lokasi tersebut juga berdampingan dengan bangunan punden yang di dalamnya terdapat batu yoni dan sebuah patung.

"Kalau dulu sini nyebutnya boto-boto atau punden boto-boto, tapi orang sini sendiri kurang tahu bata seperti apa, tumpukan seperti apa. Awal kali tahu seperti itu. Kita berhenti menanamnya, takutnya ada sesuatu," jelasnya.
2 dari 3 halaman

2. Minta Jangan Usik Makam

Minta Jangan Usik Makam © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Cerita para leluhur juga pernah didengar Anton tentang tumpukan bata di dalam tanam. Orangtuanya cerita kalau di kedalaman sekitar satu meter terdapat bata tiga sampai empat tingkat. Tetapi saat itu dianggap cerita biasa dan sekadar didengarkan saja.

"Keluarga sudah berkoordinasi, yang punya tanah sebelah ini juga keluarga, kebetulan keluarga semua dari Mbah. Ada Pak Lik dan Budhe, semua sudah dikoordinasikan, sudah dirembug, monggo nggak masalah," urainya.

Tetapi keluarga memang berpesan agar untuk yang sudah digunakan untuk tanah makam tidak dibongkar. Keluarga mempersilakan jika digunakan untuk kepentingan yang lebih besar.

"Tidak ada masalah, yang jelas yang sudah ada makamnya dibiarkan saja," tegasnya.
3 dari 3 halaman

3. Sedang Dilakukan Ekskavasi

Sedang Dilakukan Ekskavasi © KapanLagi.com/Darmadi Sasongko
Sementara itu, saat ini sedang dilakukan ekskavasi oleh BPCB (Balai Pelestarian Cagar Buaya) Trowulan, Jawa Timur. Tim masih bekerja untuk mengetahui wujud dan bentuk bangunan tersebut.

"Bentuk dan keluarsan memang tujuan dari kegiatan ekskavasi ini. Ekskavasi sementara akan dilakukan tiga hari, ketika terlihat potensial maka akan kami perpanjang lagi," kata Wicaksono Dwi Nugroho, Arkeolog BPCB Trowulan.

Tim bersama tenaga pengali sekitar 10 orang sedang melakukan pengalian di tanah sekitar 1000 meter persegi itu. Penggalian tersebut diharapkan akan menjawab teka-teki tentang bangunan tersebut.

(kpl/dar/phi)


Reporter:  

Darmadi Sasongko

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com