Warna-Warni Budaya Indonesia, Begini Kemeriahan Festival Taliwang 2019

Zaki Mursidan Baldan | Jum'at, 22 November 2019 11:22 WIB
Warna-Warni Budaya Indonesia, Begini Kemeriahan Festival Taliwang 2019

Kapanlagi.com - Akhir tahun semakin di depan mata, udah tahu mau menghabiskan liburan di mana KLovers? Nggak perlu bingung karena Indonesia punya banyak banget daerah yang memiliki potensi wisata menakjubkan seperti salah satunya Nusa Tenggara Barat. Selain deretan destinasi menawan, di sana para wisatawan juga bisa menemukan beragam event seru yang kemeriahannya dijamin bakal menyita perhatian. Seperti pada hari Rabu tanggal 20 November 2019 lalu baru aja diselenggarakan pembukaan Festival Taliwang 2019.

Diselenggarakan di Sirkuit Barapan Kebo Bentiu, Taliwang, Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), event ini kental banget sama budaya setempat. Suasananya makin terasa sangat istimewa karena semua pengunjung mengenakan busana tradisional Sumbawa. Para pria mengenakan baju Lamung, semacam jas yang dilengkapi Saluar Belo, Pabasa Alang, dan Sapu sebagai penutup kepalanya. Sedangkan para wanita mengenakan sejenis kebaya berlengan pendek bernama Lamung Pane dengan kombinasi Tembe Lompa. Busana ini dilengkapi Pending, Sapu To a, dan aksesoris lainnya. Para gadis yang belum menikah biasanya mengenakan kerudung.

Spirit Sumbawa Barat harus diperkuat. Semua harus dikembalikan ke akar budayanya. Pengelolaannya juga harus bagus. Sikap mental ini sudah terlihat dari Festival Taliwang. Semua bersinergi menonjolkan budaya sebagai pilarnya. Dengan sikap ini, kami optimistis pariwisata Sumbawa Barat akan terus tumbuh. Alam dan budaya di sini indah, Bupati Sumbawa Barat, W. Musyafirin, Rabu (21/11).

Tidak hanya busana, ciri khas Sumbawa juga semakin terasa dengan bangunan yang terbuat dari bambu dengan atap daun kelapa.

Kami sangat mengapresiasi penyelenggaraan festival ini. Opening ceremony-nya bagus dan sangat unik. Pariwisata dan manfaatnya akan semakin optimal di Sumbawa Barat. Potensinya tentu saja besar, apalagi masyarakat di sini tetap melestarikan seni dan budayanya, terang Gubernur NTB Zulkieflimansyah.

Suasana pembukaan semakin meriah kala tarian Pesona Lumpur Taliwang hadir. Terlebih lagi, para penari pria memakai tanduk berwarna hitam di kepala. Celana yang dikenakan berwarna hitam dengan ornamen selendang 3 warna yaitu warna merah, putih, dan kuning. Untuk badan dibiarkan terbuka dengan lilitan 2 selendang hitam yang bersilangan. Pada bahunya terdapat penutup berwarna hitam yang menambah kesan gagah.

Semua detail untuk mendukung pertunjukan ini sudah dipikirkan. Semuanya memiliki filosofi dengan akar budaya di Sumbawa. Yang jelas, penampilannya sukses dan spektakuler. Tarian ini menggambarkan budaya masyarakat Sumbawa secara utuh. Ada banyak elemen yang disertakan, jelas Sutradara Tari Pesona Lumpur Taliwang Eko Supriyanto atau Eko Pece.

Tari Pesona Lumpur Taliwang bercerita tentang kisah cinta para muda-mudi Sumbawa Barat. Dari lintasan Barapan Kebo, mereka melanjutkan hubungannya ke tahap serius. Namun, orang tua sang gadis tidak menyetujui hubungan percintaan tersebut.

Cerita itu lalu dikombinasi dengan 4 tarian khas Tana Sumbawa, seperti Tari Barapan Kebo, Kolong, Benteng Berinas, dan Kareng. Total 500 penari dan pemusik terlibat dalam show kolosal Pesona Lumpur Taliwang.

Pesona Lumpur Taliwang menjadi sajian yang mengesankan. Semua unsur budaya di Sumbawa Barat dikemas secara menarik. Kesan positif tersebut menjadi sinyal bagus. Publik kini semakin mengerti ada banyak keunikan yang bisa dieksplorasi di Sumbawa Barat. Tahun depan harus lebih baik lagi dari tahun ini, kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf, Muh. Ricky Fauziyani.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf, Rizki Handayani mengatakan, festival seperti ini ampuh banget buat menguatkan image pariwisata.

Image Sumbawa Barat sebagai destinasi unik dan menarik kini semakin kuat. Festival tersebut sukses mem-branding-nya. Pengunjung yang hadir di sana pasti akan mengingatnya. Hal inilah yang diperlukan. Dengan branding kuat seperti ini, arus wisatawan akan semakin positif, tutupnya.

(kpl/zki)

TOPIK TERKAIT
 
Join Kapanlagi.com