Curahan Hati Titi DJ - Ovy Rif (II)

Editor KapanLagi.com | 03 Agustus 2011, 18:54 WIB
Curahan Hati Titi DJ - Ovy Rif (II)
KapanLagi.com -
Oleh: Daniel Ruben
  • Soal anak

    Ovy : Seperti halnya saya juga gitu sama anak-anak. Saat awal pindah gitu bisa dibilang mereka masih kecil, masih SD, mereka biasa. Saya suka bantu mereka kerjain PR. Dua-duanya kan bareng kita kerjain bareng-bareng. Saya suka bikin apa aja. Bikin kuis atau apa gitu. Bantu mengerjakan tugas mereka dengan happy. Jadi begitu juga dalam beberapa hal. Mungkin ada beberapa hal yang mungkin mereka lebih biasa kepada saya. Hal-hal itu juga akan membuat saya kehilangan. Seperti itu yang pasti, kalau sudah sayang sih akan ada rasa seperti itu. Dan mungkin tidak akan hilang tapi pasti agak berubah karena kita tidak serumah.
  • Apa komitmen yang kalian buat dulu ketika memutuskan untuk menikah?

    Ovy : Kita tidak membuat komitmen apa-apa sih waktu itu, tapi kita kan menikah dan kita akan berusaha untuk menyatukan dua keluarga ini. Saya bawa anak-anak saya dan Titi bawa anak-anak Titi. Dan kita akan mengusahakan sebaik mungkin sehingga kita bisa jadi satu keluarga. Itu saja. Sebetulnya tidak ada yang dilanggar juga gitu, karena memang sampai saat-saat terakhir kita tetap berusaha. Cuma pada saatnya kita harus menyadari bahwa ada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan gitu, dan tidak akan sampai seperti apa yang kita bayangkan sebelumnya. Dan sebelum hal ini berdampak lebih buruk bagi anak-anak kita, yah, memang kita harus mengambil keputusan itu aja. Jadi, tidak ada komitmen lain yang kemudian dilanggar.

    Titi : Yang harus diketahui, saya dan Ovy ketemu pada saat sama-sama mendidik. Saya sudah terbentuk dan Ovy sudah terbentuk. Ternyata kita mempunyai perbedaan cara mendidik. Bukan serta merta, 'Ah, kita tidak akan bisa ini.' Kita tetap berusaha agar bisa saling menerima cara masing-masing dan sudah ada usaha dan usaha juga sudah cukup maksimal kita lakukan. Bukan sekali dua kali, tapi sudah berkali-kali. Saling menerima cara masing-masing tapi yang protes itu anak-anak.

    Ovy : Misalnya saya terapkan cara saya dan pasti mereka akan protes karena setelah bertahun-tahun bahkan 10 tahun lebih mereka menjalani cara oleh Titi. 'Kok sekarang jadi begini sih?' 'Caranya jadi begini sih?' 'Ini pasti karena adanya ayah'. Sebaliknya juga begitu, anak-anak saya biasanya dengan cara-cara saya, ketika menerima cara lain juga mereka protes, 'Kok jadi begini sih?' Itu pasti akan terjadi seperti itu.

    Titi : Hak untuk memperbaiki atau usaha paling tidak saling bertoleransi menerima pun sudah kami lakukan. Akhirnya berjalan dengan sendiri-sendiri. Ovy dengan caranya kalau ada masalah, saya dengan cara saya tapi itulah yang membuat itu tidak sehat.

  • Ovy Rif - Titi DJ di kantor WGE

    Ovy : Iya, pada akhirnya kan jadi kembali lagi. 'Wah, ini saya tidak bisa nih. Harus nunggu ibunya datang karena dengan cara saya gak bisa begitu'. Juga sebaliknya, 'Wah ini Axel dan Keisha begini nih. Gak bisa. Harus nunggu saya'. Jadi akhirnya tetap sendiri-sendiri, padahal satu rumah. Akhirnya timbullah kekagokkan di antara anak-anak sendiri yang akhirnya makin lama makin terlihat gak sehat. Misalnya, ada anak pulang sekolah dengan ada masalah atau apa, ketika kita lagi bersama justru kagok untuk ngomong. Akhirnya banyak yang gak diomongin. Mereka pulang sekolah malah masuk kamar masing-masing. Jadi makin jauh karena mereka sendiri tidak mau berkonflik. Tidak mau intrik-intrik. Jadi caranya makin menjauh, jadi ini salah satu cara kita untuk mendekatkan kembali. Sebetulnya, itu jadi apa yang saya rasa semakin menjauh itu harus didekatkan kembali. Kita tidak bisa melepaskan mereka, gitu. Itu tanggung jawab kita, apalagi kita mau cuek, gitu itu gak bisa untuk tidak peduli.

    Titi : Salah satunya memang alasan itu yang paling membuat kita akhirnya menyadari bahwa kita akhirnya tidak mempunyai kekuatan lagi untuk memperjuangkan. Itu salah satunya itu.

    Begini, jadi kalau pun ada masalah lain, biarlah itu menjadi pemikiran kita. Boleh dong kita gak share semuanya. Iya kan? Dengan begini pun pasti akan menimbulkan komentar masing-masing walaupun kita sendiri pun tidak terlalu memperdulikan komentar orang dengan apa yang kita jalani sekarang. Kalau pun ada, biarlah itu menjadi pemikiran kita berdua.

    Sepertinya gak ada lagi yah kewajiban-kewajiban, justru memikirkan, menata langkah apa yang kita ambil kalau hak dan kewajiban. Begitu juga Ovy memberikan kewajiban-kewajiban. Jadi, artinya tidak ada lagi kewajiban yang harus kita jalani. Kita tetap diskusi, kita tetap ketemu diskusikan lah langkah-langkah kita ke depannya karena waktu kita panjang nih. Ada sebulan untuk memikirkan langkah-langkah ke depan karena apapun bisa terjadi, gitu, ke depannya.

    Kayaknya melihat Ovy, dia sudah bisa menarik kesimpulan yah. Maksudnya, kita bicara akan hal itu, ada pembicaraan antara kita berdua yah maksudnya.
  • Mengganggu project yang kalian kerjakan, atau nanti yang akan dikerjakan?

    Titi : Gak ada pengaruhnya karena saya sendiri ada proyek juga begitu pun sama Ovy.

    Ovy : Sebetulnya memang proyek-proyek yang pernah kita lakukan bukan hal yang direncanakan dari jauh gitu. Memang hal-hal yang kita bikin ini jadi hal-hal yang spontan aja antara kita. Sebetulnya tidak ada proyek jangka panjang, itu tidak ada. Kalau saya, kan saya punya band, ada Rif. Itu yang pasti akan saya jalankan terus. Sedangkan untuk proyek-proyek kita berdua sih memang kita gak ada hal-hal yang bisa kita kerjakan gitu. [initial]
TAPI....KEBERSAMAAN ITU TETAP ADA
Titi DJ - Ovy Rif Umumkan Perpisahan:

Titi-OvyTiti-Ovy Titi-OvyTiti-Ovy Titi-OvyTiti-Ovy
(kpl/ben/nat)
BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑