Hidup Sehat, Ruben Onsu Pilah Karier

Editor KapanLagi.com | 17 April 2012, 16:35 WIB
Hidup Sehat, Ruben Onsu Pilah Karier
KapanLagi.com - Oleh: Budy Juwono

Dikenal sebagai pembawa acara televisi yang cukup piawai mengubah suasana acara dengan guyonannya, artis Ruben Onsu selalu mencari inspirasi jauh dari keramain kota Jakarta. Pria kelahiran Jakarta, 15 Agustus 1983 ini, lebih memilih meluangkan waktunya di tengah pedesaan di kawasan Sentul Jawa Barat.

Sebagai seorang presenter berpengalaman Ruben mengaku tidak mau membawakan genre acara yang sama. Hal itu dilakukan oleh mantan pemeran Lenong Bocah itu, lantaran ia ingin menjaga kualitas sebagai seorang presenter. Untuk mewujudkan mimpinya tersebut, Ruben harus memilah-milah tawaran untuk membawakan acara. Tak hanya itu, presenter yang mulai dikenal masyarakat lewat program acara Rumpi ini, juga harus melakukan diet agar menunjang penampilannya di atas panggung. KapanLagi.com® berkesempatan berbincang dengan Ruben Onsu di sela-sela libur weekend-nya di Kawasan Sentul. Ingin tahu seperti apa, mari kita simak berikut ini:

  • Kenapa liburan tidak dengan keluarga?
    Kalau gue bawa keluarga nanti gue gak liburan dong, yang ada-ada aja dibahas, cukup sama asisten saya. Seru-seruan, galau-galau nggak penting.

  • Mencari inspirasi di tempat sepi?
    Ya pasti ya buat mencari inspirasi untuk membawakan program acara karena saya gak mau membuat pemirsa menjadi jenuh, harus ada sesuatu yang baru lagi dari Ruben, tapi apa. Nah apanya itu yang saya harus pikirkan, di tempat-tempat seperti inilah yang saya perlukan, okey, tenang istirahat. Kecuali jika nanti saya sudah punya pasangan ya.

  • Cukup dekat dengan asisten?
    Ya kalau aku sama Bemby itu dekat banget, melebihi aku dengan keluarga aku. Dia itu yang bangunin aku tidur, menyiapin handuk, pakaian saya, sabun dan shampoo, semuanya di situ disiapin. Terus makanan saya semuanya Bemby yang masak lah. Saya bersyukur banget punya Bemby yang selalu membantu saya.

  • Tadi sempat makan nasi merah?
    Ya nasi merah. Setelah diet belakangan ini, gak makan nasi saya. Udah kembali lagi makan nasi tapi nasinya nasi merah kalau bisa karena kan kadar gulanya tidak terlalu banyak. Kebetulan saya kepingin selalu sehat dan selalu bugar itu yang terpenting buat saya.

  • Sudah lama ya?
    Proses diet saya sudah dua tahunan. Kalau dulu kan bisa dilihat gue udah kayak balon udara, tinggal diterbangin doang gitu. Kayaknya udah cukup sekarang ukuran baju saya, udah SS.

  • Apa yang dirasakan dengan mengkonsumsi nasi merah?
    Sebenarnya kalau orang yang gak bisa makan nasi merah pasti orang akan bilang anyir gitu ya, keras atau hambar lah rasanya. Tapi buat saya kalau kita sudah makan makanan berlemak dan ditambah dengan kadar gula yang tinggi itu adalah pola hidup yang gak sehat. Karena saya juga gak meminum minuman yang mengandung gula tinggi ya. Tapi kalau minuman buah-buahan gitu saya masih mau minum. Tapi kalau minuman yang kadar gulanya tinggi dan berbahaya, saya gak bakal mau minum.

  • Apa ada riwayat penyakit gula?
    Nggak ada penyakit gula ya. Tapi saya takut makanya, kalau masih bisa dijaga dari muda ya dijaga dari muda lah sebelum saya sakit. Karena saya nggak mau gara-gara makanan yang saya makan, saya jadi sakit. Makanya memilih makanan-makanan yang sehat. Hidup teratur, pola tidur dan makan yang teratur, itu yang paling penting.

  • Makna sehat?
    Makna sehat buat saya itu mahal, karena sehat itu buat saya penting. Uang banyak tapi nggak sehat jadi nggak asyik. Uang sedikit tapi sehat, enak ya hidupnya lebih langgeng lagi. Makanya makna sehat buat saya itu sangat penting untuk kesehatan terus buat badan juga.

    Kemarin itu kenapa saya diet karena saya sudah ditegur sama dokter, saya kan bantet ya. Untuk tinggi saya seperti itu, saya gak wajar, dikasih tahu efeknya sama dokter. Nanti bisa kena serangan jantung mendadak, sesak nafas. Makannya gue harus diet. Saya memutuskan untuk diet ketika berat badan saya itu 88kg, sekarang saya normal di 59 sampai 60kg.

  • Bagaimana cara meraih sukses menjadi presenter?
    Ya, kalau sekarang ini, saya sedang menyeleksi program acara. Ya ada lah beberapa program acara yang saya ditawarin. Kalau sekarang ini, tahapnya saya sudah memilah-milah program ya, tidak semua progam saya ambil karena tujuannya adalah meningkatkan mutu kualitas. Saya nggak mau muncul di banyak program TV tapi nggak fokus. Jadi kayak Ceriwis dan Ranking 1 itu kan image yang bagus ya. Saya sendiri cukup puas dengan Ranking 1, selalu bangun pagi dan selalu memberikan soal. Dan akhirnya, bukan suatu ajang televisi yang memberikan tapi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kepada saya sebagai program yang paling edukatif.

    Saya cukup bangga dengan program yang saya bawakan karena memberikan suatu wawasan yang bagus buat pemirsa. Nah, program-program seperti itu yang saya seleksi. Dalam waktu dekat ini saya akan membawakan salah satu program terbesar di salah satu stasiun tv, yang akan keluar di bulan April ini. Ya itu sih yang baru saya ambil sampai sekarang ini.
  • Sudah banyak tawaran yang ditolak?
    Sudah banyak yang saya tolak karena saya tidak mau membawakan genre yang pernah saya bawakan. Terus yang kedua bukan menjatuhkan image saya gitu, saya kepingin program yang meningkatkan kualitas saya lagi nih. Cuma kan sekarang ini program kuis yang masih bertahan dalam hitungan tahun itu masih Ranking 1 kan ya. Image-nya itu yang membuat beban buat saya, kalau saya melakukan kesalahan itu pemirsanya akan kabur. Makanya Ranking 1 sekarang ini kan masih tetap di rating dan share yang okey, karena programnya dia yang selalu ganti-ganti konten.

  • Bagaimana cara mengupgrade diri?
    Ya gue refreshing sebentar atau nggak gue ke mall jalan-jalan itu yang paling penting. Buat gue untuk menjadi orang pintar itu banyak ya, tapi menjadi orang yang kreatif itu agak susah. Makanya gue lebih memilih menjadi orang yang kreatif dan gue memilih untuk jauh lebih tenang gitu.

  • Orang yang kreatif?
    Orang yang kreatif itu bisa melakukan suatu hal tanpa menjiplak karya orang lain. Tapi sebenarnya menjiplak juga sesuatu yang kreatif sih, karena dia punya pikiran untuk menjiplak. Cuma kalau bisa ya kreativitas itu bukan karena kekerasan atau main fisik lah. Dan buat saya alangkah sedih jika anak kecil itu ada nonton, dan orang tuanya juga akan sedih jika ada artis idolanya seperti itu, bisa ditinggalin. Nah, saya takut kalau ditinggalin sama pemirsa.

  • Karakter yang sekarang?
    Memang semuanya sudah terbentuk dari program yang saya bawakan. Jadi saya tidak mau menghilangkan semua itu, maka saya mau ngejalanin aja dari semua yang pernah saya bawakan dan tidak mau saya lepas, karena semua seiring dengan berjalannya waktu.

  • Jadi diri sendiri?
    Kalau masing-masing program sih ada guenya juga ya, kayak tenang dan melucu tanpa kekerasan gue suka gue di Ranking 1, tapi kalau jailnya gue suka di Ceriwis. Buat gue sih kedua program itu yang harus gue maintenance terus kayaknya. [initial]

Ruben Onsu di Pajang Jiwo Resort:

Ruben OnsuRuben OnsuRuben OnsuRuben OnsuRuben OnsuRuben Onsu
    (kpl/buj/nat)
BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑