Lunch With Anya Dwinov: We're Talking About Sex

Editor KapanLagi.com | 02 Juli 2011, 12:17 WIB
Lunch With Anya Dwinov: We're Talking About Sex
KapanLagi.com -
Oleh: Daniel Ruben Ini bukan cerita bohong. Tapi memang adalah sebuah kenyataan, bahwa sepanjang saya menjadi wartawan hiburan, teramat sangat sulit untuk bisa bikin appointment dengan Anya. Percaya atau tidak, saya harus menunggu kurang lebih setahun untuk akhirnya bisa bertemu dengan dia, untuk wawancara tentunya. Ajakan untuk lunch pun akhirnya saya terima dari Anya, setelah dirinya bisa mendapatkan waktu yang luang. "Ben, sumpah deh gue nih baru sekarang bisa ada waktu luang. Kemarin-kemarin itu full banget, belum lagi acara-acara off air gue, banyaaakk banget," ujar Anya di ujung telepon. Wah, sepertinya Anya lagi banjir job nih. Selasa (21/06/2011), tepat pukul 12, saya tiba di Elbow Room Gastropub, di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Hari itu sepertinya matahari sedang bersemangat untuk menyinari bumi. Saking semangatnya, sampai-sampai ac dalam taksi yang saya tumpangi nyaris tak terasa. "Selamat siang mas, tamunya Ibu Anya ya?" tanya sang greeter kepada saya. "Wah, kok dia tau saya tamunya Anya ya? Padahal kan saya belum menyebut nama saya," gumam saya dalam hati. Saya pun segera masuk dan duduk di meja yang sudah disiapkan, sambil menengguk segelas ice lemon tea. Appetizer? Not really. Selang sekitar 10 menit, Anya pun tiba dan langsung bergabung dengan saya di meja. "Ben, gue nggak make up nih, nggak ada sesi foto-foto kan?" Tanyanya kepada saya. Well, sayang sekali Anya, harapanmu tidak akan terkabul, karena fotografer saya sudah standby dengan kameranya di pojokan. Setelah memilih-milih menu, pilihan saya jatuh pada nasi goreng kambing, dan hot tea sebagai beveragenya. Sementara Anya tertarik pada menu mixed meat platter fondue, plus seporsi cheese fondue sebagai appetizer.

Anya Dwinov di Elbow Room Gastropub
Anya ternyata sedang aktif dan disibukkan oleh aktifitas barunya di seputar kegiatan sosial. Saat ini, Anya sangat aware terhadap pendidikan dan pengetahuan masyarakat, terutama kaum perempuan. "Seorang perempuan harus tau dan harus berani menyatakan bahwa saya ingin mengenal alat reproduksi saya dari kecil. Setiap remaja baik perempuan dan laki-laki harus mengenal dengan baik tubuh mereka sendiri, sebelum mereka mengajak orang lain untuk berkenalan dengan tubuh mereka, itu intinya," ujar Anya. Anya sendiri sangat concern dengan masalah ini, karena memang dirinya adalah salah satu duta Keluarga Berencana (KB), dan ia melihat bahwa hal-hal seperti yang ia jelaskan, sangat minim diketahui oleh para remaja sekarang ini. "Gue kurang setuju dengan pernyataan sex bebas, gue lebih setuju dengan pernyataan sex pra nikah. Nah, itu yang harus dihindari, karena pemikiran kita kan orang-orang yang usianya di bawah usia pernikahan tuh rata-rata sangat minim pendidikannya tentang sex. Dan kebanyakan orang melakukannya karena rasa ingin tahu, tapi nggak ngerti efeknya akan seperti apa, itu yang nggak baik," jelasnya panjang lebar. Anya merasa tertarik dengan hal seperti ini, karena ia banyak menerima info dari pakar sex, bahwa kebanyakan orang yang tidak mengerti tentang apa saja yang dimaksud dalam istilah-istilah sex, seperti orgasme, ejakulasi, dan lain-lain. Bahkan ini terjadi juga kepada pasangan suami istri. "Aku sering ngobrol-ngobrol sama Dr Boyke, dan ternyata pasiennya dia tuh kebanyakan pertanyaannya justru apa yang mereka harusnya pahami tentang sex setelah berumah tangga, so they don't know what are they doing actually" lanjutnya. Ternyata Anya tertarik dengan hal-hal seperti ini, dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk kematangan berumah tangga. Well, apa sih pendapat Anya soal gaya pacaran anak muda saat ini? "Sederhana sih pendapat gue, kebanyakan anak muda saat ini dipacu karena rasa 'enak', bukan karena rasa ingin tahu, jadinya ya banyak yang salah kaprah, hanya mengikuti nafsu dan rasa enak itu tadi.

Anya Dwinov
Well, pendapat Anya memang masuk akal menurut saya pribadi. Dalam kaitan dengan hubungan seksual, bisa diambil contoh ada remaja yang berpendapat, kalau hanya sekali bersetubuh, tidak bakal terjadi kehamilan. Atau, meloncat-loncat atau mandi sampai bersih segera setelah melakukan hubungan seksual bisa mencegah kehamilan. Pengetahuan seks yang hanya setengah-setengah tidak hanya mendorong remaja untuk mencoba-coba, tapi juga bisa menimbulkan salah persepsi. Perilaku seks pra nikah ini memang kasat mata, namun itu tidak terjadi dengan sendirinya melainkan didorong atau dimotivasi oleh faktor-faktor internal yang tidak dapat diamati secara langsung (tidak kasat mata). Dengan demikian individu tersebut tergerak untuk melakukan perilaku seks pra nikah. Motivasi merupakan penggerak perilaku. Hubungan antar kedua konstruk ini cukup kompleks, antara lain dapat dilihat sebagai berikut: Motivasi yang sama dapat saja menggerakkan perilaku yang berbeda, demikian pula perilaku yang sama dapat saja diarahkan oleh motivasi yang berbeda. So, are you motivated to doing that? I bet you don't. [initial]
Bincang-Bincang Seks Dengan Anya Dwinov:

Anya DwinovAnya Dwinov Anya DwinovAnya Dwinov Anya DwinovAnya Dwinov
(kpl/ben/nat)
BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑