Produseri Film DILEMA, Wulan Guritno Atasi Problema

Editor KapanLagi.com | 29 Februari 2012, 08:20 WIB
Produseri Film DILEMA, Wulan Guritno Atasi Problema
KapanLagi.com -
Oleh: Budy Juwono Keterlibatan artis cantik Wulan Guritno menjadi seorang produser film bukan tanpa alasan. Istri Adilla Dimitri ini, melihat antusias masyarakat yang cukup besar akan industri perfilman Indonesia. Film DILEMA menjadi tumpuan awal Wulan dalam berkiprah di dunia belakang layar. Mengangkat konsep film dengan berbagai part dalam satu kesatuan yang utuh, Wulan mencoba menawarkan sajian lain untuk penikmat film Indonesia. Bukan langkah yang mudah Wulan menjadi seorang produser film. Ibunda Shaloom Syach Razadee harus banyak belajar dan bertanya kepada senior tentang kiprahnya menjadi seorang produser film. Wulan mengakui banyak kendala yang harus dihadapi dalam manage sebuah produksi film. Seperti apa kesulitan Wulan menjadi seorang produser? Simak perbincangan KapanLagi.com® bersama Wulan di Sekai Restaurant, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta (21/02/2011) berkut ini:
  • Bisa bikin film ini?
    Januari 2011 Robby Ertanto ajak saya untuk bikin film omnibus, karena sudah ada kita berdua akhirnya kita cari 2 sutradara lagi, saya ajak Dila dan Aldi. Nah, kemudian kalau semuanya jadi sutradara siapa yang mau cari duit, akhirnya saya mundur dari sutradara dan jadi produser. Project pertama tentunya kita cari yang deket sama kita. Jadi kita pilih Jakarta tapi masih bisa related dengan kota lain, karena yang kita angkat problematikanya sama. Part gambler saya cari Robert Ronny, dan saya cocok dan dia udah pulang dari Amerika. Dia gantikan posisi saya yang tadinya saya mau jadi sutradara. Karena film ini ada 5 cerita, tadinya memang mau dibikin putus-putus, tapi berkembang lagi jadi satu kesatuan film. Itu hanya konsep, memang cukup sulit nyatuin 5 cerita, tapi kita pelan-pelan menyambung menjadi satu dan di situ sulitnya. Membuang 50 menit untuk dijadikan 100 menit. Sebenernya kita nggak pingin buang itu, mungkin nanti buat dvd, sekarang jadinya 100 menit.
  • Terjun jadi produser?
    Mungkin karena udah lama, 13 tahun, lihat banyak skrip. Banyak tanya senior-junior juga, mungkin karena ketemu mereka dan itu yang buat berani atau bisa dibilang memberanikan diri. Saya memang cinta film, yang belum kesampaian memang bikin film. Karena kecintaan saya sama film, jadi semuanya serba kebetulan. Ini pertama kali jadi produser, ilmu saya banyak yang harus saya pelajari, kita cuma niat bikin film. Tadinya kita mau pinjem bendera tapi ada jalan akhirnya kita bikin PH sendiri. Jadi kita punya tanggung jawab panjang.
  • Susahnya?
    Susah banget, 2011 Januari Robby berhasil yakinkan saya kalau saya bisa jadi produser. Mungkin gue memang banyak teman yang bisa ditanya, tapi dengan pintarnya Robby, dia meyakinkan saya bahwa saya bisa. 2011 baru proses kreatif, ide-skenario tapi akhirnya kita bisa nulis skenario. Bulan ketiga, Maret, kita mulai yakin, ide mulai keliatan walau skenario belum jadi, dan ini belum ada duitnya. Kita udah tentuin datengin orang-orang yang akan kita pilih, tapi akhirnya mereka mau gabung ke kita. Abis itu cari dana, apalagi tipe film DILEMA yang cukup berani, tapi ya ternyata ada orang yang punya semangat yang sama. Mungkin bukan menghibur tapi memang ada plihan. Mudah-mudahan film ini jadi populer. Makanya saya mencoba walau filmnya realita sosial tapi digarap dengan ringan, setengah idealis setengah komersil. Kenapa pemain yang kita pilih elite semua istilahnya, bukan hanya untuk menarik penonton tapi perannya menantang. Jadi harus diperankan tokoh-tokoh hebat. Ya walau kita mencapai itu, jadi biayanya gak lebih dari 5M, harusnya 5-10M, itu udah jadi ukur-ukuran saya koq. 6 bulan nulis, bulan ketiga kumpulin orang, ke-6 line, ke-7 syuting, 8-12 editing, abis itu promo.
  • Target?
    Memang kita harus punya target. Pingin punya target, cerita memang middle up, segala strata ada, jadi mudah-mudahan siapa pun yang nonton dari segala segmentasi related, 17 tahun ke atas. Mungkin memang belum untuk 13 tahun kena ke titik itu, orang suka film, semua orang suka sama film kita yang informasinya cukup.
  • Akan total marketing-in film ini?
    Pokoknya gimana pun caranya, jika ada kesempatan, gue pingin ditonton sebanyak-banyaknya datengin orang baru ke bioskop mungkin. Sedang ada film yang bagus bisa ditonton. [initial]
DILEMA - Kapanlagi Nonton Bareng Pecinta Film:

Dwi AndhikaDwi Andhika Dwi AndhikaDwi Andhika Dwi AndhikaDwi Andhika
(kpl/buj/nat)
BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑