Rianti, Ayu, Astri: Animasi, Komedi dan Edukasi

Editor KapanLagi.com  | 01 Mei 2011, 13:52 WIB
Rianti, Ayu, Astri: Animasi, Komedi dan Edukasi
KapanLagi.com -
Oleh: Daniel Ruben
WHAT MOVIES STARS WATCH THIS WEEK?
Kemacetan Jakarta semakin hari, semakin menjadi-jadi. Hampir tak ada lagi ruas jalan yang lenggang yang bisa ditemui di Ibu kota Indonesia tercinta ini. Padahal, tingkat pengangguran masih tergolong tinggi. Lantas, ribuan orang yang tumpah ruah di jalanan itu pada mau kemana ya? Ah, tak akan ada habisnya kalau kita memikirkan jawaban dari kemacetan yang terjadi dan semakin parah itu. Yang paling penting, kita boleh ber 'bangga' hati punya kota dengan serba nomor satu. Nomor satu macetnya, nomor satu banjirnya. Daripada pusing memikirkan Jakarta dengan segala permasalahannya, lebih baik saya mengajak Anda untuk ngobrol-ngobrol bersama artis cantik kita, yang siap memberikan komentar-komentar jitu mereka dalam memilih dan mereview film. Kali ini, ada Rianti Cartwright, Ayu Shita, dan Astri Nurdin.
  • Rianti Cartwright : BIG STAN (Rob Schneider, Jennifer Morrison, Scott Wilson). Stan Minton (Rob Schneider) adalah seorang pengusaha properti yang sukses. Namun, ternyata ia menggunakan kelihaiannya dalam berkompromi untuk menipu calon pembeli apartemen yang dijualnya. Ia pun diseret ke pengadilan dan dijatuhi hukuman 5 tahun penjara. Stan menjadi panik ketika mengetahui bahwa kehidupan di penjara akan sangat kejam, salah satunya fenomena pemerkosaan di kalangan napi. Menghadapi situasi tersebut, Stan berusaha mati-matian mempersiapkan diri menghadapi hari-hari terberatnya di penjara. Ia berguru pada "The Master" (David Carradine) yang mengajarinya ilmu beladiri.

    Rianti Cartwright
    "Hai haiii, apa kabar mas Ruben?" ujar Rianti sesaat setelah koneksi telepon saya berhasil terangkat oleh si cantik Rianti. "Hai, kabar baik Ti," balas saya. Rianti memang sosok yang sangat baik dan ramah menurut saya. Ini bukan tanpa alasan tentunya. Tampilan dirinya yang sederhana dan sangat humble ketika berinteraksi dengan siapa pun, membuat semua orang betah ngobrol dengannya. Tawaran untuk wawancara pun hampir tak pernah ditolaknya, apabila saya meminta. Hmm, sangat nyaman memang apabila saya sedang ngobrol dengannya. Ia memang selalu menjadi sasaran saya jika ada yang ingin saya tanyakan seputar dunia hiburan ;) "Film ini punya cerita yang bagus ya. Ceritanya jelas dan straight to the point, nggak bertele-tele. Karena memang genrenya komedi, pastinya banyak lelucon yang emang lucu, meskipun ada beberapa kalimat yang agak-agak kasar menurut aku untuk kategori film remaja, tapi masih ok lah," jelas isteri dari Cas Alfonso ini. "Kenapa kamu milih film ini buat ditonton Ti?" lanjut saya bertanya. "Well, sebetulnya film ini menurut aku emang buat orang yang mau nyari hiburan, pengen ketawa-ketawa, dan emang dari awal sampai akhir, film ini bikin kita terus ketawa. Nah, buat yang lagi stress gara-gara kerjaan atau apalah, film ini cocok banget," sambungnya sambil tertawa. "Tapi kalo aku pribadi ngeliat film ini ada yang unik, yaitu settingnya di penjara. Mungkin nggak banyak ya film komedi yang settingnya penjara. Ya, mungkin ada pesan khusus kali ya lewat film ini, bahwa untuk bertahan hidup di dalam penjara tuh nggak selalu identik dengan kekerasan, kekuasaan, yah yang kaya gitu lah yang biasa ditemuin di cerita-cerita penjara. Overall, ceritanya ok kok. Poinnya aku kasih 8 deh" ungkap Rianti.
  • Ayu Shita : GNOMEO AND JULIET (Emily Blunt, James McAvoy, Maggie Smith) Secara sepintas, patung-patung kurcaci yang menghiasi taman itu memang hanyalah patung biasa namun saat para penghuni rumah pergi, petualangan baru dimulai. Ternyata patung-patung ini punya kehidupan layaknya orang-orang yang ada di sekitar mereka. Dan saat pemilik rumah pergi, tiba saatnya untuk berpesta pora ala para kurcaci. Seperti para remaja yang gila pesta, para kurcaci ini juga selalu membuat kekacauan saat berpesta. Jadi jangan heran kalau pemilik rumah datang dan mendapati rumah mereka dalam keadaan berantakan. Gnomeo (James McAvoy) sangat mencintai Juliet (Emily Blunt) dan begitu juga sebaliknya.

    Ayu Shita
    Saya sedang sibuk mengerjakan perjanjian kerjasama dengan salah satu promotor, ketika Yahoo Messenger saya di buzz oleh salah satu editor KapanLagi.com® di Malang, untuk sekedar menanyakan tulisan saya yang sudah agak jarang masuk ke emailnya. "Uuppss, sorry, aku lagi hectic banget," balas saya. Editor yang satu ini sebetulnya sudah beberapa kali 'menagih' tulisan saya, dan sepertinya ia tak bosan-bosan. Dengan sedikit kehebohan, saya pun menghubungi Ayu, untuk ngobrol soal GNOMEO AND JULIET. "Filmku agak basi ya,hahaha. Tapi emang akhir-akhir ini aku agak sibuk jadi yang terakhir aku tonton ya film ini. Sebetulnya, menurut aku cerita film ini tuh kebaca banget, karena mungkin diadopsi dari film ROMEO JULIET nya Shakespeare. Tapi tetep menyenangkan, terutama adanya karakter Nanette (katak betina) yang bikin film ini jadi lively," sahut Ayu di ujung telepon. Ayu pun sedikit bingung ketika saya tanyai mengenai bagian yang paling ia suka dari film tersebut. "Alurnya sama semua sih jadi nggak ada spesifiknya yang aku suka bagian mana. Tapi aku suka desain-desain rumah dan barang-barangnya dan suasana eksterior dan interiornya," ucapnya. "Berarti menurutmu yang menonjol bukan dari segi ceritanya ya Yu?" Tanya saya. "Bisa dibilang begitu. Tapi mereka mengemas dengan baik, jadi tertarik untuk nonton, dan pas ditonton pun ceritanya nggak ada yang sangat spesial, bahkan udah ketebak ceritanya, tapi visualisasinya menyenangkan," tuturnya. Angka 7,5 pun diberikan Ayu untuk film arahan sutradara Kelly Asbury ini.
  • Astri Nurdin : TANDA TANYA (Revalina S Temat, Reza Rahadian, Agus Kuncoro, Hengky Sulaeman) Dikisahkan bahwa terdapat 3 keluarga dengan latar belakang yang berbeda. Keluarga Tan Kat Sun memiliki restauran masakan Cina yang tidak halal. Keluarga Soleh, dengan masalah Soleh sebagai kepala keluarga yang tidak bekerja namun memiliki istri yang cantik dan soleha. Keluarga Rika, seorang janda dengan seorang anak, yang berhubungan dengan Surya, pemuda yang belum pernah menikah. Hubungan antar keluarga ini dalam kaitannya dengan masalah perbedaan pandangan, status, agama dan suku.

    Astri Nurdin
    Rush hour. Itulah yang sedang terjadi pada Rabu (27/04/2011) siang. Saya sedikit disibukkan dengan beberapa kerjaan yang tak bisa ditunda. Belum lagi keesokan harinya saya dan tim harus mempersiapkan meet and greet with Christian Bautista. "Hmm, mumpung lagi makan, sekalian deh nelepon Astri," gumam saya dalam hati. Sambil menyantap nasi kuning pemberian rekan saya, saya menyempatkan diri untuk menelepon Astri, setelah terlebih dahulu saya hubungi via blackberry messenger. "Tri, lagi sibuk nggak? Aku mau nanya-nanya sedikit nih soal film," saya berujar membuka pembicaraan. "Film bioskop atau apa nih. Kalo film yang terakhir gue tonton judulnya TANDA TANYA Ben. Inti filmnya Hanung ini bercerita tentang toleransi beragama. Gue sih emang dari awal udah niat pengen nonton film ini, karena wara-wirinya udah heboh banget. Film ini juga sebetulnya tidak terlalu membela yang satu, dan nggak memojokkan yang lain. Tapi yang penting, kita harus nonton dengan hati yang bersih dan lapang dada. Karena kalau kita datang tapi tujuannya subjektif, mendingan jangan nonton deh," cerita Astri panjang lebar. "Lho, memangnya kenapa? Berbau provokasi emangnya?" Tanya saya kembali. "Berbau provokasi sih nggak, cuma memang cerita di film ini menggambarkan beberapa peristiwa serupa yang pernah terjadi. Menurut gue mereka mengemasnya bagus banget, hingga akhirnya nggak ada yang dibelain, dan nggak ada yang dipojokkan," lanjut Astri. Film ini memang sempat mengalami pro dan kontra pasca peluncurannya. Berbagai macam komentar dan reaksi pun berdatangan terhadap film yang sebetulnya mengusung tema kehidupan dalam keragaman agama dan budaya. Film ini diangkat dari berbagai kisah nyata di lingkungan masyarakat. "Plotnya nggak lambat kok, cut to cutnya lumayan banyak, dan pemilihan aktornya juga pas banget, terutama si David Chalik, yang berperan sebagai ustad. Dia udah lama nggak muncul, dan dia kan dikenalnya sebagai presenter. Tapi waktu dia main di film ini tuh keren banget, natural banget. Karakter yang diperankan pun sangat dalam dimainkan sama David. Dia jadi ustad yang nggak sok menggurui, tapi sangat bijaksana dan humble. Ya, intinya film ini sangat mengajarkan bagaimana pentingnya toleransi beragama, dan mengajarkan juga bahwa kalo jadi orang jangan pernah merasa paling benar, karena biasanya, orang yang selalu merasa benar, justru dialah yang paling bersalah," tutur Astri dengan nada tegas. Angka 8,5 diberikan Astri Nurdin untuk film ini.
Selama tulisan ini saya buat, baru kali ini saya mendapatkan artis yang mereview film dalam negeri, yaitu TANDA TANYA pilihan Astri Nurdin. Filmnya pun memang saya akui sangat bagus untuk ditonton, karena memiliki unsur edukasi yang baik dan positif dan sangat mengena kepada masyarakat kita khususnya, agar lebih lagi menghormati dan meghargai sesama manusia. Astri pun memberikan review yang fantastis terhadap film ini. It's so wise Astri Nurdin J. Tapi, dua artis cantik dengan film Hollywoodnya pun tak kalah seru untuk dibahas. Ya, Ayu memiliki imajinasi tinggi dengan GNOMEO AND JULIETnya, sedangkan Rianti memiliki selera humor yang tinggi dengan BIG STAN pilihannya. Smart and beautiful! And that's the way you are girls ;)[initial]
Lihat Galeri Rianti Cartwright:

Rianti CartwrightRianti Cartwright Rianti CartwrightRianti Cartwright Rianti CartwrightRianti Cartwright
Lihat Galeri Ayu Shita:
Ayu ShitaAyu Shita Ayu ShitaAyu Shita Ayu ShitaAyu Shita
Lihat Galeri Astri Nurdin:
Astri NurdinAstri Nurdin Astri NurdinAstri Nurdin Astri NurdinAstri Nurdin
(kpl/ben/nat)
BERI KOMENTAR▼
Komentar
Latest
↑