Saipul Jamiell Bangun Mushola Untuk Virginia

Editor KapanLagi.com | 15 Februari 2012, 09:36 WIB
Saipul Jamiell Bangun Mushola Untuk Virginia
KapanLagi.com -
Oleh: Budy Juwono Pasca meninggalnya istri kedua pedangdut Saipul Jamiell, Virginia Anggraeni akibat kecelakaan tunggal di Tol Cipularang, Jawa Barat, pada (03/09/2011) lalu. Untuk menguatkan kegundahan dan kehampaan dirinya itu, Ipul (sapaan Saipul Jamiell) lebih banyak mendekatkan diri dengan Allah SWT. Pria kelahiran Serang, Banten, 31 Juli 1980 ini, berencana membangun sebuah Mushola di daerah Citayam Bogor sebagai perwujudan cinta kasihnya dengan Virginia. Kepergian Virginia tersebut masih menyisakan kenangan indah di dalam hati Ipul. Mantan suami Dewi Perssik ini harus menitikkan air mata ketika harus meninggalkan rumah sewaan yang ditempati olehnya dan Virginia. Hati Ipul seakan menjerit dan meronta tak kuasa menahan rasa iba dan haru ketika pelantun lagu duet 'Sang Bintang' ini melihat rumah baru yang menjadi impian mereka berdua. Tak hanya rumah yang menjadi memori terindah Ipul, sepeda motor sport 250 cc juga benda berharga yang tak pernah dilupakan oleh mantan pemandu acara kuis Takdut (Indosiar). Virginia dan Ipul sering mengendarai motor ketika hendak shalat Subuh dan Tarawih bareng di masjid dekat rumahnya. Seperti apa kenangan manis Ipul dengan Virginia? Bintang film SETAN BUDEG (2008) ini bersedia membagi kenangan indahnya bersama Virginia kepada KapanLagi.com® di kawasan Pejanten Pasar Minggu beberapa waktu berselang.
  • Pasca kepergian almarhumah, untuk menyemangati diri dari keterpurukan seperti apa?
    Selain kegiatan ibadah kenceng lagi ya shalat wajibnya gak boleh ketinggalan, terus shalat sunahnya juga harus terjaga. Subhanallah ya. Saya meyakini almarhumah itu terjaga dengan baik di alam sana. Allah menjaga dia. Setiap hari saya berdoa, ya Allah jaga dan sayangi dia ya Allah, karena saya benar-benar yakin dia sudah ada di samping Allah.
  • Prihatin biar nambah pahala almarhumah?
    Saya yakin selama dia masih hidup banyak hal yang positif yang diberikan dia kepada masyarakat yang kurang beruntung. Saya juga sebagai suaminya juga sekarang itu mainnya sosial mulu. Setiap hari tanpa berbuat amal itu saya gak bisa. Saya juga minta doa untuk almarhumah sama masyarakat. Dan sekarang alhamdulilah saya juga sedang membangun mushola, mudah-mudahan itu juga menjadi tambahan pahala yang ditujukan untuk almarhumah.
  • Di mana dan sekarang sudah sampai tahap apa?
    Di Citayam. Sekarang ini masih dalam tahap pengendapan tanah karena kita kan ngambilnya masih tanah mentah, masih diolah lagi, dan itu ada di dalam kompleks ya. Untuk matang itu butuh waktu lama untuk benar-benar matang gak ada pengempesan lagi gitu. Jadi sekarang masih dalam pengurukkan karena pondasi bawahnya udah. Kayak bangun rumah lah.
  • Kenapa pilih di Citayam?
    Jadi awalnya pada saat almarhumah meninggal saya kayaknya ingin berbuat sesuatu untuk beliau. Tadinya saya ingin membeli beberapa bait Alquran, saya taruh di tiap-tiap masjid. Tapi kayaknya kurang sreg gitu. Terus teman saya ngomong dia pingin membangun mushola tapi terbentur dana, bagaimana. Bisa pas gitu kan, akhirnya insya Allah lah nanti aku yang mewakafkan untuk beli tanah itu, masyarakat senang.
  • Rencananya akan diberi nama apa?
    AL Faraqkin. Mungkin ditujukan untuk siapa kalau nama harus nama-nama masjid pada umumnya lah, menggunakan nama baik dari Alquran.
  • Selain motor ada benda kenangan lagi?
    Rumah itu kenangannya banyak banget dengan almarhumah. Tanggal 15 Desember aku akan meninggalkan rumah itu, aku pindah ke rumah baru yang seharusnya dia ikut, rumah kita bersama tapi dia gak ikut. Waduh sedih banget harus meninggalkan rumah itu. Ya ini sudah sejak awal ya, jadi aku harus rela meninggalkan yang ada kenangannya di rumah itu kan. Mungkin Allah menginginkan aku mendapatkan suasana baru lagi gitu.
  • Beli rumahnya berdua?
    Aku dapat rumah itu dua bulan sebelum aku nikah. Waktu nikah, rumah itu masih dalam proses pembangunan ya, sempat sih pas udah jadi sekitar bulan Februari, rumah itu sudah jadi. Dia sempat bersih-bersihin, dia lihat kamar kita posisinya di mana, kamar mandinya seperti apa. Paling gak dia sudah merasakan rumah barunya di dunia itu seperti apa, ternyata Allah telah memberikan rumah abadinya.
  • Ada permintaan?
    Tidak ada, dia orang yang sangat mendukung suami karena dia tahu aku sudah memberikan yang terbaik untuk dia, aku memberikan rumah yang sederhana itu dia sudah bersyukur alhamdulilah ya. Kita sudah punya rumah beneran, kalau kemarin kita masih sewa rumahnya. Ya ini rejeki pernikahan kita juga ya.
  • Biasa lelaki lebih cepat melupakan?
    Saya rasa saya tidak akan melupakan dia, kalaupun nanti hadir lagi seorang pendamping baru, kita harus sama-sama berterima kasih dengan kasih sayang almarhumah yang sudah diberikan kepada saya, tanpa dia tidak mungkin ada yang baru. Saya ingin mencari calon istri yang mau memberikan support juga untuk keluarganya. Saya tidak mau istri saya nanti malah membuat jeda silaturahmi saya dengan keluarganya. Saya mau istri saya sayang juga dengan keluarganya, andaikan dia menjadi keluarganya seperti apa, pasti kan sedih. Saya sampai detik ini masih bersilaturahmi dan berkomunikasi baik, kalau bisa saya tambah kasih sayang saya sama keluarganya karena keluarganya sangat terpukul sekali.
  • Sekarang tampil sederhana naik motor?
    Ya, saya apa adanya, saya sedang menikmati yang Allah berikan, nafkah apapun. Buat saya melakukan hal itu tidak risih. Kita lepaskan lah atribut-atribut kita, memang tidak gampang ini ya. Justru ini ilmunya banyak saya gak segan naik kendaraan umum, naik ojek, motor. Gak ngerti memang saya itu asli seperti itu. Mungkin orang juga ada yang gak percaya, saya naik motor. Tapi saya bilang memang saya gitu. Ini indah banget gitu, saya senang yang seperti ini. Kayak ke masjid saya pakai sandal jepit terus sarungan gitu.
  • Kenangan dengan Virginia?
    Ya kenangan juga motor itu, waktu mau ke masjid aku nganterin dia. Pada waktu mau beli motor aku ngomong ke dia, boleh gak Aa beli motor, ya udah Aa gak papa beli aja.
  • Kenang yang paling indah pakai motor?
    Ke masjid, kalau sama dia saya gak jauh-jauh ke masjid aja. Biasanya saya sama dia kalau mau shalat tarawih dan shalat subuh jamaah selalu bersama. Motor itu banyak kenangannya dengan almarhumah.
  • Kenapa pilih motor sport?
    Aku lagi senang banget dengan motor sport, ini aja ada rencana aku akan ganti warna hijau. Tapi ya udah lah, kayaknya saya syukurin aja.
  • Senang balapan?
    Gak, memang saya pingin motor ini sudah sejak dari dulu. Tapi momentnya kapan ya. Kagak tahu kenapa di tahun 2011 itu harus terealisasi untuk punya motor itu.
  • Apa enaknya naik motor?
    Saya yakin Allah punya tujuan kenapa saya tahun ini menggunakan sepeda motor. Kenapa saya tidak menggunakan roda empat, Allah punya rahasia, saya gak tahu. Kita pakai motor itu ternyata ilmunya banyak. Kita lebih merendah lagi, kita merasa sebagai artis, orang yang dikenal. Terus kita merasakan hidup itu susah bagaimana, kita itu merasa enjoy kayak gak punya masalah gitu. Saya sekarang ini bergaul dengan orang yang di luar profesi saya. Ilmu yang ini memang sangat mahal sekali. Intinya kita harus saling menghormati, di mata Allah kita semua sama, miskin kaya itu kan hanya ada di dunia, kalau di sana gak ada perbedaan itu, yang berbeda amal kita sama Allah. Justru dengan hal seperti ini apa yang kita punya itu kita berlebih bersyukur dan menjaga lagi.
  • Berhadapan dengan kemacetan?
    Seru banget, orang ngelihat saya banyak yang gak percaya, apalagi motor saya itu ada tulisannya 'Saipul Jamiell' tapi sekarang saya hapus tinggal 'Jamiell' doang kanan kiri. Saya senang saya bisa merasakan bagaimana rasa menjadi pengendara motor yang jalannya dihalangi sama mobil. Jadi benar-benar kembali ke jaman dulu, kita bukan siapa-siapa. Kita punya kendaraan empat kita gak boleh sembarangan melecehkan yang di bawah itu.
  • Banyak yang kenal?
    Muka aku kan aku tutup dengan masker ya. Tapi alhamdulilah orang bisa kenali aku dari suara, gerak-gerik aku, makanya ya jangan sampai disalahgunakan. Saya yakin Allah sudah mengatur rejeki saya sedemikian rupa, mungkin ada waktunya saya tidak menggunakan kendaraan bermotor lagi. Saya baru 6 bulan mengendarai motor. [initial]
(kpl/buj/nat)
BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑