Siapkah Nindy Untuk Menikah?

Editor KapanLagi.com | 29 Juli 2011, 14:43 WIB
Siapkah Nindy Untuk Menikah?
KapanLagi.com -
Oleh: Daniel Ruben Gadis manis yang menjadi teman saya lunch kali ini, biasa disapa dengan panggilan Nindy. Anindia Yandirest Ayunda, demikian nama lengkapnya. Lahir di Padang, Sumatera Barat, 10 Januari 1989, Nindy adalah seorang penyanyi tanah air yang cukup sukses di kancah musik nasional. Nindy yang pernah terpilih menjadi Juara 1 Sumbar Talenta, membuat dia didaulat untuk bernyanyi di Kantor Kedutaan Besar Malaysia. Nindy juga berhasil memenangkan kontes duet bersama Audy yang diselenggarakan oleh salah satu produk kecantikan saat itu, dan ikut menyanyikan lagu berjudul Untuk Sahabat dalam album 23-03. Tahun 2007, Nindy dua kali masuk dapur rekaman. Selain menyanyikan lagu Matahari dalam album Ost. Badai Pasti Berlalu, Nindy juga digandeng kelompok vokal Bragi untuk menyanyikan tembang berjudul Tidur Malam Ini dalam album terbaru mereka, The Best of Bragi. Keberhasilannya dua kali masuk dapur rekaman di tahun 2007 ternyata membuat Nindy menjadi tertantang untuk mencoba meluncurkan album solo perdananya. Dia kemudian merilis debut album solo perdananya pada 20 Oktober 2008 bertajuk Tak Pernah Kubayangkan. Ya, bagi seorang Nindy mungkin tak pernah terbayang sebelumnya untuk merilis sebuah album, yang pada akhirnya bisa terjun ke dunia tarik suara dan dapur rekaman dengan sustainable. Kemenangannya dalam ajang kontes Olay Duet with Audy di tahun 2006 itu pula yang kemudian membuka inspirasinya untuk terjun total di dunia entertainment. Kalau ngomongin karir bernyanyi, tak akan ada habisnya. Kali ini, lunch saya dengan Nindy punya topik yang beda, bukan dari segi karir yang pasti. Siang itu, (13/07/2011), saya tiba di La Porchetta Kemang, untuk lunch dengan Nindy.
  • Cerita dikit dong menjelang persiapan pernikahan nih?
    Tanggal 11 November Insya Allah menikah di rumah orangtuaku nanti resepsinya tanggal 20 November di Hotel Grand Meilia Kuningan.
  • Kamu dan Aska kenapa memilih bulan November ada pertimbangan tersendiri nggak?
    Pertama di bulan November itu orang menikah itu banyak banget, memilih hotel aja susahnya minta ampun. Kita pengennya di hotel ini tapi nggak dapat. Keluarga aku awalnya juga kaget kenapa secepat ini, karena Papa aku itu belum pengen tahun ini, maksudnya nanti tahun 2012 kek biar agak santai. Karena kebetulan kakak-kakak aku udah pada nikah, tinggal adik aku satu cowok itu masih kecil jadi pengennya itu lebih santai tapi yah udahlah nggak apa-apa, karena katanya orang kan nggak baik tunangan lama-lama. Sebenarnya dari tunangan ke nikah jaraknya cukup lama, 6 bulan. Orang biasanya kan 2 bulan setelah tunangan kan langsung nikah. Nah, ini cukup lama juga jaraknya, dan aku lumayan deg-degan sih.
  • Tapi waktu dulu kamu memutuskan untuk ninggalin si Aska memang sekedar pacaran dan tidak terpikirkan bahwa dia akan menjadi suami?
    Nggak, karena pada saat itu masih muda banget, masih baru baru tamat SMA, dan sebetulnya saat itu Aska udah minta supaya aku sama dia tunangan, tapi Mama nggak ngasih karena Mama ngerasa belum waktunya tunangan. Singkat cerita, waktu itu aku memutuskan untuk meninggalkan Aska. Awalnya sih berat dan aku tipe orang yang sangat memendam, nggak pernah cerita sama orang lain, dan waktu aku putus sama Aska tuh berat badan aku tuh turun dari 49 kg, jadi 40 kg karena kepikiran. Tapi Mamaku itu selalu bilang, " Ah Nindy itu pasti nanti sama Aska ujung-ujungnya" Dan Mamanya Aska juga selalu bilang hal yang sama. Awalnya aku nggak percaya sama omongan Mama, karena memang aku sama Aska bener-bener lose contact, dan aku juga nggak punya feeling bakal balik sama dia. Eh, memang feeling seorang ibu itu akurat banget ya, bener aja aku balik sama Aska ujung-ujungnya, hahaha.
  • Usia 23 tahun, buat Nindy sudah cukup matang untuk menikah?
    Masih muda sih, tapi nggak terlalu muda juga, cukup lah karena sekarang kan usia nggak jadi jaminan siap atau tidaknya kita untuk menikah. Yang penting kita harus siap lahir dan batin aja menurut aku.
  • Kalau Nindy sendiri memandang sebuah pernikahan itu seperti apa?
    Yang pasti nikah itu nggak gampang. Buat ngurus surat-suratnya aja ribet, itu baru suratnya belum dalam-dalamnya, banyak hal ya yang harus dipersiapkan dengan baik. Aku kan orangnya keras, ditambah Aska juga keras, merasa punya posisi sama tinggi jadi egonya besar sekali. Sejauh ini banyak hal lah yang bisa teratasi, dan udah banyak yang dilaluin jadi kadang kadang aku mikir banyak kalau sudah banyak hal yang bisa teratasi, aku berpikir harusnya kalau masalah-masalah yang sepele harusnya bisa diselesaikan sama-sama ya. Pernikahan buat aku sangat sakral, dan wajib dijaga dengan baik dan ikhlas.

  • Nindy di La Porchetta Cafe, Kemang
  • Banyak orang yang menyanggupi kesiapan mentalnya ketika akan menikah, namun pada kenyataannya ketika dijalani, justru terkejut menghadapi sebuah pernikahan. Kamu sendiri gimana?
    Memang sangat nggak gampang ya. Kita adalah 2 orang yang berbeda dalam semua hal. Dengan adik atau kakak aja kita pasti banyak perbedaan, apalagi dengan orang lain. Yang jadi tugas kita kan bagaimana kita meminimalisir perbedaan tersebut, dan dijadikan sebuah visi dan misi yang sama. Kita kan harus punya visi dan tujuan yang sama dalam rumah tangga. Kalau visi misinya berbeda, ya nggak akan berjalan baik tentunya.
  • Aska kan seharusnya paham ya profesi kamu?
    Iya, sejauh ini dia bisa memahami banget. Susah-susah gampang sebetulnya ngasih pengertian ke dia, karena dia kan orangnya sibuk kerja, terus karena dia punya perusahaan sendiri, jadi ya dia agak kaget dengan jadwal dan ritme kerja aku yang sangat berbeda dengan dia. Tapi dia lebih milih nemenin aku nyanyi daripada nemenin shooting FTV, karena dia pernah sekali waktu nemenin aku shooting FTV, dan dia kapok banget, hahaha. Dia nggak pernah tahu soalnya kalau shooting memang seperti itu.
  • Profesi kamu sebagai entertainer kan berhubungan dengan banyak orang, bisa nggak kamu atasin rasa cemburunya Aska?
    Aska memang cemburunya tinggi. Yah, kalau aku sih prinsipnya tergantung dari kita aja. Kalau kita menanggapi orang terlalu berlebihan pasti kan feedback dari orang itu kan akan lebih juga ke kita. Kalau kita bisa jaga jarak, pasti akan aman. Kebetulan aku orangnya juga nggak gampang dekat sama orang lain apalagi lawan jenis. Walaupun dia cemburunya tinggi, dia nggak pernah ngelarang aku berkarir.
  • Konsep pernikahan kamu nanti seperti apa?
    Aku itu pada saat akad nikah pake adat Betawi, dari keluarga Aska. Nanti tuh aku akan diarak pake andong. Sebenernya aku tuh pengennya kalau bisa nanti naik opletnya si Doel, trus baru deh diikutin sama beberapa andong dari belakang. Pada saat resepsinya, full menggunakan adat Padang dari keluarga aku. Dan nanti juga sehari sebelumnya kita bikin pengajian juga.
  • Tegang nggak sih menyambut hari H-nya?
    Pastinya, aku deg-degan banget, hahahaha.
  • Yang bikin Nindy paling deg-degan itu apa?
    Yah deg-degan pada saat ijab kabul itu doang sih. Saat itu kan aku bukan milik Papa Mamaku lagi, sudah lepas. Udah gitu, kemaren pas mau lamaran aku jerawatan banget, padahal aku itu nggak pernah yang namanya jerawatan, paling 1 atau 2 pas mau mens gitu. Mungkin stress kali yah, apalagi sakit perutnya minta ampun berasa kayak mau ujian, lebih dari ujian malah, hahaha.
  • Kamu sempat mengajukan syarat ke Aska, sebelum menikahi kamu?
    Dia tau aku pasti banyak permintaan. Jadi aku bilang ke dia, kalau dia mau sama aku, dia harus turutin semua permintaan aku, dan dia menyanggupi, hahahaha. Artinya dia harus terima aku apa adanya aku.
  • Tapi intinya, Nindy udah siap dan mantap berumah tangga?
    Insya Allah yah, mudah-mudahan yah. Didoakan saja karena menikah itu sangat nggak gampang. Mama aku juga mempertanyakan aku siap atau nggak, aku jawab, "Iya, siaaapp!!!" [initial]
Cheerful Lunch With Nindy:

NindyNindy NindyNindy NindyNindy
(kpl/ben/nat)
BERI KOMENTAR▼
Komentar
↑