Korban: Daripada Salman Dipenjara, Lebih Baik Beri Kompensasi

Wulan Noviarina Anggraini | 06 Mei 2015, 17:38 WIB
Korban: Daripada Salman Dipenjara, Lebih Baik Beri Kompensasi

Kapanlagi.com - Beragam komentar datang dari masyarakat dan netizen soal putusan sidang kasus Salman Khan yang menyeret sang aktor dengan hukuman 5 tahun penjara. Salah satunya adalah komentar dari korban tabrak lari yang dilakukan oleh Salman pada 28 September 2002 tersebut.

Korban hidup bernama Abdullah Rauf Shaikh itu mengatakan bahwa dirinya tidak suka dengan fakta Salman harus dipenjara atas kasus yang menewaskan 1 orang itu. Karena penjara membuatnya tak bisa mendapatkan keuntungan apapun dari kasus ini.

"Selama 13 tahun belakangan ini, tidak ada seorang pun yang datang untuk menemuiku. Aku terpaksa terus bekerja agar keluargaku tetap hidup, dan mengalami banyak masalah," ujarnya seperti dilansir Indian Express, Rabu (6/5).

Abdullah lebih suka Salman beri kompensasi daripada dipenjara. @indianexpressAbdullah lebih suka Salman beri kompensasi daripada dipenjara. @indianexpress


Karena kecelakaan itu, Abdullah kehilangan satu kakinya. Dan selama ini, ia tetap bekerja keras demi keluarga. Karena itulah, ia berharap Salman dihukum dengan memberikan kompensasi kepada korban, bukan dipenjara.
"Kalau Salman dihukum penjara, aku tidak akan mendapatkan keuntungan apapun. Kakiku tidak akan sembuh, dan masalahku tidak akan hilang. Kalau mereka memberikan kompensasi, maka itu akan jauh lebih baik," lanjutnya.

Saat kecelakaan berlangsung, Abdullah masih berusia 22 tahun. Bersama 10 korban lainnya, ia sedang tidur di pinggir jalan dan kemudian menjadi korban tabrak lari yang dilakukan Salman.

Kini, Salman menghadapi hukuman 5 tahun penjara seperti yang dijatuhkan oleh hakim. Pasca tes kesehatan, ia akan langsung masuk ke jeruji besi untuk menjalankan hukumannya.

Hakim pun sudah memutuskan bahwa Salman tidak berkewajiban untuk membayar kompensasi apapun kepada korban. Karena itulah, korban merasa bahwa hukuman ini tidak adil baginya.

(ind/phi)

Editor:   Wulan Noviarina Anggraini