Musisi Besar di Balik Film Bollywood, Memberi 'Nyawa' Lebih Dahsyat dan Magis

Wulan Noviarina Anggraini | 29 Maret 2018, 18:38 WIB
Musisi Besar di Balik Film Bollywood, Memberi 'Nyawa' Lebih Dahsyat dan Magis

Kapanlagi.com - Bicara film di India, tak bisa lepas dari dukungan musik yang menjadi 'nyawa' selain akting dari para pemerannya dan juga arahan sutradara yang menjadi 'kepala' dari semua prosesnya. Dengan atau tanpa tarian dan nyanyian, musik tetap menjadi sebuah kebutuhan utama dalam sebuah film.

Di sinilah posisi Music Director ikut menjadi penentu kesuksesan sebuah film, tidak hanya di India tapi juga di dunia. Di tangan mereka sebuah film biasa jadi nampak lebih magis, atau bisa juga membuat film bagus jadi nampak kurang maksimal. Ketika musiknya kurang pas dengan 'nyawa' utama dari film tersebut, maka hasilnya pun tidak akan maksimal.

Karena itulah, proses memilih Music Director selalu menjadi hal yang disorot di Bollywood. Intrik dan perseteruan antara sutradara, aktor dan music director pun kadang tak terelakkan. Sutradara ingin kerja bareng music director tertentu, namun aktor utama tak suka dengan sang MD, akhirnya terjadi pergolakan dalam proses produksi film. Hal ini bukan hanya sekali saja terjadi di India.

Tapi lupakan soal perseteruan antar pelaku industri Bollywood ini. Karena tak akan cukup waktu untuk membahasnya. Kembali ke Music Director, India punya beberapa nama yang selalu menjadi andalan para sutradara dan produser Bollywood. Di tangan mereka, musik terasa berbeda dan bernyawa.

Laxmikant Pyarelal

Laxmikant dan Pyarelal, duo komposer ternama di India ©cinestanLaxmikant dan Pyarelal, duo komposer ternama di India ©cinestan

Duo komposer yang terdiri dari Laxmikant Shantaram Kudalkar dan Pyarelal Ramprasad Sharma ini sudah menangani ratusan film sejak tahun 1963 hingga 1998. Perjalanan mereka terhenti ketika Laxmikant berpulang ke hadirat Tuhan YME pada tahun 1998 dan Pyarelal tidak melanjutkan karirnya selepas kepergian sahabat dan juga partnernya.

Sepanjang karir mereka, duo komposer ini sukses mendapatkan nominasi terbanyak di ajang Filmfare Award. Total ada 25 nominasi yang mereka dapatkan sepanjang karir. Meski tak semuanya berakhir dengan kemenangan, namun hingga saat ini belum ada yang sanggup melewati rekor nominasi yang didapatkan oleh Laxmikant Pyarelal.

Shankar Jaikishan

Legenda di dunia musik film India, Shankar dan Jaikishan ©indianexpressLegenda di dunia musik film India, Shankar dan Jaikishan ©indianexpress

Sebelum duo Laxmikant Pyarelal, penggemar film India lebih dulu mengenal duo komposer Shankar Jaikishan. Mereka meramu musik ratusan judul film India mulai tahun 1949 hingga 1971. Pada zaman itu, Shankar Jaikishan adalah music director paling terkenal dan laris manis.

Sepanjang karir mereka di Bollywood, Shankar Jaikishan mendapatkan 9 piala Filmfare Award sebagai komposer terbaik. Mereka juga berulang kali masuk nominasi sebagai penata musik terbaik di India, lewat ratusan film yang mereka tangani.

Kepergian Jaikishan pada tahun 1971 tak membuat Shankar berhenti berkarya. Masih membawa bendera Shankar Jaikishan, Shankar melanjutkan karirnya hingga ia meninggal pada tahun 1987.

Mithoon

Mithoon Sharma, pendatang baru yang bersinar terang ©asianageMithoon Sharma, pendatang baru yang bersinar terang ©asianage

Di usia yang masih sangat muda, Mithoon Sharma sudah menjadi nama yang disegani di kalangan musisi dan film India. Pria 33 tahun ini adalah salah satu komposer dan penulis lirik terbaik di India, dengan karya yang tersebar di berbagai film tenar Bollywood.

Mithoon adalah tangan dingin di balik film THE TRAIN, MURDER 2, JISM 2 dan puluhan judul film lainnya. Ia pun menjadi komposer tamu di beberapa film ternama seperti SHIVAAY, KI AND KA dan HALF GIRLFRIEND.

Di antara semua film yang ia tangani, AASHIQUI 2 membuat Mithoon sukses mendapatkan piala Best Music Director di ajang Filmfare Award dan beberapa ajang penghargaan lainnya. Lagu Tum Hi Ho pun hingga kini masih kerap diputar di berbagai belahan dunia.

Pritam

Pritam, tangan dingin di balik ratusan film tenar ©indianexpressPritam, tangan dingin di balik ratusan film tenar ©indianexpress

Bernama lengkap Pritam Chakraborty, musisi kelahiran 14 Juni 1971 ini lebih dikenal dengan nama Pritam. Ia adalah salah satu komposer paling disegani di India saat ini, dengan ratusan karyanya di berbagai film Bollywood.

Sepanjang karirnya, Pritam sudah memenangkan 5 piala Filmfare Awards sebagai komposer terbaik. Dan sepanjang 10 tahun belakangan, Pritam menjadi musisi yang paling banyak masuk nominasi di ajang Filmfare Award.

Di tangannya, musik di film tenar seperti DANGAL, JAGGA JASOOS, TUBELIGHT, JAB HARRY MET SEJAL dan DILWALE dipercayakan oleh produser dan sutradara. Dan pada tahun 2017 lalu Pritam menang besar di hampir semua ajang penghargaan film India lewat karyanya di film AE DIL HAI MUSHKIL.

"Channa mereya...mereyaaa..."

A.R. Rahman

A.R. Rahman, terbaik dan pemenang Oscar ©eveningstandardA.R. Rahman, terbaik dan pemenang Oscar ©eveningstandard

Di antara semua komposer di India, A.R Rahman adalah salah satu yang terbaik. Selain Pritam, Rahman juga kerap jadi langganan para produser dan sutradara film ternama di India.

Tidak hanya dikenal di negaranya saja, Rahman juga bukan nama baru di industri musik dunia. Karyanya bahkan sudah diakui oleh Academy Award, yang tak hanya memasukkan nama Rahman sebagai nominasi tapi juga memberikan piala kepada pria kelahiran 6 Januari 1951 ini.

Sepanjang karirnya, Rahman adalah pemenang terbanyak untuk kategori Best Music Director di ajang Filmfare Award. Ia juga pernah memenangkan 2 Piala Oscar, 1 Piala Golden Globe dan 1 Piala di BAFTA untuk karyanya di film SLUMDOG MILLIONAIRE.

Hingga saat ini Pritam masih menggarap original soundtrack dan musik dari beberapa judul film di India. Namanya juga masih menjadi jaminan bahwa musik karyanya akan menyatu dan memberi warna lain bagi film India.

Film tidak bisa dipisahkan dari musik, yang tidak hanya memberi warna, tapi juga menambah nyawa dari film itu sendiri. Di antara semua musisi di atas, mana yang filmnya pernah kamu tonton?

(kpl/phi)