Terima Gelar Datuk, Shahrukh Khan Pakai Baju Tradisional

Yunita Rachmawati | 25 November 2008, 12:10 WIB
Kapanlagi.com - Walaupun kontroversi pemberian gelar 'Datuk' kepada bintang Bollywood, Shahrukh Khan, belum juga selesai dan sempat tertunda, namun bintang Bollywood itu sudah dijadwalkan akan mengenakan busana tradisional Melayu pada 6 Desember mendatang.

Khan akan dianugerahi penghargaan dari Negara Bagian Malaka, Malaysia selatan, yang penerimanya berhak menyandang gelar 'Datuk', gelar bangsawan yang serupa di Inggris, setelah filmnya pada 2001 dengan latar Malaka meningkatkan profil kawasan itu sebagai daerah tujuan wisata.

"Sejak semula Shahrukh Khan telah setuju datang ke Malaka dan memberikan beberapa tanggal, namun tanggal-tanggal yang disebutnya tak cocok untuk negara bagian itu karena jatuh pada hari kerja," kata Sekretaris Negara Bagian Omar Kaseh dalam sebuah pernyataannya, seperti dilaporkan AFP pada Senin (24/11).

Dijelaskannya, dalam acara pemberian gelar yang bakal dihadiri 1.000 undangan itu Shahrukh Khan akan menerima penghargaan itu dengan berbusana tradisional Melayu, berupa busana hitam dan songkok, yakni peci yang biasa dipakai kalangan Muslim Melayu, namun juga dikenakan non-Muslim dalam acara-acara resmi.

Shahrukh Khan akan berada di Malaka hanya satu hari dan bintang Bollywood itu akan mengunjungi berbagai situs warisan sejarah dan tujuan wisata, seperti Mata Malaysia serta distrik bersejarah Jonker Walk dan Kampung Morten.

Tunai Perdebatan

Namun begitu, penghargaan ini telah menuai perdebatan, dengan beberapa pengecam menyatakan gelar itu sebaiknya jatuh kepada artis atau pesohor setempat ketimbang pada aktor asing.

Sejak syuting film Khan, NE 2 KA 4, pada 2001, di kawasan wisata populer di Malaka, jumlah turis yang datang dari India telah meningkat secara signifikan, kata para pejabat negara bagian.

Malaysia telah menjadi lokasi populer bagi film-film India, yang banyak memiliki penggemar di kalangan etnis India dan masyarakat Muslim Melayu. (kpl/boo)

Editor:  

Yunita Rachmawati