Ahmad Tohari Kritik Film Sang Penari

Nicko Putra Witjatmoko | 03 November 2011, 14:00 WIB
Ahmad Tohari Kritik Film Sang Penari
Kapanlagi.com - Meskipun sudah dibuat cengeng oleh film SANG PENARI yang terinspirasi oleh novelnya, Ronggeng Dukuh Paruk, Ahmad Tohari, sang penulis novel mengkritik film tersebut. Dia mengatakan bahwa ada kekurangan di film asuhan Ifa Isfansyah ini.

Kekurangan dari film ini, jelas Ahmad Tohari, adalah tidak tercitranya kekeringan di Dukuh Paruk. Dia merasa Slamet Rahardjo kurang kurus sehingga kurang dapat memvisualisasikan novelnya dengan sempurna.

Dibanding dengan film sebelumnya, DARA dan MAHKOTA RONGGENG yang sama-sama diadaptasi dari novelnya, Ahmad Tohari mengaku kalau SANG PENARI berbeda. Film ini lebih mengedepankan tema sosial.

"Beda, karena di film ini tergambar penderitaan penduduk dukuh paruk," jelasnya usai preview film Sang Penari, di FX Mal, Senayan, Jaksel, Rabu (2/11) kemarin.

Walaupun masih ada beberapa kekurangan dalam film ini, namun Ahmad Tohari mengaku senang dengan SANG PENARI. Dia mengatakan bahwa film ini berhasil mewakili ruh novelnya.    (kpl/uji/nic)

Reporter:  

Puji Puput