Ajak Syuting 'HABIBIE & AINUN 3', Hanung Bramantyo Tak Tahu Jefri Nichol Terikat dengan Falcon Pictures

Tantri Dwi Rahmawati   | Jum'at, 28 Februari 2020 07:09 WIB
Ajak Syuting 'HABIBIE & AINUN 3', Hanung Bramantyo Tak Tahu Jefri Nichol Terikat dengan Falcon Pictures

Kapanlagi.com - Jefri Nichol digugat oleh rumah produksi Falcon Pictures karena melakukan tindak wanprestasi. Aktor berusia 20 tahun itu sedianya dikontrak bermain untuk empat judul film.

Alih-alih menunaikan kewajiban, ia malah berperan di proyek milik pihak luar. Empat judul itu antara lain DEAR NATHAN: HELLO SALMA, BEBAS, ELYAS PICAL serta HABIBIE & AINUN 3.

 

1 dari 3 halaman

1. Bukan Ranah Hanung

Bukan Ranah Hanung Hanung Bramantyo © KapanLagi.com/Bayu Herdianto
Saat tahu HABIBIE & AINUN 3 menjadi film yang dikerjakan Jefri saat masih terikat dengan Falcon Pictures, Hanung Bramantyo selaku sutradara mengaku tak tahu menahu. Pasalnya urusan mengajak pemain terlibat bukan ranahnya lagi.

"Sebetulnya saya tidak mengetahui latar belakang itu semua. Tapi saya lihat Jefri anak muda berbakat, punya dedikasi, sopan, yang akhirnya saya tawarin 'Jef, mau nggak main di film HABIBIE & AINUN 3?', dan dia mau berkomitmen dengan yakin. Saya tidak tahu kalau dia ternyata punya komitmen sama Pak Naveen dan Bu Erica dari Falcon," kata Hanung ditemui di CGV Cinemas Grand Indonesia, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (27/2/2020).

2 dari 3 halaman

2. Overlapping Pekerjaan

Hanung Bramantyo turut sedih karir Jefri Nichol yang sedang menanjak justru harus mendapat masalah bertubi-tubi. Namun untuk perkara wanprestasi ini, ia berharap masalahnya ditelusuri lebih dalam.

"Saya menyayangkan sekali kalau misalnya anak muda berpotensi punya problem yang sifatnya wanprestasi. Itu seharusnya bisa ditelusuri, saya pikir bukan Jefri secara sengaja melakukan itu, tapi bisa jadi management dia sebelumnya yang melakukan overlapping pekerjaan. Itu sering terjadi kan di industri kita sekarang," ucap suami Zaskia Adya Mecca tersebut.

3 dari 3 halaman

3. Soal Kontrak Eksklusif

Soal Kontrak Eksklusif Jefri Nichol © KapanLagi.com/Bayu Herdianto
Dalam industri hiburan, merupakan hal wajar bila ada bibit unggul mendapatkan kontrak eksklusif dari satu pihak saja. Karena dari segi bisnis akan sama-sama saling menguntungkan.

"Sekarang posisi saya sebagai produser juga. Jadi ketika memproduksi film hitungannya orang mau investasi bukan untuk satu film, tapi tahunan. Bisa jadi dalam setahun digelontorkan 20 miliar untuk dibagi-bagi satu film berapa miliar, ada yang tiga ada yang empat. Nah kalau film dapatnya pemain top, jadi untung. Biasanya yang diambil pemain muda, fresh dan popularitas tinggi itu dikontrak duluan berapa judul," tutupnya.

(kpl/abs/tdr)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑