Apa Saja Tantangan Vino G Bastian Saat Syuting 'WIRO SABLENG'?

Sora Soraya | Rabu, 08 Agustus 2018 15:22 WIB
Apa Saja Tantangan Vino G Bastian Saat Syuting 'WIRO SABLENG'?

Kapanlagi.com - WIRO SABLENG 212 menjadi film laga terbaru yang paling ditunggu-tunggu saat ini. Dibintangi oleh Vino G Bastian, film ini pun menyajikan banyak adegan action yang seru dan menantang hingga semuanya terasa begitu nyata.

Untuk mewujudkan impiannya itu, tentu bukanlah proses yang mudah bagi Vino G Bastian yang bermain sebagai karakter utama. Tentunya ada banyak tantangan yang harus dihadapi dan ditaklukan olehnya agar WIRO SABLENG 212 menjadi tontonan yang memuaskan.

Ditemui di Plaza Indonesia XXI, Thamrin, Jakarta Pusat pada Selasa (7/8), suami Marsha Timothy ini pun menyampaikan perasaannya. Ia pun menjawab berbagai pertanyaan tentang adegan laga yang menguras tenaga dan mengharuskannya belajar bela diri demi film ini.

1 dari 4 halaman

1. Persiapan Makan Waktu 6 Bulan

Persiapan Makan Waktu 6 Bulan © Bintang.com/Yunan Laziale
"Sebenarnya memang (adegan) laganya itu kita sudah persiapin selama 6 bulan. Aktingnya juga sudah dipersiapkan kurang lebih sama. Tapi kadang-kadang medan yang kita lakuin di lokasi itu nggak sama dengan medan seperti kita lakukan persiapan. Kita lakuin di camp mungkin di matras atau apa, sementara ketika melakukan adegan laganya kita harus di hutan semak belukar," tuturnya.

Ia pun melanjutkan, "Sementara kita lakuin dengan udara Jakarta tapi ketika di lokasi hutan di gunung udaranya bisa sampai dibawah 10 derajat. Jadi hal-hal seperti itu yang bikin kita awal-awalnya shock juga. Gerakan yang harusnya bisa lebih lincah tiba-tiba 1-2 hari ternyata kaku."

2 dari 4 halaman

2. Adaptasi di Lokasi Syuting Juga Penting

Nggak cuma sekedar persiapan dan latihan selama berbulan-bulan, proses adaptasi di lokasi syuting juga menjadi salah satu aspek yang terpenting. Terlebih lagi, perubahan suhu dan cuaca terkadang menjadi hal yang tak terduga.

"Hal-hal seperti ini sebenarnya yang butuh adaptasi makanya ketika saya memulai adegan atau pindah lokasi ke suhu yang berbeda kita bisa melakukan pemanasan terus. Itu salah satu tantangannya. Diluar itu memang ya namanya syuting fight kepukul atau ketendang sudah biasa," imbuhnya.

Lebih lanjut lagi, Vino juga harus selalu menjaga kondisi fisiknya selama proses syuting. "Jangan sampai kita jatuh sakit. Otomatis produksinya mundur, pasti kerugian di budget produksinya akan numpuk," pungkasnya.

3 dari 4 halaman

3. Vino Ogah Pakai Stuntmant

Demi mempersiapkan penampilan terbaik dalam WIRO SABLENG 212, Vino G Bastian harus rela belajar bela diri selama 6 bulan. Sukses melakukannya dengan sempurna, ia bahkan mengaku tak ingin memakai stuntman atau pemeran pengganti saat melakukan adegan-adegan berbahaya.

"Alhamdulillah saya bisa melakukannya semuanya sendiri, semua adegan fighting saya lakukan sendiri. Jadi otomatis ada sisi senangnya juga saya bisa melakukan semua adegan yang dibebankan kepada saya sendiri," cetus Vino.

Kendati demikian, Vino tak menampik bahwa di lokasi syuting tetap disediakan pemeran pengganti untuk jaga-jaga. Kerjasama dengan investor luar negeri membuat tim produksi harus mematuhi standar keamanan internasional yang sudah ditetapkan.

4 dari 4 halaman

4. Lawan Mainnya Sempat Kena Bogem

Lawan Mainnya Sempat Kena Bogem instagram.com/gitaarifin
Sebelumnya salah seorang lawan main Vino yang bernama Gita Arifin pun sempat terluka usai kena bogem dirinya. "Aku sempat ketonjok dan berdarah dikit di pelipis (kiri), itu lagi adegan sama Wiro," tutur Gita saat ditemui di acara Meet & Greet Wiro Sableng yang digelar di Metropolis Town Square, Tangerang, pada Sabtu (28/7) lalu.

Meski begitu, Gita paham jika ini semua sudah menjadi risiko tersendiri sebagai seorang aktris. "Namanya kerjaan kayak gini pasti ada kontak fisik dan bisa cidera. So far baik-baik saja sih," imbuhnya.

Anyway, film WIRO SABLENG sendiri reboot dari serial 90-an berjudul sama yang bercerita tentang Wiro Sableng, seorang pendekar yang mendapat titah dari gurunya (Sinto Gendeng yang diperankan oleh Ruth Marini) untuk menangkap Mahesa Birawa (Yayan Ruhian), mantan murid Sinto yang telah berkhianat. Buat kamu yang penasaran, film ini baru akan tayang pada 30 Agustus mendatang.

(kpl/sry)


Editor:  

Sora Soraya

↑