Berusia Senja, Widyawati Tak Percaya Masih Ditawari Peran Utama

Sora Soraya | Jum'at, 16 November 2018 13:52 WIB
Berusia Senja, Widyawati Tak Percaya Masih Ditawari Peran Utama

Kapanlagi.com - Dalam waktu dekat aktris senior Widyawati akan merilis film barunya bertajuk MAMA MAMA JAGOAN. Lewat drama komedi besutan Sidi Saleh tersebut, wanita berusia 62 tahun ini beradu frame dengan Niniek L Karim dan Ratna Riantiarno yang jarak usianya tak jauh berbeda.

Deretan pemain wanita berusia senja ini memang disengaja untuk kebutuhan cerita. Saat pertama kali ditawari, Widyawati mengaku tak percaya. Ia bahkan mempertanyakan pilihan sang produser.

"Awalnya ketika diminta terlibat agak kaget karena dalam usia saya sekarang tapi disuruh menjadi leading role. Saya senang, tapi jujur saya tanya lagi, berani ya pilih kita yang sudah tua-tua gini?" ungkap Widyawati dalam jumpa pers di Epicentrum XXI, kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/11).

1 dari 2 halaman

1. Kesal Dengan Karakter

Kesal Dengan Karakter Widyawati mengaku kesan dengan karakter yang ia mainkan © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto
Widyawati diplot sebagai Daya, wanita beragama Hindu yang tomboy dan belum menikah meski sudah berumur. Karakter Daya rupanya membuat istri mendiang aktor Sophan Sophiaan ini kesal meski tak urung menikmati.

"Sepanjang syuting saya kesel banget lihat saya. Jorok. Saya kepengin rambut dirapihin. Tapi dalam film itu begitu lah Daya, jadi saya tetap mengikuti sutradara. Kalau ada berlebihan aktingnya, dia akan memberikan batasan untuk jangan begini deh," lanjut aktris yang memulai karier sejak tahun 1967 ini.

2 dari 2 halaman

2. Tak Suka Jadi Tomboy

Widyawati termasuk aktris yang begitu selektif dalam memilih peran. Karakter Daya yang dimainkan memang sangat jauh dari film-film sebelumnya, bahkan ada yang berani memprotes pilihan tersebut.

"Di film ini saya keluar dari zona saya yang biasanya. Sempat ada yang komentar, 'Nggak suka ah lihat begitu (tomboy), lebih suka yang kalem-kalem'. Tapi mau bagaimana hahaha," tandasnya seraya tertawa.

(kpl/abs/sry)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑