'BUMI MANUSIA' Lulus Sensor dengan Rating 17 Tahun, Bagaimana Fans Iqbaal Ramadhan?

Tantri Dwi Rahmawati | Sabtu, 10 Agustus 2019 09:47 WIB
'BUMI MANUSIA' Lulus Sensor dengan Rating 17 Tahun, Bagaimana Fans Iqbaal Ramadhan?

Kapanlagi.com - Film BUMI MANUSIA besutan Hanung Bramantyo telah lulus sensor dengan rating 17 tahun ke atas. Hal itu dikonfirmasi oleh Frederica selaku produser dari rumah produksi Falcon Pictures.

Sebelumnya, Hanung mengatakan bila ia ingin drama romansa adaptasi novel Pramoedya Ananta Toer ini mendapat rating 13 tahun ke atas. Tak heran bila keputusan dari Lembaga Sensor Film cukup membuat sedih karena artinya pangsa penonton dipersempit.

"Kami mendapat sensor 17 tahun untuk film ini. Kami dari sisi filmmaker sebenarnya sedih ya mendapatkan rating seperti itu. Tapi seperti itulah yang tertuang dalam novelnya," kata Frederica ditemui di Hotel Majapahit, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (10/8/2019).

1 dari 2 halaman

1. Setia Dengan Novel

Setia Dengan Novel Para Pemain Film \'BUMI MANUSIA\' (Credit: Falcon Pictures)
Lebih lanjut Frederica menyatakan bila apa yang tersaji dalam film BUMI MANUSIA dibuat sesetia mungkin dengan novelnya. Sehingga keputusan sensor pun mau tak mau diterima karena tak ingin mengkhianati sumber aslinya.

"Kita setia sekali sama novelnya, jadi memang yang ada di novel kita filmkan. Kita balik lagi ke sumber novelnya," ucap wanita yang akrab disapa Erica ini.

2 dari 2 halaman

2. Menyerahkan Pada Penonton

Dengan rating 17 tahun, tentu fans Iqbaal Ramadhan yang rata-rata berusia SD dan SMP harus gigit jari karena tak bisa menonton. Kalau pun ingin, harus mendapat pendampingan.

"Saya menyerahkan semua pada penonton, kalau mau setia dengan rating ya ikuti peraturan. Jadi kalau mereka mau nonton harus ditemenin," tandasnya.

BUMI MANUSIA berkisah tentang pemuda Jawa bernama Minke yang cara berpikirnya sangat moderen. Kehidupannya mengalami pergolakan saat mengenal gadis Indo bernama Annelies yang merupakan anak dari Nyai Ontosoroh, wanita yang dianggap gundik karena tinggal seatap dengan orang Belanda tanpa ikatan.

(kpl/abs/tdr)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑