Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Ceritakan Lima Sosok Tokoh Bangsa, Monolog 'Di Tepi Sejarah' Berlanjut ke Season 2

Selasa, 16 Agustus 2022 11:02 WIB
Ceritakan Lima Sosok Tokoh Bangsa, Monolog 'Di Tepi Sejarah' Berlanjut ke Season 2
Monolog 'Di Tepi Sejarah' Berlanjut ke Season 2 (credit: Kapanlagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Kapanlagi.com - Monolog bertajuk 'Di Tepi Sejarah' memasuki season kedua akan tayang secara resmi di Youtube Budaya Saya dan Indonesiana TV mulai dari 17 Agustus 2022. Monolog yang diproduksi oleh Titimangsa dan KawanKawan Media bekerja sama dengan Direktorat Perfilman dan Media Baru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ini menceritakan sosok lima tokoh bangsa.

Mereka adalah Sjafruddin Prawiranegara (1911-1989), Kassian Cephas (1845-1912), Gombloh (1949-1988), Ismail Marzuki (1914-1958) dan Emiria Soenassa (1895-1964). Happy Salma selaku pendiri Titimangsa dan produser pementasan 'Di Tepi Sejarah' menjelaskan, bahwa pemilihan kelima sosok di monolog edisi kedua ini ada kaitannya dengan Hari Kemerdekaan.

"Sekarang kita bersama sama ada kesempatan membuat lagi karena antusiasnya lumayan cukup besar. Kita semakin memperkuat bahwa 'Di Tepi Sejarah' itu bukan hanya ingin menyampaikan ke orang orang yang ada di tepian sejarah. Tetapi juga ingin membangun workshop lebih kuat untuk teman-teman yang melakukannya," kata Happy Salma di M bloc Space, Jakarta Selatan, Senin (15/8/2022).

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Pembentukan Karakter Bangsa

Happy Salma mengungkapkan, pihaknya tidak hanya ingin menyampaikan para tokoh yang berada di tepi sejarah saja tetapi memberitahu bahwa seni dan budaya adalah bagian dari pembentukan karakter bangsa.

"Diperlukan riset yang panjang untuk bisa membuat setiap naskah, biasanya menghabiskan waktu 1-1,5 tahun. Dengan hadirnya monolog ini, diharapkan tercipta ruang diskusi di masyarakat bahwa sosok 'terpinggirkan' ini patut juga diangkat ke permukaan," kata Happy Salma.

"Itu kenapa, ada harapan bahwa video monolog lima judul ini bisa diputar bahkan dimainkan naskahnya di institusi pendidikan. Kami ingin membuka ruang diskusi supaya mereka sosok-sosok ini dapat panggungnya," tambahnya.

2. Berkelanjutan

Gambar

Melalui season dua ini, Happy Salma berharap supaya serial Di Tepi Sejarah bisa berlanjut terus, serta berkolaborasi dengan lebih banyak seniman yang terlibat dalam gelaran tersebut.

"Tahun depan kami sudah menyiapkan beberapa nama, sudah riset, dan ibaratnya tinggal 'menggorengnya' saja, tapi sekali lagi masih butuh banyak peleburan. Semoga juga bisa membawanya tur keliling daerah dan membuka banyak diskusi," kata Happy Salma.

3. Apresiasi

Sementara itu, Direktur Perfilman, Musik dan Media Baru Kemendikbudristek, Ahmad Mahendra menjelaskan, pihaknya sangat mengapresiasi ikhtiar Di Tepi Sejarah. Menurutnya, Kemendikbudristek mendukung kembali serial ini hingga memasuki musim kedua.

"Kita membutuhkan berbagai medium dan cara pandang baru dalam melihat sejarah agar kebudayaan kita makin maju. Di Tepi Sejarah adalah sebuah inisiasi yang memberi kontribusi," tutup Ahmad Mahendra.