Dancer Kontemporer, Sekar Sari Luar Biasa Saat Bintangi 'SITI'

Ahmat Effendi | 26 November 2015, 14:52 WIB
Dancer Kontemporer, Sekar Sari Luar Biasa Saat Bintangi 'SITI'
Kapanlagi.com - Meski terbentur sensor jika harus tayang di Indonesia, film SITI menuai kesuksesan besar dengan meraih penghargaan Film Terbaik, Penata Musik Terbaik dan Penulis Skenario Terbaik di ajang FFI 2015. Tak hanya di Indonesia, SITI juga mendapatkan apresiasi di luar negeri.

Sebelumnya film ini menempatkan sang bintang utama yaitu Sekar Sari untuk meraih penghargaan Best Performance di ajang Singapore International Film Festival 2014. Sementara di ajang Shanghai Film Festival SITI sempat meraih dua nominasi, dan berhasil meraih satu penghargaan yaitu Penulis Naskah Terbaik. 

Menariknya film garapan sutradara Eddie Cahyono ini berhasil memunculkan sosok Sekar Sari yang berperan sebagai Siti. Siti adalah seorang ibu muda yang harus berjuang menghidupi sang suami yang kecelakaan, anak dan juga ibu mertuanya.

SITI raih kesuksesan besar baik di Indonesia maupun di luar negeri. ©KapanLagi.com+instagram.com/sekarshaSITI raih kesuksesan besar baik di Indonesia maupun di luar negeri. ©KapanLagi.com+instagram.com/sekarsha

"Sekar Sari luar biasa. Dia banyak ngobrol, kita rehearshal hampir dua minggu. Tapi dia mencoba menyelami Siti lebih dalam seperti belajar dari pengalaman berat dia," ucap Eddie Cahyono di ICE, Tangerang, Jawa Barat, Selasa (24/11).

Nama Sekar Sari sendiri tak begitu familiar bagi penggemar film Indonesia. Hal ini karena bintang tersebut sebenarnya adalah seorang penari, dan selama ini lebih banyak tinggal di Hungaria. 

"Dia sekolah dance contemporer di Hungaria. Dia basicnya memang penari. Jadi selama hampir dua minggu itu kita latihan akting," ungkap Eddie.

Sutradara tersebut sebenarnya tak menyangka Siti sukses meraih banyak penghargaan baik di dalam maupun luar negeri. Kesuksesan ini disambut gembira oleh semua tim, termasuk sang bintang utama Sekar Sari.

"Dia senang. Sama seperti saya, kita nggak nyangka SITI bisa seperti sekarang, maksudnya bisa diapresiasi di luar dan dalam negeri," tandasnya.

(kpl/abs/sjw)

Reporter:  

Adi Abbas Nugroho