Dibintangi Acha Septriasa dan Reza Rahadian, Begini Fakta Awal Pembuatan Film Romansa 'LAYLA MAJNUN'

Rabu, 10 Februari 2021 07:15 WIB
Dibintangi Acha Septriasa dan Reza Rahadian, Begini Fakta Awal Pembuatan Film Romansa 'LAYLA MAJNUN'
Credit Foto: Netflix

Kapanlagi.com - LAYLA MAJNUN merupakan drama romansa yang dibintangi Acha Septriasa dan Reza Rahadian. Film besutan Monty Tiwa ini diadaptasi berdasar serangkaian puisi karya sastrawan muslim dari abad ke-12 kelahiran Azerbaijan bernama Nizami Ganjavi yang sudah mendunia.

Film di bawah bendera Starvision satu ini sedianya tayang di bioskop pada semester pertama tahun 2020. Namun karena pandemi, akhirnya diputuskan untuk rilis di Netflix tepat di bulan penuh cinta, Februari.

Banyak hal menarik di balik layar terciptanya film LAYLA MAJNUN. Simak fakta-fakta berikut yang berhasil dirangkum oleh redaksi KapanLagi.com!

1. Keinginan Duta Besar Azerbaijan

Awal mula dibuatnya film ini terjadi dari obrolan antara Monty Tiwa selaku sutradara dengan Duta Besar Indonesia di Azerbaijan masa jabatan 2016-2020 bernama Husnan Bey Fananie. Kepada Monty, Husnan ungkap keinginan membuat sesuatu bernapaskan budaya yang bisa mempererat hubungan Indonesia dengan Azerbaijan. Setelah berdiskusi, diputuskanlah mengadaptasi bebas puisi karya Nizami Ganjavi jadi film.

"Dua-tiga tahun lalu saya diperkenalkan dengan Duta Besar Indonesia di Azerbaijan pada saat itu, Pak Husnan Bey Fananie. Pak Husnan menyuarakan keinginan dia untuk membuat sesuatu bersifat budaya yang bisa membantu masyarakat Azerbaijan dan masyarakat Indonesia saling kenal lebih akrab. Kita ngobrol dan saya terkejut karena cerita Layla Majnun ini rupanya dibuat penyair yang asli Azerbaijan, saat itu hanya disebut penyair dari Persia: Nizami Ganjavi. Karena kebutuhan saya dan duta besar cocok, kita saling bisa melengkapi, akhirnya dijalankan proyek ini," kata Monty saat diwawancara via Zoom, pada Selasa (9/2/2021).

2. Dibantu Pemerintah Setempat - Antusiasme Masyarakat Lokal

Dari obrolan dengan Duta Besar Indonesia untuk Azerbaijan pada saat itu, Monty Tiwa bersama Chand Parwes selaku produser dari rumah produksi Starvision, akhirnya terbang beberapa kali ke Azerbaijan. Selain untuk riset memperdalam tentang Nizam Ghajavi, mereka juga menjalin komunikasi dari pihak pemerintah setempat demi kelancaran proses syuting.

"Bersama Pak Chand Parwez, kita beberapa kali ke Azerbaijan bertemu dengan berbagai pihak untuk memfilmkan cerita ini. Dari awal sampai kami syuting banyak koordinasi dengan pihak-pihak pemerintah, dalam hal ini departemen filmnya mereka terkait syuting, materi dan konten riset, izin lokasi dan sebagainya. Saat kami syuting di public place, masyarakatnya senang ada bangsa asing syuting di sana. Begitu tahu dari Indonesia, tingkat antusiasme mereka semakin besar," lanjut Monty.

3. Tidak Sekadar Film Bersetting Azerbaijan

Mengingat ada misi awal dari Husnan Bey Fananie, Monty Tiwa pun memiliki kesadaran moral supaya film tidak melenceng jauh dari tujuan semula. Beberapa hal kemudian diaplikasikan untuk menunjukkan budaya Azerbaijan dan Indonesia. Agar filmnya pun menjadi tidak sekadar berlokasi di sana, namun memiliki keterkaitan kuat dengan cerita.

"Pak Husnan ingin menyatukan dan buat akrab dua kebudayaan. Jadi harap diingat, ada kepentingan dan tugas itu dari film ini untuk hadirkan secara adil elemen visual dan elemen budaya kedua bangsa. Saya sebagai sutradara harus berpikir bagaimana ini jangan jadi cerita yang lokasinya Azerbaijan, tapi kenapa harus Azerbaijan, kan begitu. Maka ada scene dan elemen yang combine untuk kebutuhan masyarakat kita dan mewakili masyarakat Azerbaijan," tegas Monty.

4. Jatuh Cinta dengan Pria Azerbaijan

LAYLA MAJNUN berkisah tentang Layla (diperankan Acha Septriasa) yang mendapat kesempatan menjadi dosen tamu di Azerbaijan. Kedatangan Layla mempertemukan ia dengan seorang pria bernama Samir (diperankan Reza Rahadian) yang sejak lama mempelajari bahasa Indonesia.

Pertemuan Layla dan Samir lambat laun membuat benih-benih asmara tumbuh. Sayangnya kisah cinta keduanya terhalang janji Layla pada Ibnu yang akan menikahinya sepulang dari Azerbaijan. Bagaimana akhir kisah Layla dan Samir? Temukan jawabannya mulai 13 Februari 2021 di Netflix!