Djakarta Pictures Rangkul Bintang–Bintang Lawas

Yunita Rachmawati | 18 Februari 2009, 09:20 WIB
Djakarta Pictures Rangkul Bintang–Bintang  Lawas

Kapanlagi.com - Mendirikan sebuah Production House bukanlah mimpi seorang Fadly Fuad. Mengawali karir dunia film hanya sebagai pemain figuran, lajang kelahiran Jakarta 26 April 1981 tersebut tak bermimpi bisa membangun Djakarta Pictures.

Dengan biaya nyaris menyentuh angka Rp2 miliar, film HANTU BIANG KEROK menandai torehan awal dia sebagai produser, penulis skenario, sekaligus pemain utama. Dan sebagai PH, Djakarta Pictures mempunyai visi dan misi merangkul kembali dan memberi kesempatan kepada para aktris dan aktor senior yang hampir terlupakan untuk berkiprah agar tetap eksis.

"Saya tidak bermimpi untuk mempunyai PH. Ini menjadi karunia banget bagi gue," kata Fadly usai press screening HANTU BIANG KEROK di XXI Senayan City, Selasa (17/2).

"Dan ini menjadi jalan bagi gue untuk merealisasi niatan untuk memberi kesempatan kepada senior kita, seperti Mpok Nori, H. Nazar Amir, Elvi Sukaesih, Ali Gohom, Dorce Gamalama - untuk dapat berkiprah kembali di dunia perfilman nasional kita yang mana era untuk mereka memang sudah menyempit kalau tidak dibilang sudah tidak ada sama sekali. Istilahnya Djakarta Pictures adalah wadah untuk memberikan penghargaan bagi mereka. Kalau bukan kita–kita, siapa lagi?" bebernya lebih lanjut.

Gayung pun bersambut. Para senior–senior itu menanggapi maksud dan tujuan Djakarta Pictures dengan antusias. "Padahal kita tetap melakukan casting pada beliau–beliau itu," ungkap Fadly.

Tujuan lain didirikannya Djakarta Pictures adalah sebagai sarana untuk melestarikan budaya Betawi. "Karena gue cinta banget sama kota Jakarta," pungkas Fadly(kpl/wwn/boo)

Editor:   Yunita Rachmawati