'DUA GARIS BIRU' Tembus Sejuta Penonton, Sutradara Rayakan Dua Hal Penting Ini...

Galuh Esti Nugraini | Kamis, 18 Juli 2019 10:15 WIB
'DUA GARIS BIRU' Tembus Sejuta Penonton, Sutradara Rayakan Dua Hal Penting Ini...

Kapanlagi.com - Di tengah badai penolakan dari berbagai pihak terkait tema yang diusung, nyatanya film DUA GARIS BIRU mampu menembus satu juta penonton lebih. Tak tanggung-tanggung, perolehan itu didapat hanya dalam enam hari.

Hal ini sangat disyukuri oleh Gina S Noer selaku sutradara dan penulis skenario. Menurutnya, ada dua hal yang patut dirayakan dari keberhasilan tersebut.

"Ya saya senang banget, malah nggak nyangka. Tapi selain menjadi perayaan film DUA GARIS BIRU terhadap niat baik kita ngomongin soal parenting, soal sex education, juga perayaan cerita-cerita asli di industri film Indonesia," kata Gina ditemui di Blok M Square, kawasan Melawai, Jakarta Selatan, Rabu (17/7/2019).

1 dari 2 halaman

1. Laris Bukan Karena Adaptasi

Laris Bukan Karena Adaptasi (Credit: Starvision)
Yang lebih membuat Gina S Noer senang, DUA GARIS BIRU banyak ditonton bukan karena sekuel atau adaptasi novel laris. Melainkan cerita yang dikreasikan sendiri, yang dibuat dengan semangat idealisme.

"Karena selama ini banyak banget yang berpikir kalau mau bikin film bagus dan laku, harus kalau nggak cerita adaptasi, sekuel atau cerita harus ringan. Tapi DUA GARIS BIRU menghadirkan cerita yang agak dalam, ngasih pilihan edgy, tetap sesuai dengan estetika pembuatnya, dan bisa laku, kita bahagia banget sih," imbuh istri penulis skenario kenamaan Salman Aristo ini.

2 dari 2 halaman

2. Simbol yang Viral

Simbol yang Viral (Credit: Starvision)
Gina S Noer membuat DUA GARIS BIRU membawa semangat idealismenya yang mendapat sambutan positif dari produser. Maka ia bermain-main dengan simbol, pengambilan gambar yang cantik dan berani, serta detail menarik. Pilihan itu tak dinyana disambut hangat oleh penonton.

"Yang paling bikin semangat, kejujuran dari pilihan estetika yang selama ini kalau sama produser lain 'Ngapain sih kaya gitu, berat-beratin', tapi Pak Chand Parwez sebagai produser malah bener-bener ngebebasin, ngebiarin gitu. Sekarang diapresiasi penonton, lebih viral karena ngomongin itunya malah (simbol-simbol), dan diterima bahkan penontonnya segini, itu luar biasa rasanya. Sebagai creator dan kemudian dimengerti (apa yang ingin disampaikan), adalah perasaan yang amat sangat diimpikan," tandasnya.

(kpl/abs/gen)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑