Film 'KUCUMBU TUBUH INDAHKU' Sudah Tayang Di Bioskop Indonesia

Dhimas Nugraha | Kamis, 18 April 2019 19:48 WIB
Film 'KUCUMBU TUBUH INDAHKU' Sudah Tayang Di Bioskop Indonesia

Kapanlagi.com - Film KUCUMBU TUBUH INDAHKU garapan sutradara Garin Nugroho dan produser Ifa Isfansyah sudah tayang di bioskop-bioskop seluruh Indonesia mulai tanggal 18 April 2019. Sebagai sutradara, Garin Nugroho memang kerap menampilkan tema-tema yang mengangkat nilai seni dan tradisi.

Dalam karya terbarunya ini, Garin berkolaborasi dengan Fourcolours Films, rumah produksi yang terkenal dengan beberapa karyanya yang telah meraih banyak penghargaan, seperti SEKALA NISKALA (Kamila Andini, 2017) dan SITI (Eddie Cahyono, 2014 – Film Terbaik Festival Film Indonesia 2015). Dan film KUCUMBU TUBUH INDAHKU akan menjadi film panjang ke-4 garapan dari rumah produksi ini.

Dalam penulisan dan pembuatan film, Garin Nugroho terinspirasi dengan seorang penari Lengger bernama Rianto. "Tubuh kita ini menyimpan ingatan. Rangkaian ingatan tersebut menjadi sebuah sejarah manusia, sejarah tubuh dan trauma-traumanya tersendiri yang bukan hanya personal, tapi juga merupakan representasi sosial dan politik yang dialami seorang individu," tutur Garin Nugroho di konferensi pers film KUCUMBU TUBUH INDAHKU 15 April 2019.

"Seorang penari Lengger yang harus menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh adalah sebuah pergolakan ingatan tubuh yang sangat menantang. Ini yang saya tangkap dari cerita hidup Rianto. Dan ini yang ingin saya coba visualisasikan ke dalam film,” imbuhnya.

 

 

1 dari 4 halaman

1. Produser Langsung Tertarik

Produser Langsung Tertarik Konferensi Pers Film KUCUMBU TUBUH INDAHKU ©:Fourcolours Films
Sebagai produser, Ifa Isfansyah mengaku langsung tertarik pertama kali mendengar ide tersebut. Apalagi Ifa sendiri sudah mengetahui kapasitas Garin Nugroho sebagai seorang sutradara. "Buat saya, ini secara visual pasti akan sangat indah, apalagi digarap oleh sutradara sekaliber Garin Nugroho," jelas Ifa Isfansyah.

"Selain itu, proses pembuatan film ini juga penting karena merupakan kolaborasi antar generasi dan masing-masing generasi memberikan pandangannya yang berbeda-beda yang kemudian saling melengkapi," tandasnya.

2 dari 4 halaman

2. Sinopsis

Sinopsis Konferensi Pers Film KUCUMBU TUBUH INDAHKU ©:Fourcolours Films
KUCUMBU TUBUH INDAHKU menceritakan tentang seorang penari Lengger bernama Juno yang berasal dari sebuah desa kecil di Jawa. Dalam film ini juga menggambarkan sosok Juno dari kecil, remaja, hingga beranjak dewasa. Sejak kecil, Juno terpaksa tinggal sendiri karena ditinggal pergi oleh ayahnya. Dalam kesendiriannya, Juno bergabung dalam sebuah sanggar tari Lengger. Sajak saat itu, ia muulai hidup berpindah-pindah tempat.

Seiring berjalannya waktu, perjalanan Juno menjadi dewasa dipenuhi dengan perhatian dan kasih sayang dari orang-orang terdekat. Ada guru tari, bibi penjual ayam, paman penjahit, seorang petinju, dan seorang warok. Dari pengalaman yang ia lalui tersebut, membawa Juno kepada pemahaman akan keindahan Hidup.

3 dari 4 halaman

3. Sosok Rianto

Sosok Rianto Rianto di Konferensi Pers Film KUCUMBU TUBUH INDAHKU ©:Fourcolours Films
Sosok Rianto yang menginspirasi film KUCUMBU TUBUH INDAHKU ini adalah seorang penari dan koreografer ternama yang menguasai berbagai jenis tarian yang membawanya berkeliling dunia. Medium dan Softmachine adalah karyanya yang paling terkenal. Terhitung sudah 25 kali karya Medium ditampilkan, dan 56 kali Sotfmachine dipentaskan di berbagai negara di Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika.

Tak hanya itu, Rianto juga menjadi penari dari Akram Khan yang telah berkeliling dunia dalam karyanya Until The Lion. Dalam film KUCUMBU TUBUH INDAHKU, Rianto yang akan memerankan Juno dewasa.

4 dari 4 halaman

4. Pemeran

Pemeran Behind The Scene Film KUCUMBU TUBUH INDAHKU ©:Fourcolours Films
Juno Remaja diperankan oleh Muhammad Khan dan ini menjadi film panjang pertamanya. Khan adalah seorang aktor teater yang aktif melakoni peran sejak tahun 2006. Namun, memerankan sosok Juno menjadi tantangan tersendiri baginya.

"Delapan tahun saya mendalami seni bela diri silat, tubuh saya sudah terbiasa bergerak dan memiliki fleksibilitas. Tapi menari merupakan seni gerak yang lain lagi. Saya harus belajar mengasah rasa dan memasukkan rasa itu dalam sebuah gerak tari. Ini sungguh sebuah pengalaman yang baru dan menarik dan tentunya semakin memperkaya saya sebagai aktor,” tutur Muhammad Khan.

Selain Rianto dan Khan, film ini juga diisi beberapa pemain seperti, Raditya Evandra (Juno Kecil), Sujiwo Tejo (Guru Lengger), Teuku Rifnu Wikana (Bupati), Randy Pangalila (Petinju), Whani Dharmawan (Warok), Endah Laras (Bibi Juno) dan Windarti (Guru Tari).

(kpl/DIM)


Editor:  

Dhimas Nugraha

↑