Film Pendek, Joko Anwar Pilih Pocong - Angga Dwimas Mau Action

Arai Amelya | 12 September 2016, 14:34 WIB
Film Pendek, Joko Anwar Pilih Pocong - Angga Dwimas Mau Action

Kapanlagi.com - Sudah merilis banyak sekali judul film dan sukses di pasaran atau festival, tak membuat dua sutradara yakni Joko Anwar dan Angga Dwimas Sasongko alergi bikin film pendek. Baru-baru ini dua sineas papan atas Indonesia itu bahkan terlibat dalam proyek film pendek bareng bernama Tribe Shorties. Dijumpai bersama aktris Julie Estelle beberapa waktu lalu, mereka berdua pun bercerita soal film pendek itu.

Sekedar informasi, untuk proyek film pendek ini rupanya baik Joko dan Angga memiliki film yang berbeda. Joko memilih membuat film bernuansa horor yang terinspirasi film Hollywood, CANDYMAN (1992) berjudul JENNY dan menggaet model-aktris Asmara Abigail. Sementara itu Angga membuat KILLER EXPRESS dengan Julie sebagai aktris utama.

"Kalau aku karena suka film CANDYMAN jadi mau reka ulang dari adegan film itu. Tadinya mau bikin sosok Candyman tapi jatuhnya jadi seperti film PENGABDI SETAN (1980). Saya pernah bikin riset tentang hantu, ternyata hantu Indonesia itu variasinya paling banyak dan saya dapat 48 jenis hantu. Jadi pilih pocong aja karena waktu pengerjaan dan aku mau tribute ke Candyman aja. Pas workshop niatan mau masukin khasanah lokal sih," ungkap Joko panjang lebar.

Joko Anwar dan Asmara Abigail © Muhammad Akrom SukaryaJoko Anwar dan Asmara Abigail © Muhammad Akrom Sukarya

Berbeda dengan Joko, Angga justru memilih film aksi. Uniknya karena waktu yang sudah dekat, adegan aksi yang ideal syuting seminggu terpaksa dibuat Angga dalam waktu dua hari saja. Lebih lanjut, demi koreografi adegan aksi KILLER EXPRESS, Angga meminta bantuan aktor Iko Uwais.

"Karena set up nggak terlalu lama, jadi harus mikir bagaimana set up itu efektif masuk ke scene yang dituju. Ini pertama kali saya bikin film action. Pas ketemu Julie sama Iko, juga nanya mau berapa lama durasinya. Saya jawab empat menit dan mereka bilang 'lu aja yang berantem'," cerita Angga.

Senada dengan Angga, Julie pun hanya punya waktu kurang lebih seminggu untuk mempelajari koreografi adegan action. "Kebetulan Iko sudah siapkan jadi setelah itu kita langsung syuting. Cukup singkat karena mungkin chemistry dengan Iko udah ada. Untungnya asyik banget di lapangan. Mudah-mudahan ada film action dari Angga," sambung Julie.

(kpl/far/aia)

Reporter:  

Fikri Alfi Rosyadi