Film 'PEREMPUAN TANAH JAHANAM' Dapat Tawaran Diputar di 10 Festival Film Dunia

Dhimas Nugraha | Minggu, 20 Oktober 2019 22:02 WIB
Film 'PEREMPUAN TANAH JAHANAM' Dapat Tawaran Diputar di 10 Festival Film Dunia

Kapanlagi.com - Film terbaru Joko Anwar PEREMPUAN TANAH JAHANAM berhasil melewati film PENGABDI SETAN di hari pertama penayangan pada hari Kamis tanggal 17 Oktober 2019.

Torehan prestasi ini tentu luar biasa, mengingat Joko Anwar sebagai sutradara sendiri tak ingin terlalu fokus dengan pendapat film ini. Pasalnya, target utama dari film ini adalah apresiasi dari penonton.

"Kita sebenarnya, kalau dari segi angka tidak pernah jadi diskusi yang berat di kita. Yang penting kita bikin filmnya bagus, penonton suka, dan bisa dapat apresiasi dari masyarakat, itu sih target utama dan kayaknya alhamdulillah tercapai," kata Joko Anwar saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (20/10/2019).

1 dari 2 halaman

1. Bakal Diputar di 10 Festival Film

Film yang sudah menembus angka di atas 100 ribu penonton dalam waktu satu hari ini pun sudah mendapat tawaran untuk diputar di beberapa festival film di luar negeri.

"Jadi perempuan tanah jahanam akan memulai festival dalam waktu dekat sama seperti pengabdi setan. Jadi tayang dulu di Indonesia selama 2 bulan, baru setelah itu kita akan berjalan ke festival," ujar sutradara 43 tahun.

Tak hanya satu festival, film PERMPUAN TANAH JAHANAM ini akan diputar di beberapa festival. "Udah banyak ya, udah lebih dari 10," sambungnya.

 

2 dari 2 halaman

2. Siapkan 'PENGABDI SETAN 2'

Tak hanya itu saja, Joko Anwar sendiri kabarnya bakal segera membuat film kedua film PENGABDI SETAN yang kedua.

Meski belum ada informasi pasti, ia menyebut jika kemungkinan film kedua ini akan dibuat jika mendapat sambutan ramai dari masyarakat.

"PENGABDI SETAN 2. Ya, mudah-mudahan kalau misalnya sambutan filmnya rame,ya mungkin yang bikin bisa terjadi," tuturnya.

Ia menambahkan jika saat ini, kepopuleran film PENGABDI SETAN membuat film ini banyak diminta untuk tayang di bioskop di luar negeri.

"Distribusi di luar sedang negosiasi banyak sekali itu dari banyak distributor luar negeri dah banyak yang minta," sambungnya.

(kpl/aal/dim)


Reporter:  

Sahal Fadhli

↑