Garap Film Teroris, Daniel Rudi Berjaya di Jepang

Nicko Putra Witjatmoko | 05 November 2011, 10:50 WIB
Garap Film Teroris, Daniel Rudi Berjaya di Jepang

Kapanlagi.com - Sebagai sutradara film dokumenter, nama Daniel Rudi Haryanto terkenal bukan Cuma di Indonesia. Setelah keliling dunia membawa film PRISON AND PARADISE, Rudi menerima anugerah Director Guild of Japan Award dari Yamagata Internasional Documentary Film Festival akhir Oktober lalu.

"Yamagata itu festival film dokumenter terbesar di dunia. Ada tujuh ratus lima film dokumenter dari enam puluh tiga negara yang mendaftar. Yang lolos seleksi itu puluhan termasuk film saya. Dan bersyukur ternyata mendapat apresiasi positif dengan mendapat Director Guild of Japan Award,” jelasnya.

PRISON AND PARADISE adalah film dokumenter tentang korban bom Bali I dari sisi keluarga pelaku dan korban. Di film yang berdurasi selama kurang lebih sembilan puluh menit ini, akan ditunjukkan dampak terorisme terhadap keluarga korban dan juga keluarga pelaku.

Untuk membuat film dokumenter ini, Daniel Rudi Haryanto membutuhkan waktu selama tujuh tahun. Dia menjelaskan bahwa kesulitan terbesar dalam pembuatan film dokumenter ini adalah riset karena pada saat itu terorisme adalah isu baru di Indonesia.

"Kendala terbesar adalah riset, karena terorisme adalah isu baru di Indonesia. Riset perlu keliling ke Bali, Jogja, Semarang, dan Jakarta. Untunglah semuanya seperti dimudahkan, tapi butuh proses komunikasi aktif," jelasnya. (kpl/uji/nic)

Reporter:   Puji Puput