Genre Film '99 NAMA CINTA' Ramai Diperdebatkan di Media Sosial

Rezka Aulia | Selasa, 12 November 2019 08:23 WIB
Genre Film '99 NAMA CINTA' Ramai Diperdebatkan di Media Sosial

Kapanlagi.com - Film 99 NAMA CINTA yang diperankan oleh Acha Septriasa dan Deva Mahenra menjadi salah satu film Indonesia yang siap tayang di bulan November ini.

Sebelum tayang serentak mulai tanggal 14 November 2019, ramai di media sosial membicarakan soal genre dari film tersebut. Ada yang menganggap religi, tidak sedikit juga yang menyebut bergenre romance.

 

1 dari 3 halaman

1. Genre '99 NAMA CINTA'

Miftha Syafrian Yahya, selaku produser film 99 NAMA CINTA, saat dikonfirmasi menegaskan jika film yang skenarionya ditulis Garin Nugroho itu adalah film dengan genre romance.

"Menurut saya ini film romance, karena lebih meng-highlight hubungan antara Talia dan Kiblat, bahwa di dalamnya itu ada religi karena latar belakang salah satu karakter itu religi," ujar Miftha saat ditemui wartawan belum lama ini.

2 dari 3 halaman

2. Tergantung Perspektif

Tergantung Perspektif © KapanLagi.com/Akrom Sukarya
Menurut Miftha, semenjak film 99 NAMA CINTA dalam proses perencanaan produksi pun sempat terjadi diskusi cukup panjang tentang genre yang akan diusung.

"Memang sempat terjadi diskusi, tapi kita lebih setuju mengedepankan genre romance," ujar Miftha lagi.

Namun begitu, Miftha tak mempermasalahkan bila masyarakat masih menilai film 99 NAMA CINTA bergenre religi.

"Jadi menurut saya sih sah saja terhadap pendapat masyarakat. Karena tergantung perspektifnya saja, mau dilihat lebih ke romance atau religi," terang Miftha lebih lanjut.

3 dari 3 halaman

3. Sinopsi '99 NAMA CINTA'

Film produksi MNC Pictures yang juga dibintangi Chiki Fawzi dan Susan Sameh ini menceritakan tentang sosok ustaz muda bernama Kiblat yang diperankan Deva Mahenra untuk mengajarkan ilmu agama pada teman kecilnya, Talia yang diperankan Acha Septriasa.

Kehadiran Kiblat di kehidupan Talia pun menjadi drama yang seru untuk ditonton. Berbagai konflik lucu dan menggemaskan ketika Talia mencoba menghindar dari Kiblat hingga akhirnya mereka dekat, disuguhkan dengan apik sutradara Danial Rifki.

 

(kpl/dan/rna)


Reporter:  

Dadan Deva

↑