'GUNDALA' Sukses Tembus Toronto International Festival Film 2019

Guntur Merdekawan | Senin, 19 Agustus 2019 13:35 WIB
'GUNDALA' Sukses Tembus Toronto International Festival Film 2019

Kapanlagi.com - GUNDALA garapan sutradara Joko Anwar begitu dinanti-nantikan oleh para pecinta film Tanah Air. Bukan tanpa alasan, film ini bakal jadi pembuka dari Jagat Semesta Bumilangit yang berisikan sederet jagoan-jagoan lokal lain.

GUNDALA sendiri sudah dipastikan bakal masuk dalam salah satu festival film paling bergengsi, yakni Toronto International Film Festival (TIFF). Film yang diperankan oleh Abimana Arasatya ini bakal dapat jatah tayang dalam program Midnight Madness.

"TIFF adalah salah satu festival film terbesar. Tadinya kita mau bikin GUNDALA sebagai film untuk orang Indonesia, nggak ada maksud untuk dikirim ke festival. Tapi kemudian programmer-nya orang Toronto lihat trailernya, terus suka. Akhirnya mereka nonton film kita dan mereka suka, lalu mengundang kita untuk tayang di Toronto," ungkap Joko Anwar ketika ditemui di Plaza Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (18/8).

1 dari 2 halaman

1. Pembuatan Kostum Dibantu Amerika

Pembuatan Kostum Dibantu Amerika Joko Anwar © KapanLagi/Akrom Sukarya
Joko menegaskan jika seluruh proses produksi dari GUNDALA dikerjakan oleh orang Indonesia. Namun ada satu hal yang pengerjaannya dibantu oleh Amerika, yakni pembuatan kostum. Tak main-main, sang penjahit kostum Gundala sebelumnya pernah menangani kostum-kostum superhero Hollywood lain seperti Daredevil.

"Bisa dibilang (GUNDALA) karya orang Indonesia. Ada beberapa hal teknis yang dikerjakan di Amerika, misalnya desain kostum kita bikin di sini, tapi penjahitnya itu orang dari LA yang biasa bikin kostum film superhero seperti Daredevil, atau Watchmen. Karena kita belum bisa bikin kostum untuk film. Misalnya pas brantem jadi robek. Kostum gundala saja," sambung Joko.
2 dari 2 halaman

2. Mengenal Sosok Gundala

Gundala sejatinya adalah seorang manusia biasa bernama Sancaka. Ia merupakan ilmuwan yang sangat terobsesi untuk meneliti serum anti petir. Saking terobsesinya dengan penelitian, Ia sampai mengabaikan orang-orang tersayang di sekitarnya, seperti sang kekasih, Minarti. Setelah melalui pertengkaran besar, mereka akhirnya putus.

Setelah diputus oleh Minarti, Sancaka merasa begitu menyesal dan terpukul. Ia lantas berlari di bawah hujan, menangisi kesedihannya, lalu tersambar oleh sebuah petir. Keadaan Sancaka kritis. Dan di ambang kematian, Ia ditarik oleh suatu kekuatan dari planet lain dan diangkat anak oleh seorang raja dari Kerajaan Petir.

Sebelumnya banyak anggapan jika tokoh Gundala mencomot atau menjiplak superhero lain seperti Flash. Namun perlu dicatat jika tokoh Gundala terinspirasi oleh sosok pria di dunia nyata bernama Ki Ageng Selo

(kpl/gtr)


Editor:  

Guntur Merdekawan

↑