'JINX', Film Dark-Comedy Pertama Skylar Pictures

Rere Rizkarima | 09 Januari 2010, 08:06 WIB
'JINX', Film Dark-Comedy Pertama Skylar Pictures
Kapanlagi.com - Setelah sempat mati suri selama hampir satu dekade, mulai tahun 2000 dunia perfilman Indonesia mulai bangkit secara perlahan-lahan. Meski, hingga saat ini, masih didominasi dengan genre musik tertentu, tapi usaha untuk membuat film-film karya anak bangsa jadi raja di negeri sendiri, patut diacungi jempol. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah film-film yang muncul tiap tahunnya selalu bertambah, dan di antara sekian banyak film, banyak yang akhirnya menarik perhatian publik. Dan sineas-sineas baru pun terus bermunculan, hal ini pulalah yang memicu rumah produksi, Skylar Picture, untuk meramaikan dunia film tanah air.

Berada di bawah naungan PT Mutiara Warna Indonesia, Sylar Pictures bekerja sama dengan D'color Entertainment membesut film dengan genre yang jarang ada di Indonesia, yakni dark-comedy. Film yang diarahkan oleh sutradara Muhammad Yusuf ini berjudul JINX, menceritakan sketsa kehidupan beberapa karakter sekaligus yang sebenarnya berkesinambungan dengan JINX, yang dalam bahasa inggrisnya berarti pembawa sial, sebagai benang merah yang mempersatukan penggalan-penggalan kisah tersebut.

Sebagai pemeran utama, tampil pendatang baru namun wajahnya sudah sering muncul di televisi dalam berbagai iklan, Aurelie Moeremans, serta Ferdi, di mana keduanya berperan sebagai pasangan kekasih. Selain itu, JINX juga didukung oleh pemain-pemain senior, sebut saja Ray Sahetapy yang berperan sebagai Adi Permana, Hengky Sulaiman yang dipercaya sebagai mertuanya. Tak kalah seru, Him Damsyik serta Mpok Hindun yang terkenal dengan logat betawinya juga tampil di sini. Menurut rencana, JINX akan rilis pada Februari 2010, dan saat ini baru saja menyelesaikan proses pengambilan gambarnya.

Selepas JINX, Skylar Pictures yang didirikan oleh Sarjono Sutrisno ini bakal menyusul dengan beberapa film lainnya di 2010. Di antaranya film dengan genre action, yang rencana juga menggandeng penyanyi, Rebecca sebagai pemain utama dan juga pengisi soundtrack-nya.

Meski tergolong masih 'seumur jagung' tapi Skylar berani menjamin ke depannya bakal lebih banyak ide-ide film yang berbeda dari kebanyakan film saat ini, karena Skylar ingin mengutamakan kualitas. Skylar sendiri berharap mampu menambah warna dan semarak dunia film Indonesia.   (kpl/prl/riz)

Editor:  

Rere Rizkarima