Koboi Indonesia di Era Penjajahan Jadi Mimpi Sutradara 'BUFFALO BOYS' Sejak Lama

Sora Soraya | 19 Juli 2018, 10:15 WIB
Koboi Indonesia di Era Penjajahan Jadi Mimpi Sutradara 'BUFFALO BOYS' Sejak Lama

Kapanlagi.com - Lebih dikenal sebagai produser sekaligus pemilik studio film berlokasi di Batam, Mike Wiluan akhirnya turun ke lapangan. Ia melakukan debut penyutradaraan lewat drama laga yang menggabungkan unsur koboi dengan budaya Indonesia berjudul BUFFALO BOYS.

Mempertemukan budaya barat berlatar Wild West dengan budaya timur sudah sejak lama bersemayam di kepala Mike Wiluan. Karena ia tumbuh sebagai orang yang mengidolakan film-film koboi dari era John Ford, Sergio Leone, hingga Quentin Tarantino.

Tatkala memiliki bekal cukup, tanpa menunggu waktu lama ia segera merancang film impiannya. Berlatar masa penjajahan Belanda, Mike memasukkan kisah fiksi bahwa ada orang Indonesia yang hidup di Amerika dan pulang ke tanah air sebagai koboi.

Film BUFFALO BOYS adalah impian Mike sejak lama © KapanLagi.com®/Bayu HerdiantoFilm BUFFALO BOYS adalah impian Mike sejak lama © KapanLagi.com®/Bayu Herdianto

"Saya memang sejak dulu pengin bikin film western. Lalu saya berandai-andai gimana kalau bikin film western di Indonesia. Setelah berpikir, kenapa kita nggak menjadi paralel universe kalau western termasuk history dalam kebudayaan Indonesia. Di saat 1860 ketika dijajah Belanda, ada koboi juga," tutur Mike saat gala premiere BUFFALO BOYS di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (18/7).

Aktor Ario Bayu menjadi orang pertama yang diajak terlibat oleh Mike Wiluan tiga tahun sebelum syuting dimulai. Alasan Ario mau terlibat dalam produksi film ini adalah karena ia suka dengan konsep yang diemban Mike untuk keragaman film aksi di Indonesia.

"Mike approach saya tiga tahun sebelum mulai syuting. Dari situ pasti bertanya kenapa saya tertarik main film western yang tampaknya aneh kalau digabungkan dengan elemen kenusantaraan? Tapi justru saya melihat kreativitas di sana sangat menarik. Hampir dikatakan kreativitas ini belum pernah ada diciptakan di Indonesia," cerita Ario di tempat yang sama.

"Lalu saya bilang saja oke. Mike kasih lihat saya mud board, desain kostum, jadi saya mikir ini gila. Dia visioner. Dia pengin ada progres untuk film Indonesia. Jadi kenapa nggak main, man? Ini terobosan jadi gue bangga bisa ikut kontribusi," pungkasnya seraya tersenyum.

(kpl/abs/sry)

Reporter:  

Adi Abbas Nugroho