'KUCUMBU TUBUH INDAHKU' Dikirim ke Oscars, Garin Nugroho: Keputusan Berani

Tantri Dwi Rahmawati | Selasa, 17 September 2019 19:35 WIB
'KUCUMBU TUBUH INDAHKU' Dikirim ke Oscars, Garin Nugroho: Keputusan Berani

Kapanlagi.com - The Indonesian Academy Awards Selection Committee yang diketuai Christine Hakim mengumumkan film untuk mewakili Indonesia di Academy Awards kategori International Feature Film (sebelumnya Best Foreign Film). Judul yang dipilih ialah KUCUMBU TUBUH INDAHKU besutan Garin Nugroho.

Keputusan komite seleksi ini dianggap sebagai langkah yang berani oleh Garin Nugroho. Pasalnya tema yang diangkat filmnya sangat sensitif yakni terkait LGBT.

"Terima kasih, saya sangat menghargai keputusan tersebut. Keputusan yang berani untuk mengikutkan karena tema yang sensitif, namun juga membuka ruang diskusi penghormatan pada keberagaman budaya," kata Garin saat dihubungi melalui pesan Whatsapp, Selasa (17/9).

1 dari 2 halaman

1. Murni Berdasar Film

Murni Berdasar Film © KapanLagi.com/Adi Abbas Nugroho
Saat perilisan, bahkan hingga filmnya selesai tayang di bioskop, KUCUMBU TUBUH INDAHKU tak henti menuai pro dan kontra karena tema yang diangkat itu. Namun sebagai Ketua Komite Seleksi, Christine Hakim mencoba melihatnya dari kemurnian sebuah karya film.

"Kami pure memilih film ini dilihat dari bagaimana filmmaking-nya. Kaya akan idiom, terus dari segi konteks juga universal. Temanya berbicara soal kemunafikan di mana orang selalu men-judge bahwa dirinya hebat dan lebih baik dari orang yang dianggapnya lebih rendah. Ini sangat universal karena bisa di mana pun terjadi," jelas Christine usai pengumuman film terpilih di Plaza Senayan XXI, Jakarta Pusat.

2 dari 2 halaman

2. Tak Takut Didemo

Christine Hakim tidak takut apabila keputusan memilih KUCUMBU TUBUH INDAHKU berlaga di Academy Awards menuai protes atau malah bakal didemo. Bahkan ia menilai ramai-ramai beberapa waktu lalu dikatakan salah alamat.

"Itu kan haknya komite gitu loh (menentukan pilihan). Sebetulnya saya pribadi ya, bukan sebagai anggota komite, saya pikir waktu itu protesnya agak salah alamat. Seharusnya protesnya ke badan sensor atau LSF, karena kan udah lolos. Kalau masyarakat nonton mau melakukan sensor sendiri bagaimana kita menegakkan hukum di negeri ini? Kan ada aturannya. Nggak bisa dong seenaknya, itu kan namanya hukum rimba dong," tandas Christine.

(kpl/abs/tdr)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑