Bosan dengan berita itu-itu saja? Download Aplikasi Liputan6

Lagi Tour di Malang, Pemain 'LARA ATI' Takziah ke Rumah Cak Sapari

Jum'at, 16 September 2022 11:52 WIB
Lagi Tour di Malang, Pemain 'LARA ATI' Takziah ke Rumah Cak Sapari
Credit:KapanLagi.com/Darmadi Sasongko

Kapanlagi.com - Para pemain film LARA ATI sedang tour di Malang saat mendengar salah satu pemainnya, Cak Sapari meninggal dunia, Kamis (16/9). Rombongan usai acara di Malang langsung bertakziah ke rumah duka, sebelum melanjutkan tour ke Madiun.

"Saya di WA oleh Ning Tini, istri Cak Kartolo yang juga sahabat almarhum, mengabarkan berita duka kalau Cak Sapari meninggal dunia. Kami pemain Loro Ati langsung berpikiran. Jadwal tour kan selanjutnya ke Madiun, tapi setelah dari Malang ini menyempatkan diri ke rumah duka dulu, baru ke Madiun, " kata Bayu Skak, pemain dan sutradara LARA ATI di Moviemax Dinoyo Mal Malang, Kamis (15/9).

Now that you are AWAKE, it's time for you to wake right now!

Awake

1. Berdoa Untuk Cak Sapari

Bayu Skak juga menyempatkan diri mengajak para penonton LARA ATI untuk berdoa untuk almarhum. Bayu menilai kenangan dengan Cak Sapari tidak dapat dilupakan, apalagi almarhum turut bersama di film karyanya sebelumnya.

"Cak Sapari itu ikut di karya-karya saya termasuk di YOWES BEN dan LARA ATI  ini. Bahkan scene yang golden scene itu scenenya beliau," katanya didampingi para pemain LARA ATI.

2. Karakter yang Diperankan Cak Sapari

Bayu mengatakan bahwa, Cak Sapari dalam film LARA ATI memerankan tokoh Cak Tono, seorang pemain Ludruk yang bersahabat dengan Cak Kartolo. Sementara Cak Kartolo menjadi ayah Joko, yang diperani Bayu Skak.

"Ada satu kalimat yang itu mengubah hidupnya Joko (Bayu Skak) itu adalah kalimat yang terlontar dari Cak Sapari. Juga ada ludruk dalam film dan lokadrama itu namanya ludruk Sapari," ungkapnya.

3. Memperkenalkan Dunia Seni

Peran di film itu sebagai bentuk respek untuk mengenalkan dunia seni ludruk yang telah digelutinya lewat Kartolo CS. Apalagi kesenian ludruk juga telah mengalami masa yang sulit, kendati tetap harus terus dilestarikan.

"Saya sendiri mengajak Cak Sapari untuk memperkenalkan ludruk ke masyarakat luas. Agar dikenal, untuk mediumnya yang dimasukin adalah film dan terbukti saat di Yowis Ben scene beliau menjadi scene styler, dimana waktu itu Pak Jokowi juga nonton ketawa ketawa melihat scene beliau," terangnya.

4. Bukan Peran Selingan

Peran Cak Sapari sendiri bukan sekilas lalu, tetapi beberapa kali scene bersama Kartolo dan Sutini. Peran mereka selalu muncul hingga akhir film.

"Jadi tidak hanya jadi selingan. Contoh Cak Kartolo juga tidak hanya jadi selingan bahkan jadi Bapak saya dan Ning Tini ibu saya, " katanya.

5. Sempat Dijenguk Sebelum Meninggal

Sebelum meninggal Bayu sempat menyempatkan diri menjenguk ke rumah sakit tempatnya dirawat. Begitu pun selama bekerja sama juga menyempatkan diri berkunjung menjalin silaturahim.

"Kemarin waktu sakit sempat menjenguk beliau saat di RS, saya sempatkan menjenguk. Ya Allah Beliau sudah meninggal ya. Padahal kita mau menyempatkan ke sana setelah tour-nya ini selesai," pungkasnya.

Para pemain LARA ATI hadir dalam meet & greet di Moviemax Dinoyo. Ratusan penonton memenuhI Mal Malang, Kamis (16/9). Turut hadir Sahila, Keiysa Levronka, Tatjana Saphira dan lain-lain.

 

Topik Terkait