Live Action 'DREADOUT' Menjadi Prekuel Versi Game, Produser Optimis Sukses

Galuh Esti Nugraini | Jum'at, 30 November 2018 22:40 WIB
Live Action 'DREADOUT' Menjadi Prekuel Versi Game, Produser Optimis Sukses

Kapanlagi.com - Rumah produksi GoodHouse.id akhirnya merilis poster, trailer, sekaligus mengumumkan tanggal penayangan film DREADOUT. Hal tersebut menjadi spesial karena sudah dinanti oleh banyak pihak. Seperti diketahui, film besutan Kimo Stamboel ini merupakan adaptasi game karya anak bangsa berjudul sama yang sudah populer di kalangan para gamers seluruh dunia.

Dalam trailer berdurasi dua menit, muncul sosok Linda diperankan Caitlin Halderman serta banyak karakter baru yang tidak ada dalam game-nya. Hal ini memang disengaja karena versi film rupanya fokus pada asal mula bagaimana Linda memiliki kekuatan supranatural.

"Dari awal sudah sepakat dan disetujui oleh pihak Digital Happiness selaku developer bahwa film ini menceritakan prekuel dari game itu. Tim kami bikin skrip bareng, mereka ikut suprevisi skripnya. Karena di game-nya nggak ada cerita kenapa Linda punya kekuatan supernatural, di sini dijelaskan," kata Wida Handoyo selaku produser saat jumpa pers di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (30/11/2018).

1 dari 2 halaman

1. Mengembangkan Intellectual Property

Dengan menggodok cerita sebagai prekuel dari versi game, diharapkan DREADOUT akan menjadi waralaba menjanjikan. Karena Intellectual Property (IP) bisa dikembangkan lebih jauh semisal ada keinginan untuk membuat sekuel filmnya di masa yang akan datang.

"Kita ingin kembangkan IP dari game DreadOut. Meski menjadi prekuel, secara look dan keseruan Insha Allah kita jaga kualitasnya agar pengalaman yang dirasakan sama persis dengan game-nya," lanjut Wida.

2 dari 2 halaman

2. Yakin Sukses Besar

Yakin Sukses Besar Film DREADOUT diadaptasi dari sebuah game © KapanLagi.com/Muhammad Akrom Sukarya
DREADOUT versi film mendapatkan tanggal tayang di bioskop pada 3 Januari 2019. Wida Handoyo mewakili GoodHouse.id pun yakin film ini akan sukses besar melihat dari banyaknya komunitas game serta kegemaran penonton Indonesia akan kehadiran judul-judul horor.

"Target market kita sebenarnya komunitas gamers, pertahun ini ada 34 juta komunitas. Ditambah penonton indonesia yang suka horor, jadi potensinya besar," pungkasnya.

(kpl/abs/gen)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑