LSF Berharap Ada Lembaga Sensor Film Daerah

Erlin | 20 Desember 2006, 17:14 WIB
Kapanlagi.com - Lembaga sensor film (LSF) berharap di daerah-daerah juga ada lembaga sensor film, karena di daerah juga sudah mempunyai stasiun TV lokal sehingga bisa mensensor materi dari stasiun tv tersebut.

"Stasiun TV sudah ada di daerah, tapi belum ada lembaga sensor film daerah, karena kami memakai undang-undang No.8 tahun 1992 tentang perfilman", kata Ketua LSF, Titie Said pada acara forum kemitraan LSF dengan unsur-unsur terkait Sumsel di Palembang, Rabu.

Menurut dia, LSF berdasarkan undang-undang hanya berkedudukan di ibukota negara dengan jumlah anggota 45 orang diangkat Presiden setiap tiga tahun sekali, tidaklah mungkin LSF mensensor seluruh materi yang wajib disensor sesuai dengan UU perfilman dan UU penyiaran.

Di Jakarta saja saat ini ada 14 stasiun TV komersil yang nyaris beroperasi 24 jam terus menerus, dan berdasarkan catatan di daerah-daerah sudah ada 83 stasiun TV lokal dan di Sumsel ada dua stasiun TV lokal, ujarnya.

Ia mengatakan, berdasarkan pasal 47 UU penyiaran film dan iklan ditayangkan oleh TV wajib disensor, tetapi kenyataannya belum semua stasiun TV di Jakarta mensensor materi siarannya, entah yang di Palembang dua stasiun TV lokal, siapakah gerangan yang mensensornya.

Sehubungan dengan hal itu maka dilaksanakannya forum kemitraan LSF dengan unsur-unsur terkait di Sumsel.

Sementara apakah LSF daerah itu bisa terwujud pada tahun 2007 nanti, ia menyatakan, saat ini sedang digarap peraturannya. UU perfilman No.8 tahun 1992 sudah terlalu lama, tambahnya.

Forum kemitraan LSF dengan unsur-unsur terkait di Sumsel itu juga dihadiri artis ibukota Anwar Puadi dan dibuka Plt Sekda Pemprov Sumsel, Indra Rusdi. (*/erl)

Editor:  

Erlin