LSF: Tim Sensor 'SUSTER KERAMAS' Tak Perlu Libatkan MUI

Darmadi Sasongko | 09 Januari 2010, 06:35 WIB
LSF: Tim Sensor 'SUSTER KERAMAS' Tak Perlu Libatkan MUI
Kapanlagi.com - LSF (Lembaga Sensor Film) dalam struktur keanggotaannya terdiri dari beberapa organisasi keagamaan, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI). Sehingga berkaitan penyensoran film SUSTER KERAMAS MUI terlibat di dalamnya, sehingga film yang dibintangi Rin Sakuragi itu seharusnya bisa beredar.

Wakil Ketua Komisi B Lembaga Sensor Film (LSF), Firman Bintang meluruskan pandangan tersebut. MUI tidak terlibat dalam penyensoran film tersebut, terkecuali untuk film religi. Sementara film SUSTER KERAMAS masuk kategori film komedi, meski di dalamnya banyak adegan hot-nya.

"Kita ambil perwakilan MUI kan film kaitannya agama, kita kan nggak ngerti. Tapi kalau kayak SUSTER KERAMAS bukan bagiannya dia. Karena film ini bukan film agama, kenapa harus melibatkan MUI?" ungkap Firman saat ditemui di Gedung Perfilman Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/1).

"Film komedi yang dikemas dengan adegan-adegan gitu dan lembaga sensor sudah melakukan pemotongan di beberapa tempat," tegas Firman menambahkan.

Lebih jauh, Firman menjelaskan bahwa tim sensor film terdiri dari berbagai organisasi masyarakat yang ada di Indonesia, seperti MUI, NU, Muhammadiyah, Dewan Gereja dan Wartawan. Untuk film yang berbau agama, penyensorannya dilakukan oleh tim yang anggotanya 3 dari 5 orang yang memiliki pengetahuan agama. Film SUSTER KERAMAS tidak melibatkan tim seperti di atas karena bukan kategori film religi.

"Tim sensor ada 45 orang, terdiri dari MUI, NU, Muhammadiyah, Dewan Gereja, Wartawan dan lain-lain, tapi kalau mau sensor kan nggak perlu 45, satu tim ada 5 orang yang melakukan sekali sensor berbagai macam program TV dan film," tuturnya.

"Untuk sensornya sendiri kalau kira-kira film religi otomatis kita butuh orang yang tahu agama, 3 dari 5 yang tahu agama, kalau film umum tidak perlu melibatkan," pungkas Firman.  

Lihat Foto Rin Sakuragi:

    (kpl/buj/dar)

Editor:  

Darmadi Sasongko