Mencicipi Pernikahan Tanpa Perlu Akad Nikah, Bisa Kok

Mahardi Eka Putra | 20 September 2014, 13:51 WIB
Mencicipi Pernikahan Tanpa Perlu Akad Nikah, Bisa Kok
Kapanlagi.com - Menikah itu menyenangkan. Eits tunggu dulu.... pernikahan adalah sebuah proses yang kompleks antara dua pribadi yang sebelumnya tak saling kenal untuk kemudian memutuskan hidup bersama sampai ajal menjemput. Panjang bukan? Itu baru definisi lepas yang dipikirkan oleh penulis lho. Masih ada banyak pengertian lainnya jika kamu bicara tentang pernikahan karena memang tema yang satu ini terlalu luas untuk dirangkum dalam sebuah definisi.

Begitu pula dalam film. Satu film tak akan bisa menggambarkan seperti apa sebuah pernikahan itu. Pernikahan bisa saja menyenangkan seperti kebanyakan orang menganggap, bisa juga sulit, bisa juga membingungkan, atau menyeramkan. Semua itu tergantung yang menjalaninya bukan? Oleh karenanya tema pernikahan dijamin tak akan habis dibahas dalam perfilman.

Di setiap tahunnya, film bertema pernikahan selalu mendapat jatah untuk ditayangkan di bioskop. Dalam beberapa tahun terakhir saja ada GET M4RRIED, TEST PACK: YOU'RE MY BABY, dan OPERATION WEDDING yang menghibur penikmat film. Secara cerita dan pendapatan secara komersil, film-film ini mendapat rapor baik (baca: tak mengecewakan).

Tahun 2014 pun tak luput dari film-film semacam ini. Tercatat ada dua film yang mengangkat isu pernikahan sebagai tema utamanya. Film tersebut adalah MENGEJAR MALAM PERTAMA dan AKU KAU DAN KUA. Keduanya mengangkat pernikahan dalam drama komedi ringan yang dijamin menggelitik.

Apa sebenarnya yang menarik dari film tentang pernikahan? Meski tergolong dalam fiksi belaka, yang berarti cerita yang ada dalam film adalah karangan semata, film tentang pernikahan memberikan gambaran kepada penonton tentang kompleksitas sebuah pernikahan. Kita daftar saja, mulai dari proses pacaran, lamaran, membuat undangan, mencari gedung resepsi, akad nikah/pemberkatan nikah, resepsi, dan masih banyak lagi detail menuju sebuah pernikahan. Sudahkah hal tersebut diketahui dan dipersiapkan dengan baik?

Film pernikahan seperti sebuah contekan bagi kamu-kamu yang ingin segera menikah. Bahkan tanpa perlu akad nikah pun kamu bisa 'mencicipi' seperti apa rasanya menikah dengan menonton film-film Indonesia ini. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, ada beragam kisah menarik dari sebuah pernikahan yang diangkat dalam sebuah film.

MENGEJAR MALAM PERTAMA, lucu dan menggelitik.MENGEJAR MALAM PERTAMA, lucu dan menggelitik.

Malam Pertama Tak Seenak Yang Dibayangkan
Bicara tentang pernikahan tentu tak bisa lepas dari malam pertama. Malam di mana pasangan suami istri menghabiskan waktunya bersama di kamar tidur untuk pertama kali. Momen ini juga yang diincar oleh banyak pasangan saat menikah.

Alkisah ada sepasang suami istri, Dony (Omesh) dan Gysta (Acha Septriasa) yang baru saja menikah. Keduanya pun lantas ingin segera merasakan nikmat malam pertama tersebut. Namun entah mengapa selalu saja ada godaan yang datang mendera mereka. Dari salah oles obat kuat sampai salah masuk kamar hotel sehingga membuat keduanya selalu batal menikmati malam pertama mereka.

Sederhana dan terkesan konyol, tapi hal seperti ini bisa saja terjadi dalam sebuah pernikahan. Entah karena pekerjaan, kondisi tubuh yang tak sehat, atau musibah lainnya bisa muncul saat malam pertama. MENGEJAR MALAM PERTAMA hanya membungkusnya dalam kisah yang lucu, lebay, dan menggelitik.

Perlu dipahami pula meskipun sebuah film mengangkat tentang realita yang ada di masyarakat, itu tak lepas dari polesan dramatisasi. Tanpa adanya bumbu drama, sebuah film akan terasa kaku serta membosankan.

Pernikahan di Mata Anak Muda
Sedangkan lewat film pernikahan lainnya, AKU KAU DAN KUA, sutradara Monty Tiwa mengajak penonton untuk ikut larut dalam dilema dan problematika para pemuda perkotaan saat memasuki usia layak nikah. Lewat beberapa tokoh di dalamnya, film ini memaparkan permasalahan yang sering timbul ketika seseorang hendak menikah. 

Ada yang ingin menikah tapi tak punya pacar, ada yang ternyata mencintai pria beristri, atau ada pula cinta terhalang ekonomi. Ketiga permasalahan di atas yakinlah selalu muncul saat seseorang akan menikah. Penonton (terutama mereka yang hendak menikah) pun secara tak langsung belajar seperti apa sih kompleksnya pernikahan itu. 

Tanpa bermaksud menggurui, film satu ini pun berhasil menyisipkan tata cara menjelang pernikahan yang diatur dalam agama Islam. So, sudah pasti menontonnya akan memberimu sedikit pencerahan tentang pernikahan. Di atas itu semua, kisah yang sederhana itu digarap dengan bungkus komedi dan akting natural serta menawan.

  (kpl/dka)

Editor:  

Mahardi Eka Putra