Mencoba Beda, Sutradara Timo Tjahjanto Sodorkan Hantu Laki-Laki Untuk Takuti Penonton 'SEBELUM IBLIS MENJEMPUT AYAT 2'

Louvina Gita   | Sabtu, 22 Februari 2020 10:17 WIB
Mencoba Beda, Sutradara Timo Tjahjanto Sodorkan Hantu Laki-Laki Untuk Takuti Penonton 'SEBELUM IBLIS MENJEMPUT AYAT 2'

Kapanlagi.com - Film SEBELUM IBLIS MENJEMPUT rilisan tahun 2018 lalu sukses menghadirkan dua sosok seram diperankan oleh Karina Suwandi dan Ruth Marini. Kini di sekuelnya yang bertajuk SEBELUM IBLIS MENJEMPUT AYAT 2, dihadirkan sosok seram lain dibawakan aktor laki-laki.

Pemilihan laki-laki sebagai hantu memang jarang terjadi di sinema Indonesia yang cenderung menjadikan perempuan sebagai obyek peneror. Namun Timo Tjahjanto sebagai sutradara, penulis skenario sekaligus produser ingin memberi sebuah hal yang berbeda.

"Di film kedua ini gue pengin lebih naik lagi. Kecenderungan horor sekarang ambil hantu perempuan, sementara menurut gue nggak cuma perempuan yang bisa menyeramkan dalam wujud hantu. Makanya gue bikin karakter Ayub yang pas hidupnya udah monster, matinya menjadi karakter yang mengerikan," kata Timo sedikit memberi bocoran ditemui di Senayan City, Jakarta Pusat, Jumat (21/2/2020).

1 dari 1 halaman

1. Syuting 30 Hari

Timo Tjahjanto menjalani proses syuting SEBELUM IBLIS MENJEMPUT AYAT 2 selama kurang lebih 30 hari. Bisa saja sebenarnya jika ingin dua minggu, namun rupanya beberapa adegan tidak bisa dilakukan hanya dalam sehari karena menuntut teknis yang matang.

"Total syuting 30 hari, untuk ukuran horor Indonesia ini bisa jadi paling lama karena biasanya 22 atau 25 hari. Untuk film ini saya nggak mau cuma adegan sembunyi di kegelapan doang, saya pengin lebih. Ada adegan kebakaran, karakter utama masuk di dunianya Ayub yang mana kayak ilusi mengerikan. Untuk itu kita merasa berani mencoba lebih, nggak cuma syuting dua minggu," terang suami aktris Sigi Wimala ini.

SEBELUM IBLIS MENJEMPUT AYAT 2 kembali menghadirkan Chelsea Islan sebagai Alfie, karakter yang masih hidup di film pertama. Kali ini ia terseret dalam teror supranatural yang menimpa sekelompok anak yatim piatu.

(kpl/abs/lou)


Reporter:  

Adi Abbas Nugroho

↑